{"id":109486,"date":"2026-09-26T09:58:36","date_gmt":"2026-09-26T02:58:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/pakar-unand-dorong-peningkatan-kompetensi-pemandu-wisata-gunung-api\/"},"modified":"2026-09-26T09:58:36","modified_gmt":"2026-09-26T02:58:36","slug":"pakar-unand-dorong-peningkatan-kompetensi-pemandu-wisata-gunung-api","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/pakar-unand-dorong-peningkatan-kompetensi-pemandu-wisata-gunung-api\/","title":{"rendered":"Pakar Unand Dorong Peningkatan Kompetensi Pemandu Wisata Gunung Api"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/26\/1790390947_f682a55bd518d6ef67a9.jpg\" alt=\"Pakar Unand Dorong Peningkatan Kompetensi Pemandu Wisata Gunung Api\"\/><figcaption>Peserta melakukan penyelamatan saat simulasi kecelakaan uji kompetensi pemandu wisata panjat tebing di Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Kamis (20\/10\/2022).(ANTARA\/Hendra Nurdiyansyah)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PAKAR pariwisata dari Universitas Andalas (Unand), Sari Lenggogeni, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi spesifik bagi para <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pemandu-wisata\" title=\"Pemandu wisata\">pemandu wisata<\/a> yang bertugas di kawasan gunung api. Menurutnya, pendampingan dari pemerintah sangat diperlukan agar para pemandu memiliki standar keselamatan yang mumpuni.<\/p>\n<p>Sari menyatakan dukungannya terhadap program Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang telah memasukkan unsur keselamatan dalam pelatihan pemandu. Namun, ia memberikan catatan bahwa untuk destinasi gunung api, kompetensi yang dibutuhkan jauh lebih mendalam dan teknis.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah perlu menganggap pemandu di gunung api tidak hanya sekadar sebagai pemandu wisata, tetapi sebagai komunikator risiko dan pemberi pertolongan pertama,&#8221; ujar Sari saat dihubungi di Jakarta, Jumat (25\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/937712\/walhi-dorong-pengurangan-risiko-bencana-jadi-standar-pembangunan-flores\" title=\"WALHI Dorong Pengurangan Risiko Bencana Jadi Standar Pembangunan Flores\" target=\"_blank\">WALHI Dorong Pengurangan Risiko Bencana Jadi Standar Pembangunan Flores<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Kompetensi Khusus dan Manajemen Krisis<\/h3>\n<p>Sari merinci sejumlah kemampuan krusial yang harus dimiliki oleh <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pemandu-wisata-gunung-api\" title=\"pemandu wisata gunung api\">pemandu wisata gunung api<\/a>. Hal ini mencakup aspek teknis vulkanologi hingga kemampuan psikologis dalam menangani wisatawan saat situasi darurat.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Kategori Kompetensi<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Cakupan Pelatihan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Teknis Vulkanologi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pemahaman status aktivitas gunung, zona bahaya, dan ancaman vulkanik.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Komunikasi Risiko<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Menerjemahkan informasi teknis menjadi bahasa sederhana dan membangun perilaku protektif pada wisatawan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Keselamatan &amp; Medis<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pertolongan pertama (First Aid), respon darurat dasar, dan pengambilan keputusan cepat.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Navigasi &amp; Lingkungan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Penilaian cuaca (weather assessment), medan (terrain assessment), penggunaan GPS, dan sistem pelacakan digital.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Ia juga menyoroti aspek psikologi wisatawan. Dalam kondisi krisis, pemandu harus mampu mengarahkan wisatawan agar tidak terjebak dalam &#8220;panik protektif&#8221;, melainkan tetap tenang mengikuti prosedur keselamatan.<\/p>\n<h3>Peluang Menjadi Model Dunia<\/h3>\n<p>Mengingat posisi Indonesia yang berada di jalur cincin api (<em>ring of fire<\/em>), Sari melihat adanya peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi model dunia dalam pengelolaan pariwisata gunung berapi yang aman dan tangguh. Meskipun risiko vulkanik tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, Indonesia bisa menjadi yang terbaik dalam memahami dan mengomunikasikan risiko tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/937667\/prabowo-sebut-pemadaman-karhutla-jalur-darat-paling-efektif\" title=\"Prabowo Sebut Pemadaman Karhutla Jalur Darat Paling Efektif\" target=\"_blank\">Prabowo Sebut Pemadaman Karhutla Jalur Darat Paling Efektif<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Gunung api, lanjutnya, bukan sekadar aset wisata alam, melainkan laboratorium hidup untuk pendidikan bencana. Tren global saat ini menunjukkan wisatawan semakin mencari pengalaman autentik, geowisata, dan aktivitas yang memberikan dampak emosional kuat seperti <em>trekking<\/em> kawah dan fotografi lanskap.<\/p>\n<p>&#8220;Ada paradoks yang menarik. Semakin unik suatu gunung api sebagai atraksi wisata, semakin besar pula kebutuhan pengelolaan risikonya. Paradigma kita perlu bergeser dari sekadar wisata gunung api menjadi pariwisata gunung berapi yang aman dan tangguh,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<h3>Sertifikasi dan Mitigasi Berkelanjutan<\/h3>\n<p>Sebagai langkah konkret, Sari mengusulkan adanya sertifikasi khusus bagi pemandu gunung api yang disertai dengan <em>refreshment training<\/em> (pelatihan penyegaran) secara berkala. Simulasi periodik juga harus dilakukan dengan melibatkan Pusat Vulkanologi dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mitigasi-bencana\" title=\"Mitigasi Bencana\">Mitigasi Bencana<\/a> Geologi (PVMBG), BPBD, Basarnas, serta pengelola destinasi.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa mitigasi harus dimulai sejak tahap prakejadian atau prodromal, yakni dengan membaca tanda-tanda risiko dan mempersiapkan respons sebelum bencana terjadi. Strategi manajemen krisis yang meliputi kesiapsiagaan, implementasi, hingga evaluasi harus menjadi satu sistem yang berkelanjutan di setiap destinasi wisata gunung api di Indonesia. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/937819\/pakar-unand-dorong-peningkatan-kompetensi-pemandu-wisata-gunung-api\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peserta melakukan penyelamatan saat simulasi kecelakaan uji kompetensi pemandu wisata panjat tebing di Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Kamis (20\/10\/2022).(ANTARA\/Hendra Nurdiyansyah) PAKAR pariwisata dari Universitas Andalas (Unand), Sari Lenggogeni, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi spesifik bagi para pemandu wisata yang bertugas di kawasan gunung api. Menurutnya, pendampingan dari pemerintah sangat diperlukan agar para pemandu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109487,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109486"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109486\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}