{"id":110642,"date":"2026-09-28T23:11:11","date_gmt":"2026-09-28T16:11:11","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/28\/ahli-gizi-ingatkan-diet-sehat-tak-cukup-hanya-makan-rebusan\/"},"modified":"2026-09-28T23:11:11","modified_gmt":"2026-09-28T16:11:11","slug":"ahli-gizi-ingatkan-diet-sehat-tak-cukup-hanya-makan-rebusan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/28\/ahli-gizi-ingatkan-diet-sehat-tak-cukup-hanya-makan-rebusan\/","title":{"rendered":"Ahli Gizi Ingatkan Diet Sehat tak Cukup hanya Makan Rebusan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/28\/1790611485_0d1616688a66c72661cd.png\" alt=\"Ahli Gizi Ingatkan Diet Sehat tak Cukup hanya Makan Rebusan\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SEBAGIAN masyarakat kerap mengandalkan menu <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/makanan-rebusan\" title=\"makanan rebusan\">makanan rebusan<\/a> secara berlebihan saat menjalani program penurunan berat badan atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/diet\" title=\"Diet\">diet<\/a> sehat. Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Gizi Klinik lulusan Universitas Indonesia, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, menegaskan bahwa pola makan sehat tidak cukup hanya dengan mengonsumsi makanan rebusan tanpa gizi yang seimbang.<\/p>\n<p>\u201cBoleh makan rebusan, mungkin kalau di pagi lebih mudah. Tapi saya selalu rekomendasikan kalau bisa tetap lengkap. Ada proteinnya,\u201d ujar dr. Juwalita di Jakarta, Senin (28\/9).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dokter yang kini berpraktik di Rumah Sakit Pusat Pertamina itu menjelaskan bahwa makanan rebusan seperti kentang, ubi, singkong, dan jagung memang praktis dikonsumsi, terutama pada pagi hari. Kendati demikian, bahan-bahan tersebut tidak dengan sendirinya mencukupi kebutuhan protein harian tubuh.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/928228\/terjebak-siklus-diet-mulai-hari-seninlakukan-langkah-sederhana-ini-agar-konsisten\" title=\"Terjebak Siklus Diet &quot;Mulai Hari Senin&quot;?Lakukan Langkah Sederhana Ini Agar Konsisten\" target=\"_blank\">Terjebak Siklus Diet &#8220;Mulai Hari Senin&#8221;?Lakukan Langkah Sederhana Ini Agar Konsisten<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Oleh karena itu, ia menyarankan agar menu makanan tetap dilengkapi dengan sumber protein berkualitas, seperti telur, edamame, atau tahu kukus. Selain protein, tubuh manusia juga tetap memerlukan asupan lemak dalam porsi dan batas yang wajar selama menjalani diet.<\/p>\n<p>\u201cJadi lemak tetap kita perlukan. Jadi enggak selamanya harus makanannya itu blend hanya rebus-rebusan, kemudian tanpa lemak, tanpa minyak sama sekali,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Menurut dr. Juwalita, penggunaan minyak dalam mengolah makanan masih diperbolehkan asalkan dalam takaran yang wajar dan bijak. Sebaliknya, metode pengolahan makanan dengan cara digoreng menggunakan minyak banyak secara terus-menerus (deep frying) tetap tidak dianjurkan bagi kesehatan jangka panjang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/933483\/diet-sehat-tanpa-buang-makanan-dua-sisi-solusi-atasi-sampah-pangan\" title=\"Diet Sehat Tanpa Buang Makanan, Dua Sisi Solusi Atasi Sampah Pangan\" target=\"_blank\">Diet Sehat Tanpa Buang Makanan, Dua Sisi Solusi Atasi Sampah Pangan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Senada dengan hal tersebut, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi lulusan Universitas Andalas, dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP(K), FIHA, menekankan bahwa setiap individu perlu lebih cermat dalam memperhatikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari, terutama seiring bertambahnya usia.<\/p>\n<p>\u201cKita perlu memperhatikan apa yang kita makan dan minum. Rendah gula, rendah lemak, rendah garam. Apalagi di usia 30-an, jangan samakan dengan anak-anak yang lebih muda,\u201d kata dr. Bobby.<\/p>\n<p>Selain menjaga pola makan dengan prinsip rendah gula, garam, dan lemak, dr. Bobby memaparkan sejumlah faktor pendukung lain untuk mewujudkan tubuh yang bugar dan terhindar dari risiko penyakit serius, di antaranya:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Menghirup udara bersih serta menjauhi sumber polusi udara, paparan asap rokok, maupun rokok elektrik (vape).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Rutin berolahraga dan menerapkan gaya hidup aktif, seperti memperbanyak jalan kaki atau melakukan latihan kardio.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Menjaga kualitas tidur yang cukup dan teratur setiap hari.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Mengelola tingkat stres dengan baik agar kesehatan mental dan fisik tetap seimbang.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Seluruh rangkaian kebiasaan tersebut, imbuhnya, tidak hanya berkaitan dengan kebugaran fisik secara umum, tetapi juga memegang peranan krusial dalam menjaga kesehatan fungsi jantung serta mencegah terjadinya obesitas atau kelebihan berat badan.<\/p>\n<p>\u201cKalau ada kegemukan, itu pada umumnya terjadi ketika faktor-faktor itu tidak seimbang, akhirnya kita menjadi gemuk, dan gemuk itulah yang nanti berdistribusi menyebabkan penyakit jantung,\u201d pungkasnya. (P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/938560\/ahli-gizi-ingatkan-diet-sehat-tak-cukup-hanya-makan-rebusan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) SEBAGIAN masyarakat kerap mengandalkan menu makanan rebusan secara berlebihan saat menjalani program penurunan berat badan atau diet sehat. Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Gizi Klinik lulusan Universitas Indonesia, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, menegaskan bahwa pola makan sehat tidak cukup hanya dengan mengonsumsi makanan rebusan tanpa gizi yang seimbang. \u201cBoleh makan rebusan, mungkin kalau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110643,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-110642","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110642","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110642"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110642\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110643"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}