{"id":109618,"date":"2026-09-26T15:36:48","date_gmt":"2026-09-26T08:36:48","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/klh-pantau-kualitas-udara-penajam-paser-utara-selama-kemarau\/"},"modified":"2026-09-26T15:36:48","modified_gmt":"2026-09-26T08:36:48","slug":"klh-pantau-kualitas-udara-penajam-paser-utara-selama-kemarau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/klh-pantau-kualitas-udara-penajam-paser-utara-selama-kemarau\/","title":{"rendered":"KLH Pantau Kualitas Udara Penajam Paser Utara Selama Kemarau"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/26\/1790409777_5d4639642313a962b87f.jpg\" alt=\"KLH Pantau Kualitas Udara Penajam Paser Utara Selama Kemarau\"\/><figcaption>Jalan prtokol di wilayah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, salah satu titik yang dipasang alat uji emisi oleh KLH untuk memantau kualitas udara harian seiring musim kemarau masih berlangsung.(ANTARA\/Nyaman Bagus Purwaniawan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEMENTERIAN\u00a0Lingkungan Hidup (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/klh\" title=\"KLH\">KLH<\/a>) meningkatkan pengawasan terhadap kualitas udara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Langkah ini dilakukan dengan memasang <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/alat-uji-emisi\" title=\"alat uji emisi\">alat uji emisi<\/a> di sejumlah titik strategis guna memantau dampak musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara, Rakhmadi, menjelaskan bahwa kolaborasi antara KLH dan pemerintah provinsi ini bertujuan untuk memantau fluktuasi kualitas udara secara harian.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;KLH dan pemerintah provinsi memasang alat uji emisi di sejumlah titik untuk melihat fluktuasi kualitas udara harian,&#8221; ujar Rakhmadi di Penajam, Sabtu (26\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/931289\/klh-minta-pemda-siaga-kebakaran-tpa-akibat-cuaca-panas-ekstrem\" title=\"KLH Minta Pemda Siaga Kebakaran TPA Akibat Cuaca Panas Ekstrem\" target=\"_blank\">KLH Minta Pemda Siaga Kebakaran TPA Akibat Cuaca Panas Ekstrem<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Titik Pemantauan dan Kondisi Terkini<\/h3>\n<p>Pemasangan alat uji emisi tersebut difokuskan pada empat area utama, yakni zona transportasi, permukiman, perkantoran, dan kawasan industri. Rakhmadi menambahkan bahwa alat uji tersebut bersifat fleksibel, di mana posisinya dapat dipindah atau diperbaharui secara berkala sesuai kebutuhan pemantauan di lapangan.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil pemantauan terkini, kualitas udara di beberapa wilayah mulai menunjukkan tren membaik. Namun, Rakhmadi mencatat bahwa peningkatan kualitas udara di Kabupaten Penajam Paser Utara belum merata sepenuhnya.<\/p>\n<p>Kualitas udara di Kecamatan Penajam dan Kecamatan Waru terpantau mulai membaik setelah diguyur hujan beberapa hari lalu. Sebaliknya, wilayah Kecamatan Babulu dan Kecamatan Sepaku dilaporkan belum mendapatkan curah hujan, sehingga kondisi udaranya masih memerlukan perhatian khusus.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/931288\/klh-ungkap-penyebab-kebakaran-tpa-putri-cempo-dan-galuga\" title=\"KLH Ungkap Penyebab Kebakaran TPA Putri Cempo dan Galuga\" target=\"_blank\">KLH Ungkap Penyebab Kebakaran TPA Putri Cempo dan Galuga<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Imbauan bagi Masyarakat<\/h3>\n<p>Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terus mengeluarkan imbauan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari saat paparan polutan dan cuaca panas mencapai puncaknya. Warga juga diwajibkan menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut jika harus beraktivitas di luar rumah.<\/p>\n<p>Selain itu, masyarakat disarankan untuk melakukan langkah-langkah preventif secara mandiri, seperti:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Menutup pintu dan jendela saat kualitas udara memburuk.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Menghindari aktivitas pembakaran sampah secara terbuka.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Rutin menjaga kebersihan rumah dengan metode yang meminimalkan debu.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Langkah pemantauan ini diharapkan dapat memberikan data akurat bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat selama periode kemarau di Kalimantan Timur.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/937894\/klh-pantau-kualitas-udara-penajam-paser-utara-selama-kemarau\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jalan prtokol di wilayah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, salah satu titik yang dipasang alat uji emisi oleh KLH untuk memantau kualitas udara harian seiring musim kemarau masih berlangsung.(ANTARA\/Nyaman Bagus Purwaniawan) KEMENTERIAN\u00a0Lingkungan Hidup (KLH) meningkatkan pengawasan terhadap kualitas udara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Langkah ini dilakukan dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109619,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109618"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109618\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109619"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}