{"id":109352,"date":"2026-09-26T02:46:47","date_gmt":"2026-09-25T19:46:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/abdul-muti-prinsip-ekonomi-syariah-itu-distribusi-kekayaan\/"},"modified":"2026-09-26T02:46:47","modified_gmt":"2026-09-25T19:46:47","slug":"abdul-muti-prinsip-ekonomi-syariah-itu-distribusi-kekayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/abdul-muti-prinsip-ekonomi-syariah-itu-distribusi-kekayaan\/","title":{"rendered":"Abdul Muti Prinsip Ekonomi Syariah itu Distribusi Kekayaan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/25\/1790346596_5cc2bb74de81a475a599.jpg\" alt=\"Abdul Mu\u2019ti: Prinsip Ekonomi  Syariah itu Distribusi Kekayaan  \"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">EKONOMI syariah kini menjadi tren menarik yang terus meningkat. Tantangan ke depan adalah mengembangkan ekonomi syariah inklusi dengan menjadikan\u00a0 kesalehan spiritual sebagai sumber motivasi meningkatkan kesejahteraan ekonomi.\u00a0<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mendikdasmen\" title=\"mendikdasmen\">Mendikdasmen<\/a>), Abdul Mu\u2019ti di hadapan peserta Ajang Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026, yang diselenggarakan\u00a0 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama\u00a0\u00a0 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Plaza Insan Berpretasi, Kemendikdasmen Jakarta, Kamis (24\/9\/2026).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Hadir dalam kesempatan itu Menteri Koperasi yang juga Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantoro, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (KE PEPK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dicky Kartikoyono, jajaran Eselon 1 Kemendikdasmen, dan OJK.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/937462\/dua-buku-abdul-muti-masuk-koleksi-perpustakaan-oxford-ocis\" title=\"Dua Buku Abdul Mu'ti Masuk Koleksi Perpustakaan Oxford OCIS\" target=\"_blank\">Dua Buku Abdul Mu&#8217;ti Masuk Koleksi Perpustakaan Oxford OCIS<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Menurut Mu\u2019ti fenomena menarik umat Islam Indonesia semakin kaya itu semakin soleh, ukurannya mudah bisa dilihat dari makin banyaknya orang pergi ibadah umrah, dan panjangnya antrian haji.<br \/>&#13;<br \/>\nItulah kekuatan ekonomi bangsa Indonesia ditopang ekonomi syariah yang berbasis dari ketaatan beragama.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Mengutip survey World Charity Index beberapa tahun yang lalu, negara yang paling dermawan sedunia adalah Indonesia. Dan diantara penyumbang ekonomi Indonesia adalah ketaatan membayar zakat, infak dan sedekah.<br \/>&#13;<br \/>\n&#8220;Itulah orang Indonesia makin kaya makin soleh,&#8221;tandas Mu\u2019ti.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Potensi zakat Indonesia sangat tinggi bisa seperempat APBN, tetapi potensi itu belum menjadi aktual. Hal itu tidak berarti umat Islam tidak berinfak dan tidak bersedekah, tetapi penyalurannya tidak melalui lembaga-lembaga yang resmi. Karena masih banyak orang yang merasa memberikan sedekah langsung itu lebih nyaman,<br \/>&#13;<br \/>\nGuru Besar UIN Jakarta ini menjelaskan aspek inklusi syariah di Indonesia makin kuat dengan dibolehkannya kelebihan pembayaran pajak bisa dari kewajiban agama yaitu dari zakat, infak dan sedekah.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/936391\/mendikdasmen-paparkan-roadmap-cpns-guru-penuhi-kekurangan-464-ribu-ini-detailnya\" title=\"Mendikdasmen Paparkan Roadmap CPNS Guru Penuhi Kekurangan 464 Ribu, Ini Detailnya\" target=\"_blank\">Mendikdasmen Paparkan Roadmap CPNS Guru Penuhi Kekurangan 464 Ribu, Ini Detailnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">\u201cKalau ingin pajaknya tidak banyak-banyak, zakatnya diperbanyak\u201d, cetusnya.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Mu\u2019ti mencontohkan\u00a0 ketika musibah banjir di Aceh, sebagian sekolah dibangun dari ZIS karyawan di Kemendikdasmen, bukan dari duit\u00a0 Kementerian, yang jumlahnya hampir satu miliar untuk membangun sekolah yang ada di Aceh.\u00a0<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">\u201cIni contoh bagaimana\u00a0 ekonomi syariah itu juga tidak sekedar pinjam-meminjam, tidak sekedar menabung atau pinjam.\u00a0 Gerakan ekonomi syariah kita gunakan untuk memberi beasiswa, kita gunakan untuk menggaji guru. Itu ekonomi syariah yang versi baru saya kira,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Sementara itu Menteri Koperasi Ferry Juliantoro menilai masih ada kesenjangan antara pemahaman dan pemanfaatan syariah. Tingkat literasi keuangan syariah sekarang menurutnya\u00a0 sudah mencapai 43 persen, tetapi tingkat inklusinya baru 13,24 persen. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat dan juga pemanfaatan syariah.\u00a0<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Ajang Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 mencatatkan lonjakan partisipasi yang signifikan dari generasi muda. Pada gelaran <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/isfo-2026\" title=\"ISFO 2026\">ISFO 2026<\/a>, total peserta tercatat mencapai 11.952 orang, tumbuh sebesar 15,3% dari tahun 2025 yang berada di angka 10.367 peserta.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (KE PEPK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dicky Kartikoyono mengungkapkan, antusiasme tinggi peserta ISFO mencerminkan makin kuatnya literasi serta inklusi keuangan syariah di kalangan pelajar, mahasiswa, hingga wirausaha muda di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">&#8220;Bagi saya, bagi OJK, ini bukan sekadar angka, tapi lebih menunjukkan betapa sebenarnya animo dari adik-adik sekalian untuk belajar, menguji kemampuan, ikut terlibat, kemudian yang pasti adalah ikut terus melakukan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan keuangan syariah,&#8221; ujar Dicky.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Mengakhiri sambutannya, Abdul Mu\u2019ti menekankan agar lingkup ekonomi syariah jangan dibatasi hanya urusan simpan pinjam. Tetapi how our money can work, bagaimana uang kita itu bisa bekerja. Karena prinsip ekonomi syariah itu bukan accumulation of wealth, bukan kekayaan yang terhimpun pada sekelompok kecil orang, tapi distribution of wealth.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Sebagaimana dalam Al-Quran\u00a0 disebut\u00a0\u00a0 agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu (kaila yakuna dulatam bainal-agniya&#8217;i minkum. QS 59:7).(H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/937706\/abdul-muti-prinsip-ekonomi--syariah-itu-distribusi-kekayaan--\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) EKONOMI syariah kini menjadi tren menarik yang terus meningkat. Tantangan ke depan adalah mengembangkan ekonomi syariah inklusi dengan menjadikan\u00a0 kesalehan spiritual sebagai sumber motivasi meningkatkan kesejahteraan ekonomi.\u00a0 Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu\u2019ti di hadapan peserta Ajang Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026, yang diselenggarakan\u00a0 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109353,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109352","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109352"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109352\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}