{"id":110847,"date":"2026-09-29T08:56:36","date_gmt":"2026-09-29T01:56:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/29\/peringatan-dini-bmkg-gelombang-tinggi-4-meter-dan-banjir-rob-ancam-10-provinsi-hari-ini\/"},"modified":"2026-09-29T08:56:36","modified_gmt":"2026-09-29T01:56:36","slug":"peringatan-dini-bmkg-gelombang-tinggi-4-meter-dan-banjir-rob-ancam-10-provinsi-hari-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/29\/peringatan-dini-bmkg-gelombang-tinggi-4-meter-dan-banjir-rob-ancam-10-provinsi-hari-ini\/","title":{"rendered":"Peringatan Dini BMKG Gelombang Tinggi 4 Meter dan Banjir Rob Ancam 10 Provinsi Hari Ini"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/29\/1790646213_2b58d7d22b68230bc6e3.png\" alt=\"Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi 4 Meter dan Banjir Rob Ancam 10 Provinsi Hari Ini\"\/><figcaption>Ilustrasi: Warga berada di pinggir pantai saat gelombang tinggi di Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Minggu (13\/9\/2026).(ANTARA FOTO\/Syifa Yulinnas\/)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bmkg\" title=\"BMKG\">BMKG<\/a>) mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gelombang-tinggi\" title=\"Gelombang Tinggi\">gelombang tinggi<\/a> mencapai 2,5 hingga 4 meter serta potensi banjir rob yang mengintai 10 provinsi di Indonesia pada Selasa (29\/9).<\/p>\n<p>Prakirawan BMKG, Medayu Bestari, dalam siaran pembaruan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cuaca\" title=\"Cuaca\">cuaca<\/a> di Jakarta, mengimbau masyarakat pesisir serta para pelaku industri transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi dampak cuaca ekstrem tersebut.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Angin di Indonesia umumnya bertiup antara 5 hingga 25 knot, memicu gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4 meter di Samudra Hindia barat Aceh hingga selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, serta selatan Nusa Tenggara Barat,&#8221; ujar Medayu.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/935383\/waspadai-gelombang-tinggi-capai-4-meter-ancam-perairan-indonesia-hingga-23-september\" title=\"Waspadai Gelombang Tinggi Capai 4 Meter Ancam Perairan Indonesia hingga 23 September\" target=\"_blank\">Waspadai Gelombang Tinggi Capai 4 Meter Ancam Perairan Indonesia hingga 23 September<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain gelombang tinggi, BMKG memprakirakan fenomena pasang air laut maksimum atau banjir rob berpotensi melanda kawasan pesisir di 10 wilayah, yakni:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Sumatera Utara<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Banten<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Jawa Timur<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Bali<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Nusa Tenggara Barat (NTB)<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kalimantan Utara<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kalimantan Selatan<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sulawesi Utara<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sulawesi Tengah<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Maluku<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Peringatan Penerbangan<\/h2>\n<p>Di sektor maritim dan udara, BMKG memantau kemunculan Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Andaman, pesisir Myanmar. Fenomena ini memicu peningkatan pembentukan awan hujan yang signifikan di perairan utara Aceh.<\/p>\n<p>Pihak BMKG juga memberikan peringatan khusus bagi para pelaku transportasi udara agar mewaspadai potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang berbahaya bagi penerbangan. Awan tersebut terpantau berpotensi muncul di sekitar wilayah Sumatera bagian barat, Samudra Hindia barat Indonesia, hingga Papua bagian tengah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/925983\/bmkg-waspada-gelombang-tinggi-hingga-4-meter-di-perairan-selatan-jawa\" title=\"BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Selatan Jawa\" target=\"_blank\">BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Selatan Jawa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, kondisi cuaca di sejumlah kota besar di Indonesia bervariasi:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Hujan Ringan: Kota Palu, Serang, dan Bandung.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Cerah Berawan: Jakarta, Semarang, dan Surabaya.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Berawan Tebal: Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Kupang, Gorontalo, Mamuju, Makassar, dan Kendari.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Untuk wilayah daratan, cuaca kering masih mendominasi yang memicu peningkatan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarmasin, Palangkaraya, dan Samarinda. Kendati demikian, potensi hujan lebat bersifat lokal tetap berpeluang terjadi di sejumlah titik tertentu.<\/p>\n<p>BMKG mengimbau masyarakat untuk senantiasa aktif memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui aplikasi mobile InfoBMKG atau kanal resmi lainnya sebelum beraktivitas di luar ruangan.<\/p>\n<p>(Ant\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/938622\/peringatan-dini-bmkg-gelombang-tinggi-4-meter-dan-banjir-rob-ancam-10-provinsi-hari-ini\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi: Warga berada di pinggir pantai saat gelombang tinggi di Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Minggu (13\/9\/2026).(ANTARA FOTO\/Syifa Yulinnas\/) BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter serta potensi banjir rob yang mengintai 10 provinsi di Indonesia pada Selasa (29\/9). Prakirawan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110848,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-110847","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110847","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110847"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110847\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110848"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}