{"id":109400,"date":"2026-09-26T04:50:47","date_gmt":"2026-09-25T21:50:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/dinkes-jabar-deteksi-65-kasus-influenza-a-h1n1-di-kota-bandung\/"},"modified":"2026-09-26T04:50:47","modified_gmt":"2026-09-25T21:50:47","slug":"dinkes-jabar-deteksi-65-kasus-influenza-a-h1n1-di-kota-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/dinkes-jabar-deteksi-65-kasus-influenza-a-h1n1-di-kota-bandung\/","title":{"rendered":"Dinkes Jabar Deteksi 65 Kasus Influenza A H1N1 di Kota Bandung"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/25\/1790344433_8ab406e04874561941d3.jpg\" alt=\"Dinkes Jabar Deteksi 65 Kasus Influenza A H1N1 di Kota Bandung\"\/><figcaption>Ilustrasi pasien influenza A.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DINAS\u00a0Kesehatan (Dinkes) Provinsi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jawa-barat\" title=\"jawa barat\">Jawa Barat<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jabar\" title=\"Jabar\">Jabar<\/a>) melaporkan temuan sedikitnya 65 kasus positif <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/influenza-a\" title=\"influenza a\">Influenza A<\/a>, atau yang lebih dikenal sebagai flu babi (H1N1), di wilayah Kota Bandung. Data ini diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan sistematis melalui metode <em>Whole Genome Sequencing<\/em> (WGS) di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jawa Barat.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa angka 65 kasus tersebut merupakan data dari pasien yang bersedia menjalani uji usap (swab) dan pemeriksaan WGS. Namun, ia memperkirakan potensi kasus riil di lapangan jauh lebih tinggi.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cYang sudah masuk ke kami itu sementara di daftar ada sekitar 65 kasus. Itu yang diperiksa swab-nya di Kota Bandung,\u201d ujar Vini di Gedung Dinkes Jabar, Bandung, Jumat (25\/9\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/915206\/gaul-2026-kolaborasi-lintas-sektor-gekrafs-jabar-lewat-film-rahayu\" title=\"GAUL 2026: Kolaborasi Lintas Sektor Gekrafs Jabar Lewat Film Ra.ha.yu\" target=\"_blank\">GAUL 2026: Kolaborasi Lintas Sektor Gekrafs Jabar Lewat Film Ra.ha.yu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut Vini, keterbatasan fasilitas pemeriksaan di tingkat kabupaten\/kota serta keengganan masyarakat melakukan uji mandiri di fasilitas swasta karena faktor biaya menjadi penyebab angka riil belum terpetakan sepenuhnya.<\/p>\n<h3>Karakteristik dan Gejala Influenza A<\/h3>\n<p>Vini memaparkan bahwa Influenza\u00a0 A memiliki perbedaan signifikan dibandingkan flu biasa, terutama pada daya tular yang sangat cepat dan tingkat keparahan gejala. Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran masyarakat hingga meningkatkan angka keterisian rumah sakit di Bandung atas permintaan pasien sendiri.<\/p>\n<p>\u201cInfluenza tipe A yang sekarang banyak beredar itu lebih dikenal sebagai flu babi, H1N1. Keunikannya adalah mudah menular dan gejalanya lebih berat dari flu biasa, seperti sakit kepala hebat, panas badan tinggi, pegal-pegal, hingga lemas,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/825285\/polda-jabar-siagakan-1600-personel-hadapi-ancaman-bencana-alam\" title=\"Polda Jabar Siagakan 1.600 Personel Hadapi Ancaman Bencana Alam\" target=\"_blank\">Polda Jabar Siagakan 1.600 Personel Hadapi Ancaman Bencana Alam<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Imbauan dan Penanganan Klinis<\/h3>\n<p>Meski memicu gejala fisik yang cukup berat, Dinkes Jabar mengimbau warga agar tidak panik berlebihan. Hingga saat ini, belum ada laporan kasus kematian akibat infeksi virus ini di Jawa Barat. Namun, kewaspadaan ekstra tetap diperlukan bagi kelompok rentan.<\/p>\n<p>Vini mengingatkan risiko komplikasi serius mengintai kelompok berikut:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Anak-anak.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penderita penyakit penyerta (komorbid) seperti jantung dan diabetes.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penderita TBC dan HIV.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Masyarakat diminta menjadikan durasi tiga hari sebagai indikator klinis. Jika gejala seperti pusing, demam tinggi, batuk, pilek, atau sesak napas tidak kunjung mereda dalam tiga hari, warga disarankan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.<\/p>\n<h3>Langkah Pencegahan<\/h3>\n<p>Guna memutus rantai penularan, Kadinkes Jabar meminta masyarakat kembali memperketat protokol Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serupa dengan penanganan pandemi COVID-19. Langkah-langkah yang dianjurkan meliputi:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Penggunaan masker di tempat kerumunan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Rutin mencuci tangan, terutama sebelum makan atau setelah menyentuh gawai bersama.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Melakukan isolasi mandiri jika merasakan gejala.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Memanfaatkan layanan vaksinasi influenza yang telah tersedia.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>(Ant\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/937680\/dinkes-jabar-deteksi-65-kasus-influenza-a-h1n1-di-kota-bandung\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi pasien influenza A.(Dok. Antara) DINAS\u00a0Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat (Jabar) melaporkan temuan sedikitnya 65 kasus positif Influenza A, atau yang lebih dikenal sebagai flu babi (H1N1), di wilayah Kota Bandung. Data ini diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan sistematis melalui metode Whole Genome Sequencing (WGS) di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jawa Barat. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109401,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109400","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109400","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109400"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109400\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109401"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}