{"id":109992,"date":"2026-09-27T12:12:41","date_gmt":"2026-09-27T05:12:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/27\/waspada-label-makanan-sering-bikin-produk-tampak-lebih-sehat-dari-aslinya\/"},"modified":"2026-09-27T12:12:41","modified_gmt":"2026-09-27T05:12:41","slug":"waspada-label-makanan-sering-bikin-produk-tampak-lebih-sehat-dari-aslinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/27\/waspada-label-makanan-sering-bikin-produk-tampak-lebih-sehat-dari-aslinya\/","title":{"rendered":"Waspada Label Makanan Sering Bikin Produk Tampak Lebih Sehat dari Aslinya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/27\/1790473657_c8d30febcc5811f43dd1.jpg\" alt=\"Waspada! Label Makanan Sering Bikin Produk Tampak Lebih Sehat dari Aslinya\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KLAIM bernada positif seperti &#8220;bebas gula&#8221;, &#8220;rendah lemak&#8221;, hingga &#8220;100% alami&#8221; pada kemasan makanan kerap menjadi magnet utama saat kita berbelanja. Namun, riset terbaru menunjukkan klaim-klaim yang tertera pada kemasan produk makanan sering kali membuat produk tersebut terlihat jauh lebih sehat daripada kandungan gizi sebenarnya.<\/p>\n<p>Fenomena ini dikenal dalam istilah sains psikologi konsumen sebagai health halo effect atau efek halo kesehatan. Ketika konsumen melihat satu klaim yang terkesan menyehatkan pada bagian depan kemasan, mereka cenderung berasumsi bahwa keseluruhan produk tersebut baik untuk kesehatan, tanpa memeriksa tabel informasi nilai gizi secara menyeluruh.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Studi ilmiah yang meneliti perilaku konsumen dan persepsi nutrisi menemukan bahwa klaim pemasaran pada sisi depan kemasan sangat memengaruhi keputusan pembeli. Banyak konsumen yang melewatkan membaca daftar bahan (ingredients) dan rincian kandungan gula, garam, serta lemak jenuh yang tertera di bagian belakang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/886392\/nutri-level-terobosan-kebijakan-pangan-sehat-indonesia-yang-perlu-diperkuat\" title=\"Nutri Level, Terobosan Kebijakan Pangan Sehat Indonesia yang Perlu Diperkuat\" target=\"_blank\">Nutri Level, Terobosan Kebijakan Pangan Sehat Indonesia yang Perlu Diperkuat<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Trik Pemasaran dan Persepsi Nutrisi<\/h2>\n<p>Sebuah produk makanan mungkin saja secara sah mencantumkan klaim &#8220;rendah lemak&#8221;. Namun, untuk menjaga rasa agar tetap diminati, produsen kerap menambahkan kadar gula atau pemanis buatan dalam jumlah tinggi.<\/p>\n<p>Begitu pula dengan produk yang berlabel &#8220;bebas gula&#8221;, yang tak jarang justru mengandung kadar lemak jenuh atau kalori yang cukup tinggi.<\/p>\n<p>Kondisi ini menciptakan jurang pemisah antara persepsi sehat yang ditangkap oleh konsumen dengan fakta nutrisi yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh. Ketergantungan pada klaim di bagian depan kemasan tanpa membaca rincian gizi lengkap berisiko mengganggu pola makan seimbang dan menggagalkan program kesehatan yang sedang dijalankan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/854960\/orangtua-diingatkan-agar-mewaspadai-gula-tersembunyi-dalam-label-makanan-anak\" title=\"Orangtua Diingatkan Agar Mewaspadai Gula Tersembunyi dalam Label Makanan Anak\" target=\"_blank\">Orangtua Diingatkan Agar Mewaspadai Gula Tersembunyi dalam Label Makanan Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>para peneliti menekankan pentingnya edukasi bagi masyarakat agar tidak mudah terkecoh oleh teknik pengemasan produk.<\/p>\n<p>&#8220;<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/klaim-nutrisi\" title=\"klaim nutrisi\">Klaim nutrisi<\/a> tunggal pada kemasan depan sering kali menciptakan gambaran yang menyesatkan tentang kualitas gizi produk secara keseluruhan,&#8221; catat laporan riset tersebut. &#8220;Konsumen perlu dilatih untuk melihat tabel informasi nilai gizi secara utuh ketimbang hanya mengandalkan slogan pemasaran.&#8221;<\/p>\n<p>Untuk menghindari salah persepsi saat memilih produk olahan di supermarket, para ahli gizi menyarankan beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan oleh konsumen:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Prioritaskan Sisi Belakang Kemasan: Jangan langsung percaya pada slogan di bagian depan. Langsung balik kemasan untuk memeriksa Informasi Nilai Gizi (Nutrition Facts).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Cermati Ukuran Takaran Saji (Serving Size): Angka kandungan kalori, gula, dan lemak yang tertera biasanya dihitung per takaran saji, bukan untuk satu kemasan utuh.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Periksa Urutan Bahan: Komposisi bahan diurutkan mulai dari jumlah yang paling banyak hingga yang paling sedikit. Jika gula, garam, atau minyak berada di urutan atas, produk tersebut tinggi kandungan bahan tersebut.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Waspadai Nama Lain Gula: Gula sering kali tersembunyi di balik istilah lain seperti sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS), dekstrosa, maltodekstrin, suksosa, atau konsentrat jus buah.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Dengan meningkatkan kecermatan saat membaca label, konsumen dapat membuat keputusan belanja yang lebih tepat dan benar-benar mendukung kesehatan tubuh jangka panjang. (Earth\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/938070\/waspada-label-makanan-sering-bikin-produk-tampak-lebih-sehat-dari-aslinya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) KLAIM bernada positif seperti &#8220;bebas gula&#8221;, &#8220;rendah lemak&#8221;, hingga &#8220;100% alami&#8221; pada kemasan makanan kerap menjadi magnet utama saat kita berbelanja. Namun, riset terbaru menunjukkan klaim-klaim yang tertera pada kemasan produk makanan sering kali membuat produk tersebut terlihat jauh lebih sehat daripada kandungan gizi sebenarnya. Fenomena ini dikenal dalam istilah sains psikologi konsumen sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109993,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109992","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109992","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109992"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109992\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109993"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109992"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109992"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109992"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}