{"id":110414,"date":"2026-09-28T13:20:54","date_gmt":"2026-09-28T06:20:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/28\/fosil-hewan-3d-berusia-560-juta-tahun-ditemukan-di-lapangan-domba-norwegia\/"},"modified":"2026-09-28T13:20:54","modified_gmt":"2026-09-28T06:20:54","slug":"fosil-hewan-3d-berusia-560-juta-tahun-ditemukan-di-lapangan-domba-norwegia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/28\/fosil-hewan-3d-berusia-560-juta-tahun-ditemukan-di-lapangan-domba-norwegia\/","title":{"rendered":"Fosil Hewan 3D Berusia 560 Juta Tahun Ditemukan di Lapangan Domba Norwegia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/28\/1790557909_f10f6c5bd6239c155374.jpg\" alt=\"Fosil Hewan 3D Berusia 560 Juta Tahun Ditemukan di Lapangan Domba Norwegia\"\/><figcaption>Fosil hewan 3D ini berasal dari 560 juta tahun yang lalu.(Yorick Veenma)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PARA peneliti berhasil menemukan salah satu fosil hewan berbentuk tiga dimensi (3D) tertua yang pernah terungkap di Bumi. Fosil organisme purba <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/charnia\" title=\"Charnia\">Charnia<\/a> yang diperkirakan berusia 560 juta tahun tersebut ditemukan secara tidak sengaja di sebuah lapangan penggembalaan domba di wilayah Arktik Finnmark, Norwegia.<\/p>\n<p>Penemuan bersejarah yang dipimpin oleh tim peneliti dari Universitas Cambridge ini menjadi situs fosil utama baru pertama yang ditemukan di Eropa dalam beberapa dekade terakhir. Fosil tersebut berasal dari Periode Ediakara, sebuah era ketika bentuk-bentuk kehidupan kompleks pertama kali mulai muncul di muka Bumi.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Secara bentuk, Charnia lebih menyerupai daun pakis dibandingkan hewan modern yang dikenal saat ini. Organisme purba ini tidak memiliki mulut, organ dalam, maupun alat gerak yang terlihat. Para ilmuwan mengagambarkannya layaknya &#8220;kantong berisi cairan&#8221; menyerupai ubur-ubur yang hidup menetap di dasar laut. Kendati demikian, Charnia diyakini sebagai salah satu kelompok hewan paling awal yang pernah menghuni Bumi.<\/p>\n<p>Sebagian besar fosil dari era Ediakara yang ditemukan di berbagai belahan dunia biasanya hanya berupa cetakan pipih, layaknya bunga yang tertekan di dalam lipatan halaman buku. Hal ini terjadi karena organisme pada masa itu berstruktur tubuh lunak dan belum memiliki kerangka keras.<\/p>\n<p>Namun, fosil Charnia yang ditemukan di Norwegia ini terawetkan secara sempurna dalam detail tiga dimensi. Preservasi langka ini terjadi ketika organisme tersebut tersapu oleh longsoran lumpur bawah laut purba dan dengan cepat tertimbun di dasar laut. Sedimen yang masuk dan mengisi rongga tubuhnya membuat bentuk 3D organisme ini terjaga dengan utuh.<\/p>\n<p>Berkat pengawetan berkuallitas tinggi tersebut, tim peneliti berhasil mengidentifikasi struktur lengkungan halus berbentuk gerigi (keels) di sepanjang cabang tubuh Charnia. Fitur rinci ini sebelumnya tidak pernah terdeteksi pada fosil-fosil lain yang berbentuk pipih.<\/p>\n<p>Peneliti utama studi ini, Yorick Veenma, menyoroti pentingnya penjelajahan di lokasi-lokasi baru untuk menemukan jejak kehidupan purba.<\/p>\n<p>&#8220;Sebagai ilmuwan, kita cenderung pergi ke lokasi yang sama dan sudah dikenal berulang kali untuk mencari fosil seperti ini. Penemuan ini menunjukkan bahwa masih ada potensi besar untuk penemuan di tempat-tempat yang kurang familiar,&#8221; ujar Veenma.<\/p>\n<p>Anggota tim peneliti lainnya, Profesor Neil Davies dari Departemen Ilmu Bumi Universitas Cambridge, menambahkan bahwa penemuan ini membuka peluang adanya ekosistem purba lain yang belum terjamah di kawasan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Mungkin ada seluruh komunitas tak terjamah dari organisme sangat awal yang terawetkan di sana. Bentuk-bentuk kecil menyerupai payung yang aneh, hal-hal yang tidak cocok dengan apa yang diketahui orang dari tempat lain. Ada banyak hal berbeda yang belum diketahui sebelumnya,&#8221; ungkap Davies.<\/p>\n<p>Penemuan fosil di Finnmark ini juga membuktikan bahwa penyebaran hewan-hewan paling awal di Bumi jauh lebih luas dari yang diperkirakan sebelumnya. Hasil penelitian mengenai fosil Charnia 3D ini telah resmi dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Palaeontology. (Earth\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/938261\/fosil-hewan-3d-berusia-560-juta-tahun-ditemukan-di-lapangan-domba-norwegia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fosil hewan 3D ini berasal dari 560 juta tahun yang lalu.(Yorick Veenma) PARA peneliti berhasil menemukan salah satu fosil hewan berbentuk tiga dimensi (3D) tertua yang pernah terungkap di Bumi. Fosil organisme purba Charnia yang diperkirakan berusia 560 juta tahun tersebut ditemukan secara tidak sengaja di sebuah lapangan penggembalaan domba di wilayah Arktik Finnmark, Norwegia. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110415,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-110414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110414"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110414\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}