{"id":110432,"date":"2026-09-28T14:07:43","date_gmt":"2026-09-28T07:07:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/28\/hotspot-kalteng-melonjak-empat-kali-lipat-operasi-karhutla-diperkuat\/"},"modified":"2026-09-28T14:07:43","modified_gmt":"2026-09-28T07:07:43","slug":"hotspot-kalteng-melonjak-empat-kali-lipat-operasi-karhutla-diperkuat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/28\/hotspot-kalteng-melonjak-empat-kali-lipat-operasi-karhutla-diperkuat\/","title":{"rendered":"Hotspot Kalteng Melonjak Empat Kali Lipat, Operasi Karhutla Diperkuat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/28\/1790579157_b27a2b95f0319c0742bf.jpg\" alt=\"Hotspot Kalteng Melonjak Empat Kali Lipat, Operasi Karhutla Diperkuat\"\/><figcaption>Sejumlah pengendara melintas di Jalan Tjilik Riwut yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (12\/9\/2026).(Antara\/Auliya Rahman)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul lonjakan signifikan jumlah titik panas atau <i>hotspot<\/i> dengan tingkat kepercayaan tinggi (<i>high confidence<\/i>) di Kalimantan Tengah. Berdasarkan pemantauan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sipongi\" title=\"SiPongi\">SiPongi<\/a> hingga Minggu (27\/9) pukul 21.10 WIB, jumlah <i>hotspot<\/i> di provinsi tersebut melonjak lebih dari empat kali lipat.<\/p>\n<p>Secara nasional, Kemenhut mencatat terdapat 559 <i>hotspot high confidence<\/i> di seluruh Indonesia, meningkat 228 titik dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat 331 titik. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, menegaskan bahwa setiap peningkatan langsung ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Setiap peningkatan <i>hotspot<\/i> langsung ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan dan penguatan operasi, terutama di Kalimantan Tengah,&#8221; ujar Ristianto dalam keterangan tertulis, Senin (28\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/933987\/hotspot-karhutla-nasional-turun-400-titik-operasi-udara-diperkuat\" title=\"Hotspot Karhutla Nasional Turun 400 Titik, Operasi Udara Diperkuat\" target=\"_blank\">Hotspot Karhutla Nasional Turun 400 Titik, Operasi Udara Diperkuat<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Sebaran Hotspot di Provinsi Prioritas<\/h2>\n<p>Pergerakan <i>hotspot<\/i> di enam provinsi prioritas menunjukkan kondisi yang bervariasi. Selain Kalimantan Tengah, kenaikan juga terjadi di Kalimantan Barat dan Jambi. Sebaliknya, Sumatra Selatan dan Kalimantan Selatan mencatat penurunan jumlah titik panas.<\/p>\n<p>Berikut rincian sebaran <i>hotspot high confidence<\/i> di enam provinsi prioritas:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kalimantan Tengah:<\/strong> 134 titik (naik dari 30 titik)<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Sumatera Selatan:<\/strong> 29 titik (turun dari 38 titik)<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kalimantan Selatan:<\/strong> 25 titik (turun dari 40 titik)<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kalimantan Barat:<\/strong> 11 titik (naik dari 2 titik)<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Jambi:<\/strong> 5 titik (naik dari 1 titik)<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Riau:<\/strong> Nihil (sama seperti hari sebelumnya)<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Kemenhut mengingatkan bahwa angka <i>hotspot<\/i> merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang dideteksi satelit (NASA Terra\/Aqua, SNPP, dan NOAA-20) dan tidak selalu sama dengan jumlah kejadian kebakaran. Satu titik api bisa terdeteksi sebagai beberapa <i>hotspot<\/i>, sehingga verifikasi lapangan tetap menjadi prosedur wajib.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/911958\/luas-karhutla-nasional-2026-tembus-107-ribu-hektare\" title=\"Luas Karhutla Nasional 2026 Tembus 107 Ribu Hektare\" target=\"_blank\">Luas Karhutla Nasional 2026 Tembus 107 Ribu Hektare<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Penguatan Operasi Darat dan Udara<\/h2>\n<p>Untuk menangani situasi ini, pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara secara nasional. Dari jumlah tersebut, 17 unit dialokasikan untuk patroli dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/operasi-modifikasi-cuaca\" title=\"operasi modifikasi cuaca\">Operasi Modifikasi Cuaca<\/a> (OMC), sementara 44 unit lain\u00a0difokuskan untuk <i>water bombing<\/i>. Sebanyak 55 unit armada udara dikonsentrasikan di enam provinsi prioritas.<\/p>\n<p>Operasi udara ini disinergikan dengan operasi darat yang melibatkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/manggala-agni\" title=\"Manggala Agni\">Manggala Agni<\/a>, BNPB, TNI, Polri, BPBD, serta relawan dan masyarakat. Selain pemadaman, tim di lapangan melakukan <i>groundcheck<\/i>, pembasahan, hingga <i>mopping up<\/i> untuk memastikan bara api di lahan gambut benar-benar padam.<\/p>\n<p>BMKG juga terus melaksanakan OMC untuk pembasahan lahan gambut. Di Kalimantan Tengah, OMC telah dilakukan pada periode 22-27 September 2026, sementara di Kalimantan Selatan pada 22-26 September 2026.<\/p>\n<h2>Kualitas Udara dan Perlindungan Satwa<\/h2>\n<p>Pemerintah turut memantau kualitas udara melalui parameter PM2,5. Meski sebagian besar wilayah Indonesia masih dalam kategori baik hingga sedang, beberapa wilayah di Kalimantan mulai menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker jika kondisi udara memburuk.<\/p>\n<p>Selain dampak kesehatan manusia, Kemenhut memberikan perhatian pada keselamatan satwa liar. Masyarakat diminta tidak melakukan evakuasi mandiri jika menemukan satwa yang keluar dari habitatnya akibat kebakaran, melainkan segera melapor ke Balai KSDA atau petugas terdekat.<\/p>\n<p><strong>Peringatan Dini:<\/strong> BMKG mengeluarkan peringatan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah provinsi prioritas. Meski membantu pembasahan, kewaspadaan tetap diperlukan karena bara pada lahan gambut dapat bertahan lama di bawah permukaan tanah.<\/p>\n<p>Kemenhut kembali menegaskan larangan bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Laporan segera atas temuan asap atau titik api sangat diharapkan guna penanganan sedini mungkin. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/938330\/hotspot-kalteng-melonjak-empat-kali-lipat-operasi-karhutla-diperkuat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejumlah pengendara melintas di Jalan Tjilik Riwut yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (12\/9\/2026).(Antara\/Auliya Rahman) KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul lonjakan signifikan jumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Kalimantan Tengah. Berdasarkan pemantauan SiPongi hingga Minggu (27\/9) pukul 21.10 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110433,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-110432","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110432","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110432"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110432\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}