{"id":109792,"date":"2026-09-26T22:52:41","date_gmt":"2026-09-26T15:52:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/bukan-kepiting-horseshoe-crab-ternyata-kerabat-dekat-laba-laba-dan-kalajengking\/"},"modified":"2026-09-26T22:52:41","modified_gmt":"2026-09-26T15:52:41","slug":"bukan-kepiting-horseshoe-crab-ternyata-kerabat-dekat-laba-laba-dan-kalajengking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/bukan-kepiting-horseshoe-crab-ternyata-kerabat-dekat-laba-laba-dan-kalajengking\/","title":{"rendered":"Bukan Kepiting, Horseshoe Crab Ternyata Kerabat Dekat Laba-Laba dan Kalajengking"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/26\/1790437629_3fee998287c621d699c6.jpg\" alt=\"Bukan Kepiting, Horseshoe Crab Ternyata Kerabat Dekat Laba-Laba dan Kalajengking\"\/><figcaption>horseshoe crab(Doc University of Wisconsin\u2013Madison)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Selama ini banyak orang mengira <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kepiting-tapal-kuda\" title=\"kepiting tapal kuda\">kepiting tapal kuda<\/a> atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/horseshoe-crab\" title=\"horseshoe crab\">horseshoe crab<\/a> adalah &#8220;kepiting&#8221; seperti apa yang tertulis dalam namanya. Namun, sebuah studi dari University of Wisconsin\u2013Madison akhirnya memastikan bahwa hewan berdarah biru dan bercangkang keras dengan sepuluh kaki panjang ini justru merupakan bagian dari keluarga arachnida atau kelompok yang sama dengan laba-laba, kalajengking, dan tungau.<\/p>\n<h3><strong>Perdebatan Klasifikasi Selama Lebih dari Satu Abad<\/strong><\/h3>\n<p>Sejak dulu, posisi taksonomi kepiting tapal kuda memang selalu menjadi bahan perdebatan. Awalnya, hewan purba ini dianggap masih berkerabat dekat dengan kepiting, lobster, dan jenis krustasea lainnya.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Namun pada tahun 1881, ahli biologi evolusi E. Ray Lankester justru menempatkannya dalam kelompok yang lebih mirip laba-laba dan kalajengking. Sejak saat itu, kepiting tapal kuda sudah lama diduga sebagai kerabat dekat arachnida, tetapi data urutan molekuler yang tersedia selama bertahun-tahun terlalu terbatas untuk benar-benar memastikannya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/856047\/menjaga-fosil-hidup-mengurai-urgensi-konservasi-ilmiah-dalam-pelepasliaran-belangkas\" title=\"Menjaga Fosil Hidup, Mengurai Urgensi Konservasi Ilmiah dalam Pelepasliaran Belangkas\" target=\"_blank\">Menjaga Fosil Hidup, Mengurai Urgensi Konservasi Ilmiah dalam Pelepasliaran Belangkas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Hal ini menimbulkan keraguan dalam menentukan klasifikasi kepiting tapal kuda antara para ilmuwan.<\/p>\n<h3><strong>Bukti Genetik Menjadi Kunci Jawaban<\/strong><\/h3>\n<p>Dua ilmuwan evolusi dari University of Wisconsin\u2013Madison, Jes\u00fas Ballesteros dan Profesor Prashant Sharma, berhasil menuntaskan misteri klasifikasi kepiting tapal kuda melalui \u00a0studi yang dipublikasikan di jurnal Systematic Biology. \u00a0<\/p>\n<p>Dalam situs resmi Universitas Wisconsin-Madison, dijelaskan bahwa para peneliti menganalisis data genetik dalam jumlah besar serta menguji berbagai kemungkinan cara menganalisisnya dan menerima hasil yang meyakinkan kedua peneliti tersebut bahwa kepiting tapal kuda memang tergolong dalam kelompok arachnida.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/789732\/hewan-tertua-di-bumi-pernah-hidup-bersama-dinosaurus\" title=\"Hewan Tertua di Bumi: Pernah Hidup Bersama Dinosaurus?\" target=\"_blank\">Hewan Tertua di Bumi: Pernah Hidup Bersama Dinosaurus?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Dengan menunjukkan bahwa kepiting tapal kuda merupakan bagian dari radiasi evolusi arachnida, dibandingkan sebagai pemilik garis keturunan yang berkerabat dekat namun terpisah dari arachnida, semua hipotesis sebelumnya mengenai evolusi arachnida perlu direvisi,&#8221; ujar Ballesteros, seorang peneliti pascadoktoral di laboratorium Sharma.<\/p>\n<p>&#8220;Ini merupakan perubahan besar dalam pemahaman kita mengenai evolusi arthropoda.&#8221;<\/p>\n<p>Arthropoda sendiri kerap dianggap sebagai kelompok hewan paling ahli karena mampu menghuni daratan, perairan, hingga udara, dengan lebih dari satu juta spesies yang tercakup termasuk serangga, krustasea, dan arachnida.<\/p>\n<p>Dalam penelitian terdahulu, klasifikasi kepiting tapal kuda sebagai bagian arthropoda memang selalu menjadi tantangan tersendiri. Setiap kali genom mereka dianalisis, hasilnya selalu menunjukkan kekerabatan dengan arachnida seperti laba-laba, kalajengking, tungau, hingga hewan yang kurang dikenal seperti vinegaroon.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Para ilmuwan selalu mengira hasil itu merupakan kesalahan, bahwa ada masalah dengan datanya,&#8221; tutur Ballesteros.<\/p>\n<p>Selain dari sisi genetik, kepiting tapal kuda juga memiliki kombinasi ciri fisik yang ditemukan pada berbagai kelompok arthropoda berbeda yang turut membuat proses klasifikasinya menjadi rumit selama bertahun-tahun. Namun dengan penelitian ini, sudah dikonfirmasi bahwa kepiting tapal kuda memang tergolong sebagai kerabat arachnida.<\/p>\n<p>Kesimpulan ini diperoleh setelah tim peneliti melakukan pengurutan sejumlah besar materi genetik dari kepiting tapal kuda maupun berbagai spesies arachnida lain, lalu menyusun pohon kekerabatan yang paling masuk akal berdasarkan data tersebut.<\/p>\n<h3><strong>Dampak bagi Dunia Sains<\/strong><\/h3>\n<p>Posisi kepiting tapal kuda dalam pohon keluarga arachnida kini sudah dipastikan. Hal tersebut merupakan bukti bahwa para ilmuwan harus menata ulang pemahaman mereka mengenai jalur evolusi kelompok arachnida secara keseluruhan.\u00a0<\/p>\n<p>Studi ini menjadi salah satu contoh menarik bagaimana kemajuan teknologi analisis genetik mampu menjawab pertanyaan klasifikasi biologis yang sempat mengganjal para peneliti selama lebih dari seabad lamanya.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>University of Wisconsin\u2013Madison<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/938025\/bukan-kepiting-horseshoe-crab-ternyata-kerabat-dekat-laba-laba-dan-kalajengking\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>horseshoe crab(Doc University of Wisconsin\u2013Madison) Selama ini banyak orang mengira kepiting tapal kuda atau horseshoe crab adalah &#8220;kepiting&#8221; seperti apa yang tertulis dalam namanya. Namun, sebuah studi dari University of Wisconsin\u2013Madison akhirnya memastikan bahwa hewan berdarah biru dan bercangkang keras dengan sepuluh kaki panjang ini justru merupakan bagian dari keluarga arachnida atau kelompok yang sama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109793,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109792","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109792","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109792"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109792\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109793"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109792"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109792"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109792"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}