{"id":109686,"date":"2026-09-26T18:30:40","date_gmt":"2026-09-26T11:30:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/harga-bbm-nonsubsidi-oktober-2026-diprediksi-naik-5-11-persen\/"},"modified":"2026-09-26T18:30:40","modified_gmt":"2026-09-26T11:30:40","slug":"harga-bbm-nonsubsidi-oktober-2026-diprediksi-naik-5-11-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/harga-bbm-nonsubsidi-oktober-2026-diprediksi-naik-5-11-persen\/","title":{"rendered":"Harga BBM Nonsubsidi Oktober 2026 Diprediksi Naik 5-11 Persen"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/26\/1790422025_2df6724a5b712b293894.jpg\" alt=\"Harga BBM Nonsubsidi Oktober 2026 Diprediksi Naik 5-11 Persen\"\/><figcaption>ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Peneliti sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, memproyeksikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan mengalami kenaikan sebesar 5 hingga 11 persen pada Oktober 2026. Proyeksi ini didasarkan pada perhitungan rata-rata pasar sepanjang periode 25 Agustus hingga 25 September 2026.<\/p>\n<p>Yayan menjelaskan bahwa tekanan kenaikan harga masih sangat terasa. Hal ini dipicu oleh harga bensin olahan di Singapura (MOPS) yang melonjak sekitar 14 persen pada periode tersebut.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Harga Oktober dihitung dari rata-rata pasar 25 Agustus\u201325 September, dan pada periode itu harga bensin olahan di Singapura (MOPS) naik sekitar 14 persen,&#8221; ujar Yayan saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (26\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/899182\/relawan-kenaikan-harga-pertamax-tidak-terelakkan\" title=\"Relawan: Kenaikan Harga Pertamax tidak Terelakkan\" target=\"_blank\">Relawan: Kenaikan Harga Pertamax tidak Terelakkan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Analisis Data Pasar dan Nilai Tukar<\/h2>\n<p>Berdasarkan data yang dipaparkan Yayan, rata-rata MOPS bensin meningkat dari 111,4 dolar AS per barel pada jendela harga September menjadi sekitar 126,7 dolar AS per barel untuk jendela harga Oktober. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terpantau menguat dari posisi Rp17.892 per dolar AS menjadi Rp17.630 per dolar AS.<\/p>\n<p>Meskipun rupiah menguat, kenaikan harga komoditas global tetap memberikan dampak signifikan pada formula harga BBM. Yayan memperkirakan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/harga-pertamax\" title=\"harga pertamax\">harga Pertamax<\/a> kemungkinan besar akan ditahan oleh pemerintah, meski harga keekonomiannya saat ini telah menyentuh angka Rp18.350 per liter.<\/p>\n<h2>Rincian Perkiraan Harga BBM Oktober 2026<\/h2>\n<p>Berikut adalah rincian perkiraan kenaikan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/harga-bbm-nonsubsidi\" title=\"harga BBM nonsubsidi\">harga BBM nonsubsidi<\/a> untuk periode Oktober 2026:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/886510\/harga-bbm-nonsubsidi-naik-ancaman-inflasi-di-depan-mata\" title=\"Harga BBM Nonsubsidi Naik, Ancaman Inflasi di Depan Mata\" target=\"_blank\">Harga BBM Nonsubsidi Naik, Ancaman Inflasi di Depan Mata<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pertamax Green 95:<\/strong> Diprediksi naik dari Rp19.150 per liter menjadi Rp21.200 per liter.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pertamax Turbo:<\/strong> Diprediksi naik dari Rp19.600 per liter menjadi Rp21.450 per liter.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Dexlite:<\/strong> Diprediksi naik dari Rp23.700 per liter menjadi Rp25.000 per liter.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pertamina Dex:<\/strong> Diprediksi naik dari Rp25.200 per liter menjadi Rp26.600 per liter.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Rekomendasi Kebijakan dan Kondisi Global<\/h2>\n<p>Yayan menyarankan agar pemerintah mengumumkan penyesuaian harga secara terbuka beserta alasannya untuk menjaga kepercayaan publik. &#8220;Kenaikan kecil yang dapat diperkirakan lebih mudah diterima daripada kejutan,&#8221; tambahnya. Untuk jangka menengah, ia merekomendasikan penyesuaian harga yang lebih sering dengan skala kecil guna menghindari lonjakan drastis yang menumpuk.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kementerian ESDM memproyeksikan Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) tetap tinggi di kisaran 83\u201387 dolar AS per barel pada pertengahan September 2026. Tingginya harga ini dipengaruhi oleh kendala pasokan di Selat Hormuz serta penurunan cadangan minyak di Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Pemerintah menegaskan akan terus memantau dinamika pasar internasional dan memastikan formula ICP tetap transparan serta akuntabel demi menjaga ketahanan energi nasional dan stabilitas keuangan negara. (Ant\/E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/937944\/harga-bbm-nonsubsidi-oktober-2026-diprediksi-naik-5-11-persen\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Antara) Peneliti sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, memproyeksikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan mengalami kenaikan sebesar 5 hingga 11 persen pada Oktober 2026. Proyeksi ini didasarkan pada perhitungan rata-rata pasar sepanjang periode 25 Agustus hingga 25 September 2026. Yayan menjelaskan bahwa tekanan kenaikan harga masih sangat terasa. Hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109687,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109686","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109686"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109686\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}