{"id":110954,"date":"2026-09-29T13:05:41","date_gmt":"2026-09-29T06:05:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/29\/awas-keliru-gejala-kebingungan-pada-lansia-bisa-jadi-tanda-pneumonia-yang-harus-diwaspadai\/"},"modified":"2026-09-29T13:05:41","modified_gmt":"2026-09-29T06:05:41","slug":"awas-keliru-gejala-kebingungan-pada-lansia-bisa-jadi-tanda-pneumonia-yang-harus-diwaspadai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/29\/awas-keliru-gejala-kebingungan-pada-lansia-bisa-jadi-tanda-pneumonia-yang-harus-diwaspadai\/","title":{"rendered":"Awas Keliru Gejala Kebingungan pada Lansia Bisa Jadi Tanda Pneumonia yang Harus Diwaspadai"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/29\/1790661512_9b2d1acc5fe5f96a5876.png\" alt=\"Awas Keliru! Gejala Kebingungan pada Lansia Bisa Jadi Tanda Pneumonia yang Harus Diwaspadai\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pneumonia\" title=\"Pneumonia\">PNEUMONIA<\/a> umumnya dikenal sebagai penyakit infeksi saluran pernapasan yang menyerang organ paru-paru. Namun, pada <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lansia\" title=\"lansia\">lansia<\/a>, kondisi ini memiliki kaitan dengan perubahan kondisi tubuh yang kerap disalahartikan sebagai pikun. Lantas, apa sebenarnya pneumonia dan mengapa infeksi pada paru-paru dapat berkaitan dengan kondisi tersebut?<\/p>\n<h2>Mengenal Pneumonia<\/h2>\n<p>Pneumonia merupakan infeksi yang menyerang paru-paru dan menyebabkan peradangan pada kantung udara atau alveolus. Kantung udara tersebut dapat terisi cairan atau nanah sehingga fungsi paru-paru dalam membantu pernapasan menjadi terganggu.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Infeksi tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti batuk, demam, menggigil, nyeri dada, hingga kesulitan bernapas.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/874848\/tantangan-pneumonia-pada-lansia-mewaspadai-bakteri-langka-e-cloacae\" title=\"Tantangan Pneumonia pada Lansia: Mewaspadai Bakteri Langka E. cloacae\" target=\"_blank\">Tantangan Pneumonia pada Lansia: Mewaspadai Bakteri Langka E. cloacae<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pada kondisi tertentu, pneumonia dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Salah satunya adalah gagal napas, yang dapat memengaruhi pasokan oksigen ke dalam tubuh.<\/p>\n<h2>Gagal Napas akibat Pneumonia<\/h2>\n<p>Gagal napas merupakan salah satu komplikasi pneumonia yang serius. Kondisi ini terjadi ketika paru-paru tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal sehingga pasokan oksigen ke tubuh menurun dan kadar karbon dioksida dapat meningkat.<\/p>\n<p>Ketika mengalami gagal napas, keseimbangan asam dan basa dalam tubuh dapat terganggu sehingga memengaruhi fungsi berbagai organ. Penderita dapat membutuhkan tambahan oksigen melalui masker atau bantuan ventilator untuk membantu pernapasan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/792378\/ini-perbedaan-gejala-pneumonia-dengan-flu\" title=\"Ini Perbedaan Gejala Pneumonia dengan Flu\" target=\"_blank\">Ini Perbedaan Gejala Pneumonia dengan Flu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Gagal napas juga dapat ditandai dengan sejumlah gejala, seperti merasa tidak mendapatkan udara yang cukup, napas cepat, detak jantung tidak teratur, kulit atau bibir kebiruan, kelelahan, gelisah, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran.<\/p>\n<p>Pada lansia, kebingungan yang muncul bersama kondisi tersebut perlu diperhatikan dan tidak langsung dianggap sebagai tanda pikun. Perubahan kesadaran dapat menjadi bagian dari kondisi serius yang menyertai pneumonia sehingga gejala lain yang muncul perlu turut diperhatikan.<\/p>\n<h2>Pencegahan Pneumonia<\/h2>\n<p>Mengingat pneumonia dapat berkembang menjadi kondisi serius, upaya pencegahan penting dilakukan dengan mengurangi risiko infeksi yang dapat menyerang paru-paru. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:<\/p>\n<p><strong>Melengkapi vaksinasi<\/strong><\/p>\n<p>Vaksin tersedia untuk membantu mencegah beberapa jenis pneumonia dan flu. Status vaksinasi dapat diperiksa bersama dokter untuk mengetahui vaksin yang sesuai.<\/p>\n<p><strong>Menjaga kebersihan dan menghindari rokok<\/strong><\/p>\n<p>Mencuci tangan secara rutin atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol dapat membantu melindungi diri dari infeksi saluran pernapasan. Tidak merokok juga penting karena rokok dapat merusak pertahanan alami paru-paru terhadap infeksi.<\/p>\n<p><strong>Menjaga daya tahan tubuh<\/strong><\/p>\n<p>Tidur cukup, berolahraga secara teratur, dan mengonsumsi makanan sehat dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat.<\/p>\n<p>(Mayo Clinic\/Siloam Hospitals\/Primaya Hospital\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/938673\/awas-keliru-gejala-kebingungan-pada-lansia-bisa-jadi-tanda-pneumonia-yang-harus-diwaspadai\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) PNEUMONIA umumnya dikenal sebagai penyakit infeksi saluran pernapasan yang menyerang organ paru-paru. Namun, pada lansia, kondisi ini memiliki kaitan dengan perubahan kondisi tubuh yang kerap disalahartikan sebagai pikun. Lantas, apa sebenarnya pneumonia dan mengapa infeksi pada paru-paru dapat berkaitan dengan kondisi tersebut? Mengenal Pneumonia Pneumonia merupakan infeksi yang menyerang paru-paru dan menyebabkan peradangan pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110955,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-110954","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110954"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110954\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}