{"id":110938,"date":"2026-09-29T12:26:44","date_gmt":"2026-09-29T05:26:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/29\/waspada-hipertensi-pada-kehamilan-kenali-penyebab-dan-cara-mencegahnya\/"},"modified":"2026-09-29T12:26:44","modified_gmt":"2026-09-29T05:26:44","slug":"waspada-hipertensi-pada-kehamilan-kenali-penyebab-dan-cara-mencegahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/29\/waspada-hipertensi-pada-kehamilan-kenali-penyebab-dan-cara-mencegahnya\/","title":{"rendered":"Waspada Hipertensi pada Kehamilan Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/29\/1790658055_7287c4199b9e6f13a479.png\" alt=\"Waspada Hipertensi pada Kehamilan: Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KASUS <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hipertensi\" title=\"hipertensi\">hipertensi<\/a> pada masa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kehamilan\" title=\"kehamilan\">kehamilan<\/a> menunjukkan tren peningkatan secara global, dari 16 juta menjadi 18 juta kasus berdasarkan data tahun 2019. Kondisi ini dapat membahayakan kesehatan ibu sekaligus janin yang berada di dalam kandungan.<\/p>\n<p>Hipertensi pada kehamilan perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius. Karena itu, ibu hamil perlu memahami penyebab, gejala, bahaya, serta langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan risikonya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Hipertensi gestasional merupakan tekanan darah tinggi yang muncul selama kehamilan. Kondisi ini umumnya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu dan dapat kembali normal setelah persalinan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/795274\/jangan-diabaikan-hipertensi-saat-hamil-perlu-penanganan-khusus-dari-dokter\" target=\"_blank\" title=\"Jangan Diabaikan! Hipertensi saat Hamil Perlu Penanganan Khusus dari Dokter\">Jangan Diabaikan! Hipertensi saat Hamil Perlu Penanganan Khusus dari Dokter<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi pada kehamilan dapat berkembang menjadi preeklamsia, yaitu tekanan darah tinggi yang disertai adanya protein dalam urine. Kondisi yang lebih parah dapat berkembang menjadi eklamsia, yang ditandai dengan kejang sebelum, selama, atau setelah persalinan.<\/p>\n<p>Selain itu, hipertensi pada kehamilan juga dapat meningkatkan risiko stroke dan <em>solusio plasenta<\/em> atau terlepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum bayi lahir.<\/p>\n<p>Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh ibu. Janin juga dapat mengalami gangguan akibat hipertensi selama kehamilan. Kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan janin karena berkurangnya pasokan oksigen dan nutrisi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/745943\/hipertensi-picu-preeklamsia-pada-ibu-selama-kehamilan\" target=\"_blank\" title=\"Hipertensi Picu Preeklamsia pada Ibu Selama Kehamilan\">Hipertensi Picu Preeklamsia pada Ibu Selama Kehamilan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Hipertensi pada kehamilan juga dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, hingga komplikasi selama proses persalinan.<\/p>\n<h2>Cara Menangani Hipertensi pada Kehamilan<\/h2>\n<p>Salah satu langkah untuk membantu mengendalikan tekanan darah adalah memperhatikan pola makan. Ibu hamil dengan hipertensi disarankan membatasi sejumlah makanan dan minuman yang dapat memperburuk kondisi tersebut.<\/p>\n<p>Beberapa jenis makanan yang perlu dibatasi antara lain makanan tinggi garam, makanan olahan seperti sosis, bakso, nugget, dan makanan kaleng, serta makanan yang digoreng.<\/p>\n<p>Selain itu, konsumsi daging tinggi lemak, margarin dan makanan yang mengandung lemak trans, makanan serta minuman tinggi gula, dan minuman beralkohol juga perlu dihindari atau dibatasi.<\/p>\n<p>Penggunaan bumbu tambahan seperti saus, kecap, dan salad dressing juga sebaiknya tidak berlebihan karena dapat meningkatkan asupan garam maupun gula.<\/p>\n<p>Sebaliknya, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk makanan yang kaya serat seperti sayuran hijau, wortel, dan alpukat.<\/p>\n<p>Makanan yang mengandung magnesium juga dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, seperti bayam, biji chia, oatmeal, dan susu kedelai. Sementara itu, sumber kalium dapat diperoleh dari kentang, pisang, alpukat, bayam, dan brokoli.<\/p>\n<p>Selain menjaga pola makan, pemeriksaan kehamilan secara rutin juga penting dilakukan. Ibu hamil perlu mengikuti anjuran dokter, termasuk jika membutuhkan obat antihipertensi yang aman digunakan selama kehamilan.<\/p>\n<p>Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan selama masa kehamilan adalah panel pemeriksaan trimester kedua. Pemeriksaan pada trimester ini menjadi penting karena hipertensi gestasional umumnya mulai muncul setelah usia kehamilan memasuki 20 minggu.<\/p>\n<p>Dengan pemeriksaan rutin dan penanganan yang tepat, kondisi tekanan darah selama kehamilan dapat dipantau sehingga risiko komplikasi bagi ibu dan janin dapat ditekan.<\/p>\n<p>(Prodia\/P-4)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/938661\/waspada-hipertensi-pada-kehamilan-kenali-penyebab-dan-cara-mencegahnya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) KASUS hipertensi pada masa kehamilan menunjukkan tren peningkatan secara global, dari 16 juta menjadi 18 juta kasus berdasarkan data tahun 2019. Kondisi ini dapat membahayakan kesehatan ibu sekaligus janin yang berada di dalam kandungan. Hipertensi pada kehamilan perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius. Karena itu, ibu hamil perlu memahami penyebab, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110939,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-110938","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110938"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110938\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110939"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}