{"id":110835,"date":"2026-09-29T08:24:35","date_gmt":"2026-09-29T01:24:35","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/29\/lanskap-bujang-raba-jadi-perhutanan-sosial-pertama-masuk-perdagangan-karbon\/"},"modified":"2026-09-29T08:24:35","modified_gmt":"2026-09-29T01:24:35","slug":"lanskap-bujang-raba-jadi-perhutanan-sosial-pertama-masuk-perdagangan-karbon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/29\/lanskap-bujang-raba-jadi-perhutanan-sosial-pertama-masuk-perdagangan-karbon\/","title":{"rendered":"Lanskap Bujang Raba Jadi Perhutanan Sosial Pertama Masuk Perdagangan Karbon"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/29\/1790644763_a331c8c1602277bea8a1.jpg\" alt=\"Lanskap Bujang Raba Jadi Perhutanan Sosial Pertama Masuk Perdagangan Karbon\"\/><figcaption>penampakan landscap Hutan Lindung Bukit Panjang Rantau Bayur (Bujang Raba) (bukit warna kebiruan) dari Desa laman Panjang, Kecamatan Bathin II Ulu, Kabupaten Bungo, Provinsi jambi.(MI\/Solmi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lanskap-bujang-raba\" title=\"Lanskap Bujang Raba\">LANSKAP Bujang Raba<\/a> di Kabupaten Bungo, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jambi\" title=\"Jambi\">Jambi<\/a>, menjadi lanskap <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perhutanan-sosial\" title=\"Perhutanan Sosial\">Perhutanan Sosial<\/a> pertama yang masuk dalam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perdagangan-karbon\" title=\"Perdagangan karbon\">perdagangan karbon<\/a>. Kawasan hutan lindung Bukit Panjang Rantau Bayur seluas sekitar 7.292 hektare itu dikelola masyarakat melalui lima Hutan Desa dan dijaga 1.183 kepala keluarga.<\/p>\n<p>Kelima Hutan Desa tersebut yakni Lubuk Beringin, Laman Panjang, Buat, Sungai Telang, dan Senamat Ulu. Atas upaya masyarakat mempertahankan tutupan hutan, proyek karbon Lanskap Bujang Raba mendapat persetujuan penerbitan unit karbon sebanyak 238.281 ton setara karbon dioksida (CO2e) pada areal sekitar 6.634 hektare.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan perdagangan karbon dapat menjadi insentif bagi masyarakat yang menjaga kelestarian hutan. Ia menyebut nilai seluruh unit karbon Bujang Raba berpotensi mencapai sekitar Rp30 miliar apabila terjual.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/938491\/menhut-raja-juli-antoni-tinjau-pengelolaan-hutan-desa-lanskap-bujang-raba-di-jambi\" title=\"Menhut Raja Juli Antoni Tinjau Pengelolaan Hutan Desa Lanskap Bujang Raba di Jambi\" target=\"_blank\">Menhut Raja Juli Antoni Tinjau Pengelolaan Hutan Desa Lanskap Bujang Raba di Jambi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKita jaga hutan kita, sawah akan baik, hasil panen baik, pariwisata berjalan baik, lalu dapat bonus dari karbon. Kalau semua berjalan, bisa sekitar Rp30 miliar. Itu luar biasa,\u201d ujar Raja Juli saat meninjau Proyek Karbon Lanskap Bujang Raba di Balai Adat Rio Lubuk Beringin, Senin (28\/9).<\/p>\n<p>Menurut dia, manfaat ekonomi dari perdagangan karbon perlu dikembalikan untuk memperkuat kelestarian lingkungan, antara lain melalui penanaman pohon dan pengelolaan sungai.<\/p>\n<h3>Sempat Dihentikan<\/h3>\n<p>Perdagangan karbon di Bujang Raba sempat dihentikan pada 2021 sambil menunggu regulasi khusus. Setelah terbit Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026, Bujang Raba memperoleh persetujuan penerbitan Non-Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non-SPE). Dokumen proyek tersebut kini tengah diproses melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/909265\/empat-proyek-karbon-mulai-diperdagangkan-perhutanan-sosial-ikut-nikmati-manfaat\" title=\"Empat Proyek Karbon Mulai Diperdagangkan, Perhutanan Sosial Ikut Nikmati Manfaat\" target=\"_blank\">Empat Proyek Karbon Mulai Diperdagangkan, Perhutanan Sosial Ikut Nikmati Manfaat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Catur Endah Prasetiani mengatakan perdagangan karbon bukan tujuan akhir pengelolaan Perhutanan Sosial, melainkan insentif atas upaya masyarakat dalam menjaga kawasan hutan.<\/p>\n<p>\u201cPerdagangan karbon Perhutanan Sosial bukanlah tujuan akhir dari pengelolaan Perhutanan Sosial, melainkan insentif atas kerja baik pemegang persetujuan,\u201d kata Catur.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, insentif tersebut dapat digunakan untuk memperkuat tata kelola kawasan, kelembagaan, dan usaha masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan serta perlindungan dan pemulihan hutan.<\/p>\n<p>Secara nasional, hingga Agustus 2026, akses kelola Perhutanan Sosial telah mencapai sekitar 8,45 juta hektare melalui 11.335 unit SK kepada 1,43 juta kepala keluarga. Di Jambi, akses kelola mencapai sekitar 249.813 hektare melalui 454 unit persetujuan yang melibatkan 40.693 kepala keluarga.<\/p>\n<p>Raja Juli juga menegaskan pentingnya memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari upaya menjaga hutan. Menurutnya, pendekatan tersebut diperlukan untuk mengubah orientasi pengelolaan hutan dari menebang menjadi menanam dan menjaga.<\/p>\n<p>\u201cKalau menebang mendapat keuntungan, dan menjaga juga mendapat keuntungan, pasti lebih enak menjaga. Itu yang kita pastikan bersama, bahwa masyarakat mendapat sesuatu dari menjaga hutan,\u201d tegasnya.\u00a0\u00a0(H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/938620\/lanskap-bujang-raba-jadi-perhutanan-sosial-pertama-masuk-perdagangan-karbon\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>penampakan landscap Hutan Lindung Bukit Panjang Rantau Bayur (Bujang Raba) (bukit warna kebiruan) dari Desa laman Panjang, Kecamatan Bathin II Ulu, Kabupaten Bungo, Provinsi jambi.(MI\/Solmi) LANSKAP Bujang Raba di Kabupaten Bungo, Jambi, menjadi lanskap Perhutanan Sosial pertama yang masuk dalam perdagangan karbon. Kawasan hutan lindung Bukit Panjang Rantau Bayur seluas sekitar 7.292 hektare itu dikelola [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110836,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-110835","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110835","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110835"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110835\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}