{"id":109608,"date":"2026-09-26T15:09:42","date_gmt":"2026-09-26T08:09:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/pengembangan-talenta-indonesia-butuh-ekosistem-lintas-sektor\/"},"modified":"2026-09-26T15:09:42","modified_gmt":"2026-09-26T08:09:42","slug":"pengembangan-talenta-indonesia-butuh-ekosistem-lintas-sektor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/pengembangan-talenta-indonesia-butuh-ekosistem-lintas-sektor\/","title":{"rendered":"Pengembangan Talenta Indonesia Butuh Ekosistem Lintas Sektor"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/26\/1790409757_46ebf2655dbda5a9cdd8.jpeg\" alt=\"Pengembangan Talenta Indonesia Butuh Ekosistem Lintas Sektor\"\/><figcaption>.(Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PERSAINGAN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tenaga-kerja\" title=\"tenaga kerja\">tenaga kerja<\/a> di tingkat global membuat pengembangan talenta Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan atau pelatihan. Keterhubungan antara institusi pendidikan, dunia usaha, pemerintah, industri, hingga jaringan global menjadi bagian penting dalam membuka akses terhadap kompetensi dan kesempatan kerja.<\/p>\n<p>Kebutuhan membangun <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ekosistem\" title=\"ekosistem\">ekosistem<\/a> tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam acara bertajuk \u201cThe Power of Collaboration: How Ecosystems Are Shaping Indonesia\u2019s Future\u201d yang digelar Binawan Group di Jakarta, baru-baru ini.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Forum tersebut mempertemukan pelaku usaha, pemerintah yang diwakili Kementerian Luar Negeri, media, dan diaspora Indonesia untuk membahas peran kolaborasi lintas sektor dalam menyiapkan talenta menghadapi persaingan global.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/936677\/menaker-program-magang-nasional-bukan-untuk-mengganti-pekerja-tetap\" title=\"Menaker: Program Magang Nasional bukan untuk Mengganti Pekerja Tetap\" target=\"_blank\">Menaker: Program Magang Nasional bukan untuk Mengganti Pekerja Tetap<\/a><\/strong><\/p>\n<p>CEO Binawan Group Said Alwaini mengatakan tantangan pengembangan sumber daya manusia dan daya saing global tidak dapat dijawab oleh satu pihak saja.<\/p>\n<p>\u201cMasa depan adalah milik ekosistem yang mampu berkolaborasi. Tantangan Indonesia hari ini, mulai dari kesiapan SDM hingga daya saing di tingkat global, tidak dapat dijawab oleh satu pihak saja,\u201d ujar Said.<\/p>\n<p>Menurut dia, keterhubungan antara pendidikan, pelatihan, industri, dan pemerintah diperlukan agar talenta Indonesia memiliki akses yang lebih luas untuk berkembang dan berkontribusi, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/936514\/aksi-konservasi-di-pulau-tidung-tanam-5000-mangrove-dan-restorasi-500-terumbu-karang\" title=\"Aksi Konservasi di Pulau Tidung: Tanam 5.000 Mangrove dan Restorasi 500 Terumbu Karang\" target=\"_blank\">Aksi Konservasi di Pulau Tidung: Tanam 5.000 Mangrove dan Restorasi 500 Terumbu Karang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kebutuhan membangun ekosistem juga tercermin dari perkembangan Binawan yang selama hampir lima dekade memperluas kegiatan usahanya. Dari organisasi yang berfokus pada kesempatan bagi masyarakat Indonesia, Binawan kini memiliki tujuh pilar bisnis dengan 25 unit usaha.<\/p>\n<p>Ekosistem tersebut mencakup pendidikan dan pelatihan, penempatan tenaga kerja global, teknologi, layanan kesehatan, agribisnis, properti, hingga makanan dan minuman.<\/p>\n<p>Setiap bagian dari ekosistem memiliki fungsi yang saling melengkapi. Pendidikan dan pelatihan berperan menyiapkan kompetensi, sementara penempatan tenaga kerja global membuka akses terhadap kesempatan di luar negeri. Sektor pendukung lainnya melengkapi kebutuhan talenta dalam proses pengembangan karier dan kehidupan profesional.<\/p>\n<p>Vice President Binawan Inti Utama Adrie Nelwan mengatakan kolaborasi semakin dibutuhkan untuk mempertemukan kompetensi, pengalaman, sumber daya, dan peluang yang dimiliki berbagai pihak.<\/p>\n<p>\u201cKolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan untuk menghadapi tantangan masa depan. Ketika pendidikan, industri, pemerintah, dan berbagai elemen dalam masyarakat dapat terhubung dalam satu ekosistem, kita tidak hanya menciptakan peluang, tetapi juga membangun jalur yang lebih kuat bagi talenta Indonesia untuk berkembang dan berkontribusi di tingkat global,\u201d ujar Adrie.<\/p>\n<p>Pengalaman talenta Indonesia yang pernah berada di lingkungan internasional juga menjadi salah satu perspektif dalam forum tersebut. Mantan diaspora Indonesia di Korea Selatan, Slamet Priyono, mengatakan pengalaman belajar dan bekerja di luar negeri dapat memperluas perspektif sekaligus menjadi bekal untuk berkontribusi ketika kembali ke Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKesempatan untuk belajar, bekerja, dan berkembang di lingkungan global dapat menjadi bekal yang sangat berarti ketika dibawa kembali untuk memberikan kontribusi di Indonesia,\u201d ujar Slamet.<\/p>\n<p>Selain dunia usaha dan talenta, media dinilai memiliki peran dalam memperluas pembahasan mengenai peluang global dan pengembangan sumber daya manusia.<\/p>\n<p>Jurnalis Revolusi Riza mengatakan media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga membuka ruang bagi publik untuk memahami berbagai perubahan dan peluang.<\/p>\n<p>\u201cKetika media, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat membangun percakapan yang terbuka, gagasan tentang pengembangan talenta dan masa depan Indonesia dapat menjadi diskusi yang lebih luas dan relevan bagi publik,\u201d ujar Revolusi.<\/p>\n<p>Bagi Binawan, penguatan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan perusahaan menjelang usia 50 tahun. Perusahaan melihat pertumbuhan ke depan tidak hanya dari perkembangan bisnis, tetapi juga dari kemampuan ekosistem yang dibangun untuk menghubungkan talenta dengan kesempatan.<\/p>\n<p>Diskusi tersebut menjadi pembuka rangkaian menuju perayaan 50 tahun Binawan Group. Perusahaan berdiri sejak 1975 dengan cita-cita membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan dan membangun masa depan. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/937893\/pengembangan-talenta-indonesia-butuh-ekosistem-lintas-sektor\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>.(Istimewa) PERSAINGAN tenaga kerja di tingkat global membuat pengembangan talenta Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan atau pelatihan. Keterhubungan antara institusi pendidikan, dunia usaha, pemerintah, industri, hingga jaringan global menjadi bagian penting dalam membuka akses terhadap kompetensi dan kesempatan kerja. Kebutuhan membangun ekosistem tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam acara bertajuk \u201cThe Power of Collaboration: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109609,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109608","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109608","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109608"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109608\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109609"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}