{"id":109462,"date":"2026-09-26T08:47:56","date_gmt":"2026-09-26T01:47:56","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/kunjungan-paus-leo-xiv-ke-prancis-peringatan-bahaya-ai-dan-misi-kebangkitan-spiritual\/"},"modified":"2026-09-26T08:47:56","modified_gmt":"2026-09-26T01:47:56","slug":"kunjungan-paus-leo-xiv-ke-prancis-peringatan-bahaya-ai-dan-misi-kebangkitan-spiritual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/kunjungan-paus-leo-xiv-ke-prancis-peringatan-bahaya-ai-dan-misi-kebangkitan-spiritual\/","title":{"rendered":"Kunjungan Paus Leo XIV ke Prancis Peringatan Bahaya AI dan Misi Kebangkitan Spiritual"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/26\/1790386896_6890df84810e2e0e34f9.jpg\" alt=\"Kunjungan Paus Leo XIV ke Prancis: Peringatan Bahaya AI dan Misi Kebangkitan Spiritual\"\/><figcaption>Paus Leo XIV usai memimpin misa di Stade de France, Paris, Prancis(AFP\/JULIEN DE ROSA)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/paus-leo-xiv\" title=\"Paus Leo XIV\">PAUS Leo XIV<\/a> memulai kunjungan apostolik selama empat hari di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/prancis\" title=\"prancis\">Prancis<\/a> dengan menyampaikan pesan mendalam mengenai masa depan kemanusiaan di era digital.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan di Istana \u00c9lys\u00e9e setelah berdiskusi selama satu jam dengan Presiden Emmanuel Macron, pemimpin umat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/katolik\" title=\"katolik\">Katolik<\/a> dunia tersebut memperingatkan risiko kehilangan jati diri manusia di tengah kemajuan teknologi.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Paus Leo XIV menekankan agar dunia tidak &#8220;kehilangan kemanusiaan kita di tengah surga mesin.&#8221; Peringatan ini bukanlah yang pertama; awal tahun ini, ia menyerukan agar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kecerdasan-buatan\" title=\"Kecerdasan Buatan\">kecerdasan buatan<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ai\" title=\"ai\">AI<\/a>) harus &#8220;dilucuti&#8221; dalam dokumen pengajaran utama pertamanya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/otomotif\/937272\/dashcam-berteknologi-ai-bantu-deteksi-perilaku-pengemudi-dan-mencegah-kecelakaan\" title=\"Dashcam Berteknologi AI Bantu Deteksi Perilaku Pengemudi dan Mencegah Kecelakaan\" target=\"_blank\">Dashcam Berteknologi AI Bantu Deteksi Perilaku Pengemudi dan Mencegah Kecelakaan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia bahkan menarik paralel yang tajam dengan sejarah kelam perdagangan budak, memperingatkan bahwa AI berisiko menormalisasi kembali eksploitasi terhadap manusia.<\/p>\n<h2>Agenda Kunjungan dan Antusiasme Publik<\/h2>\n<p>Kunjungan ini disambut dengan antusiasme tinggi, yang oleh pihak Gereja dipandang sebagai tanda tumbuhnya kembali spiritualitas di Eropa. Meskipun Prancis dikenal dengan prinsip sekularisme yang ketat, ribuan orang berkumpul di sepanjang rute menuju Katedral Notre-Dame untuk melihat langsung Paus yang melintas dengan <i>popemobile<\/i>.<\/p>\n<p>Berikut adalah jadwal utama kunjungan Paus Leo XIV di Prancis:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/936543\/trump-tolak-regulasi-ai-ingin-ubah-namanya-jadi-kecerdasan-super\" title=\"Trump Tolak Regulasi AI, Ingin Ubah Namanya Jadi Kecerdasan Super\" target=\"_blank\">Trump Tolak Regulasi AI, Ingin Ubah Namanya Jadi Kecerdasan Super<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd; margin-bottom: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Waktu<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Lokasi \/ Agenda<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Detail Kegiatan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Jumat Sore<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Katedral Notre-Dame &amp; Stade de France<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pertemuan dengan 80.000 anak muda di stadion nasional.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Sabtu<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Place de la Concorde, Paris<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Misa akbar yang diperkirakan dihadiri lebih dari 500.000 orang.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Minggu<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Lourdes<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Misa di tempat ziarah (150.000 peserta) dan pertemuan dengan korban pelecehan seksual oleh klerus.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Senin<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Metz<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Penghormatan kepada Robert Schuman, bapak pendiri Uni Eropa.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>Ketegangan Diplomatik dan Isu Sekularisme<\/h2>\n<p>Di balik kemegahan acara, sempat muncul laporan ketegangan antara tim Vatikan dan pihak \u00c9lys\u00e9e. Presiden Macron dikabarkan menginginkan aspek seremonial yang lebih menonjol, seperti pengawalan kavaleri di Champs-\u00c9lys\u00e9es, namun Paus Leo XIV memilih agenda yang lebih sederhana dan padat. Paus bahkan menolak pertemuan dengan pengrajin Notre-Dame karena keterbatasan waktu.<\/p>\n<p>Isu sekularisme (<i>la\u00efcit\u00e9<\/i>) juga menjadi sorotan. Macron menegaskan bahwa sekularisme Prancis tidak meniadakan agama. Sebaliknya, Paus Leo XIV berpendapat bahwa &#8220;sekularitas otentik&#8221; seharusnya tidak mengecualikan agama dari ruang publik atau pendidikan. Hal ini menjadi relevan mengingat kebijakan Prancis baru-baru ini yang melarang simbol-simbol agama di sekolah dan ruang publik.<\/p>\n<h2>Konteks Sejarah dan Statistik Gereja di Prancis<\/h2>\n<p>Paus Leo XIV, yang lahir di Chicago pada 1955 dengan nama asli Robert Prevost, memiliki ikatan darah dengan Prancis melalui nenek buyutnya yang berasal dari Normandia. Kunjungannya terjadi saat Gereja Katolik di Prancis menghadapi tantangan demografis yang besar, namun mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan spiritual.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd; margin-top: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Indikator<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Data Masa Lalu<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Kondisi Saat Ini (2025\/2026)<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Jumlah Jemaat Reguler<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">35% (Tahun 1960)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kurang dari 5%<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Jumlah Imam<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">25.000 (Tahun 1990)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kurang dari 9.000<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Baptisan Dewasa<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">~5.000 (5 tahun lalu)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">10.000 (Tahun 2025)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Kardinal Fran\u00e7ois Bustillo, Uskup Ajaccio, mencatat bahwa meskipun Prancis telah sekuler, terdapat &#8220;kekosongan nilai&#8221; yang kini mulai dicari kembali oleh masyarakat. &#8220;Jika Yohanes Paulus II membangunkan Timur, maka Leo XIV akan membangunkan Barat,&#8221; pungkasnya. (bbc\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/937804\/kunjungan-paus-leo-xiv-ke-prancis-peringatan-bahaya-ai-dan-misi-kebangkitan-spiritual\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Paus Leo XIV usai memimpin misa di Stade de France, Paris, Prancis(AFP\/JULIEN DE ROSA) PAUS Leo XIV memulai kunjungan apostolik selama empat hari di Prancis dengan menyampaikan pesan mendalam mengenai masa depan kemanusiaan di era digital. Dalam pertemuan di Istana \u00c9lys\u00e9e setelah berdiskusi selama satu jam dengan Presiden Emmanuel Macron, pemimpin umat Katolik dunia tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109463,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109462","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109462","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109462"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109462\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109463"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109462"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}