{"id":109972,"date":"2026-09-27T11:20:36","date_gmt":"2026-09-27T04:20:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/27\/mengintip-awal-waktu-teleskop-james-webb-temukan-alam-semesta-purba-tak-murni-lagi\/"},"modified":"2026-09-27T11:20:36","modified_gmt":"2026-09-27T04:20:36","slug":"mengintip-awal-waktu-teleskop-james-webb-temukan-alam-semesta-purba-tak-murni-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/27\/mengintip-awal-waktu-teleskop-james-webb-temukan-alam-semesta-purba-tak-murni-lagi\/","title":{"rendered":"Mengintip Awal Waktu, Teleskop James Webb Temukan Alam Semesta Purba Tak Murni Lagi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/27\/1790470030_20844b2f1c886e03e132.jpg\" alt=\"Mengintip Awal Waktu, Teleskop James Webb Temukan Alam Semesta Purba Tak Murni Lagi\"\/><figcaption>Ilustrasi sebuah galaksi purba yang mengeluarkan unsur-unsur berat (oranye) ke sekitarnya.(Yongda Zhu)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TELESKOP Luar Angkasa James Webb (JWST) kembali mengubah pemahaman manusia tentang sejarah kosmos. Pengamatan terbaru menunjukkan bahwa pada usia yang masih sangat muda, alam semesta ternyata tidak semurni dan sebebas elemen berat seperti yang diyakini para ilmuwan selama ini.<\/p>\n<p>Hanya 500 juta tahun setelah peristiwa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/big-bang\" title=\"Big Bang\">Big Bang<\/a>, atau saat usia alam semesta baru sekitar 3% dari umurnya saat ini, galaksi-galaksi purba ternyata telah secara aktif memompa elemen-elemen berat ke ruang antargalaksi di sekitarnya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Temuan yang dipimpin Yongda Zhu dari University of Arizona ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy. Riset ini berfokus pada analisis tiga galaksi purba yang penampakannya berasal dari 13,3 miliar tahun lalu, bertepatan dengan era penting yang dikenal sebagai Era Reionisasi (Epoch of Reionization).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/936911\/teleskop-james-webb-temukan-air-dekat-lubang-hitam-supermasif\" title=\"Teleskop James Webb Temukan Air dekat Lubang Hitam Supermasif\" target=\"_blank\">Teleskop James Webb Temukan Air dekat Lubang Hitam Supermasif<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kami mengamati bahwa elemen-elemen berat terlepas dari galaksi pada waktu kosmik yang sangat, sangat awal,&#8221; ungkap Yongda Zhu. &#8220;Galaksi-galaksi tersebut tidak hanya menghasilkan elemen-elemen ini, tetapi juga menyebarkannya, yang kemungkinan menjadi &#8216;benih&#8217; bagi galaksi-galaksi lain.&#8221;<\/p>\n<h2>Menyebar Seperti Pewarna Makanan dalam Air<\/h2>\n<p>Pada masa-masa awal pembentukannya, alam semesta sebagian besar hanya diisi oleh elemen paling ringan, yakni hidrogen dan sedikit helium. Bintang-bintang generasi pertama, yang dikenal sebagai Bintang Populasi III (POP III), terbentuk dari gas murni ini. Seiring bertambahnya usia, bintang-bintang tersebut menempal elemen yang lebih berat (yang disebut astronom sebagai &#8220;logam&#8221;) di inti mereka, lalu menyebarkannya ke antariksa saat meledak di akhir hidupnya.<\/p>\n<p>Awalnya, para ilmuwan menduga proses pengayaan logam ini membutuhkan waktu yang relatif lama. Namun, data spektrum cahaya dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/teleskop-james-webb\" title=\"Teleskop James Webb\">teleskop James Webb<\/a> menunjukkan keberadaan gas yang kaya akan oksigen, karbon, silikon, dan logam lainnya yang mengalir keluar dari galaksi purba.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/936469\/teleskop-james-webb-bantu-astronom-jadi-prakirawan-cuaca-planet-asing\" title=\"Teleskop James Webb Bantu Astronom Jadi 'Prakirawan Cuaca' Planet Asing\" target=\"_blank\">Teleskop James Webb Bantu Astronom Jadi &#8216;Prakirawan Cuaca&#8217; Planet Asing<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Bayangkan elemen-elemen ini, yang berasal dari bintang-bintang di galaksi, seperti pewarna makanan yang diteteskan ke dalam secangkir air,&#8221; kata Zhu. &#8220;Warnanya mulai menyebar ke seluruh air, dan dengan cara yang mirip, elemen-elemen berat dari galaksi-galaksi awal ini mulai melarikan diri ke ruang angkasa dan &#8216;memperkaya&#8217; lingkungan di sekitarnya.&#8221;<\/p>\n<p>Zhu juga menambahkan perumpamaan lain mengenai kondisi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/alam-semesta-purba\" title=\"alam semesta purba\">alam semesta purba<\/a> ini. &#8220;Jika Anda memulai dengan es krim vanila murni tetapi mulai mencampurkan meses tak lama setelahnya, tidak butuh waktu lama sampai Anda tidak dapat lagi menemukan es krim vanila murni yang polos,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<h2>Menguak Misteri Hilangnya Bintang Pertama<\/h2>\n<p>Struktur kimia dari gas yang terdeteksi di sekitar galaksi purba tersebut secara mengejutkan sangat mirip dengan karakteristik galaksi-galaksi modern yang sudah berevolusi jutaan tahun setelahnya.<\/p>\n<p>Penemuan ini memberikan petunjuk penting bagi salah satu teka-teki terbesar dalam dunia astronomi modern: mengapa para ilmuwan begitu sulit menemukan keberadaan Bintang Populasi III.<\/p>\n<p>Selama bertahun-tahun, para astronom berupaya mencari jejak cahaya bintang yang menyinari gas hidrogen murni. Namun, temuan JWST ini membuktikan bahwa gas hidrogen murni tersebut telah terkontaminasi dan lenyap jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. (Space\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/938066\/mengintip-awal-waktu-teleskop-james-webb-temukan-alam-semesta-purba-tak-murni-lagi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi sebuah galaksi purba yang mengeluarkan unsur-unsur berat (oranye) ke sekitarnya.(Yongda Zhu) TELESKOP Luar Angkasa James Webb (JWST) kembali mengubah pemahaman manusia tentang sejarah kosmos. Pengamatan terbaru menunjukkan bahwa pada usia yang masih sangat muda, alam semesta ternyata tidak semurni dan sebebas elemen berat seperti yang diyakini para ilmuwan selama ini. Hanya 500 juta tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109973,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109972","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109972","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109972"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109972\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109973"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109972"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109972"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109972"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}