{"id":109862,"date":"2026-09-27T01:50:38","date_gmt":"2026-09-26T18:50:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/27\/jokowi-psi-partai-baru-tapi-sudah-banyak-yang-ketakutan\/"},"modified":"2026-09-27T01:50:38","modified_gmt":"2026-09-26T18:50:38","slug":"jokowi-psi-partai-baru-tapi-sudah-banyak-yang-ketakutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/27\/jokowi-psi-partai-baru-tapi-sudah-banyak-yang-ketakutan\/","title":{"rendered":"Jokowi PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/26\/1790424796_64c870ec0ad98b42632f.jpg\" alt=\"Jokowi: PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan\"\/><figcaption>PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo mendorong Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meyakini potensinya untuk berkembang menjadi partai besar.(Dok. Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo mendorong Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meyakini potensinya untuk berkembang menjadi partai besar. Menurut <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jokowi\" title=\"Jokowi\">Jokowi<\/a>, meski berstatus sebagai partai baru, PSI kini mulai diperhitungkan hingga membuat sejumlah pihak merasa khawatir dengan perkembangannya.<\/p>\n<p>\u201cKarena meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan,\u201d kata Jokowi di Rakorda DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26\/9).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Jokowi menegaskan, status sebagai partai baru bukan alasan bagi PSI untuk merasa kecil. Sebaliknya, ia meminta seluruh kader memiliki keyakinan bahwa PSI mampu berkembang menjadi partai besar.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/937935\/kunjungan-jokowi-ke-rakorda-psi-bandung-struktur-100-harus-hidup\" title=\"Kunjungan Jokowi ke Rakorda PSI Bandung: Struktur 100% Harus Hidup\" target=\"_blank\">Kunjungan Jokowi ke Rakorda PSI Bandung: Struktur 100% Harus Hidup<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cWong sama partai baru saja kok takut. Ini partai baru, tapi juga hati-hati. Meskipun partai baru, hati-hati, ini akan menjadi partai besar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung soal parliamentary threshold atau ambang batas parlemen. Ia meminta kader PSI tidak menjadikan besaran ambang batas tersebut sebagai alasan untuk khawatir.<\/p>\n<p>Menurut Jokowi, berapa pun ambang batas parlemen yang nantinya ditetapkan, fokus utama PSI harus tetap pada kerja organisasi dan penguatan struktur partai.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/937932\/jokowi-minta-struktur-psi-bandung-tidak-sekadar-lengkap-tapi-aktif-bekerja\" title=\"Jokowi Minta Struktur PSI Bandung tidak Sekadar Lengkap, tapi Aktif Bekerja\" target=\"_blank\">Jokowi Minta Struktur PSI Bandung tidak Sekadar Lengkap, tapi Aktif Bekerja<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cOleh sebab itu saya sampaikan, mau parliamentary threshold 5%, oke, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 6%, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 7%, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 8%, nggak masalah,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Jokowi menilai kerja keras kader dan keberadaan struktur partai yang aktif menjadi hal yang lebih penting. Ia meminta seluruh struktur PSI benar-benar hidup dan bekerja di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cAsal, as long as, asalkan saudara-saudara bekerja keras untuk partai, strukturnya aktif dan bekerja, hidup dan bekerja,\u201d kata Jokowi.<\/p>\n<p>Ia kembali menekankan bahwa kerja organisasi menjadi kunci bagi PSI. Karena itu, kader diminta tidak terlalu mencemaskan persoalan parliamentary threshold.<\/p>\n<p>\u201cKuncinya hanya di situ. Nggak usah takut dengan yang namanya parliamentary threshold. Jelas semuanya?\u201d terang Jokowi.<\/p>\n<p>Jokowi kemudian meminta kader PSI meyakini target untuk berkembang menjadi partai besar. Menurut dia, target PSI tidak semestinya berhenti pada sekadar mendapatkan kursi di parlemen.<\/p>\n<p>\u201cKita harus meyakini itu, kita harus meyakini itu. Target kita bukan hanya masuk Senayan, bukan hanya masuk Senayan,\u201d kata Jokowi.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana mengatakan bergabungnya Jokowi ke dalam keluarga besar PSI menjadi momentum penting bagi partai tersebut. Ia menyebut momentum itu sebagai salah satu motor menuju kemenangan PSI pada Pemilu 2029.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan bergabungnya Pak Jokowi dalam keluarga besar PSI. Kita semakin optimistis, PSI akan menang di Pemilu 2029 mendatang,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rakorda-psi-bandung\" title=\"rakorda psi Bandung\">Rakorda PSI Bandung<\/a> turut dihadiri Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Wakil Ketua Umum DPP PSI Andi Saiful Haq, Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie, Anggota Dewan Pembina PSI Isyana Bagoes Oka, serta Rusdi Masse Mappasessu. (I-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/937963\/jokowi-psi-partai-baru-tapi-sudah-banyak-yang-ketakutan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo mendorong Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meyakini potensinya untuk berkembang menjadi partai besar.(Dok. Istimewa) PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo mendorong Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meyakini potensinya untuk berkembang menjadi partai besar. Menurut Jokowi, meski berstatus sebagai partai baru, PSI kini mulai diperhitungkan hingga membuat sejumlah pihak merasa khawatir dengan perkembangannya. \u201cKarena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109863,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109862","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109862","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109862"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109862\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109863"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109862"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109862"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109862"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}