{"id":109296,"date":"2026-09-26T00:24:54","date_gmt":"2026-09-25T17:24:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/anak-usia-12-tahun-yang-pegang-smartphone-lebih-rentan-alami-gangguan-makan\/"},"modified":"2026-09-26T00:24:54","modified_gmt":"2026-09-25T17:24:54","slug":"anak-usia-12-tahun-yang-pegang-smartphone-lebih-rentan-alami-gangguan-makan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/26\/anak-usia-12-tahun-yang-pegang-smartphone-lebih-rentan-alami-gangguan-makan\/","title":{"rendered":"Anak Usia 12 Tahun yang Pegang Smartphone Lebih Rentan Alami Gangguan Makan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/25\/1790353370_a0c3af3397e6808a5ac7.png\" alt=\"Anak Usia 12 Tahun yang Pegang Smartphone Lebih Rentan Alami Gangguan Makan\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DI era digital saat ini, memberikan ponsel pintar kepada anak usia praremaja kerap dianggap sebagai hal yang lumrah demi alasan komunikasi. Namun, sebuah studi berskala besar yang diterbitkan dalam jurnal medis JAMA Network Open memperingatkan adanya sisi gelap dari tren ini terhadap <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-mental\" title=\"kesehatan mental\">kesehatan mental<\/a> dan fisik remaja.<\/p>\n<p>Penelitian yang melibatkan hampir 9.000 remaja di Amerika Serikat menemukan bahwa anak-anak yang memiliki ponsel pintar sendiri pada usia 12 tahun memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengembangkan gejala <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gangguan-makan\" title=\"Gangguan Makan\">gangguan makan<\/a>\u00a0saat menginjak usia 14 tahun.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Paparan Konten Toksik dan Perbandingan Sosial<\/h2>\n<p>Menurut Dr. Jason Nagata, peneliti utama studi dari University of California, San Francisco, ponsel pintar membuka akses tak terbatas bagi anak-anak terhadap konten yang sangat memfokuskan diri pada penampilan fisik.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/900526\/terjebak-jadi-phone-zombie-setelah-anak-tidur-ini-cara-menghentikannya\" title=\"Terjebak Jadi 'Phone Zombie' Setelah Anak Tidur? Ini Cara Menghentikannya\" target=\"_blank\">Terjebak Jadi &#8216;Phone Zombie&#8217; Setelah Anak Tidur? Ini Cara Menghentikannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Ponsel pintar dapat menghadirkan dunia konten yang berfokus pada penampilan ke dalam saku seorang anak muda,&#8221; ujar Nagata.<\/p>\n<p>Pada masa pubertas, fase krusial di usia 12 tahun di mana anak-anak mengalami perubahan fisik yang masif, kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain adalah hal yang alamiah. Namun, jika perbandingan tersebut beralih kepada figur influencer di media sosial yang gambarnya telah melalui proses kurasi, suntingan, dan filter ketat, hal ini dapat merusak citra tubuh (body image) dan menurunkan rasa percaya diri anak.<\/p>\n<p>Berdasarkan data studi tersebut:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/819056\/victoria-beckham-ungkap-perjuangan-melawan-gangguan-makan-dan-tekanan-media\" title=\"Victoria Beckham Ungkap Perjuangan Melawan Gangguan Makan dan Tekanan Media\" target=\"_blank\">Victoria Beckham Ungkap Perjuangan Melawan Gangguan Makan dan Tekanan Media<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>70% anak berusia 12 tahun dalam kelompok riset telah memiliki ponsel sendiri.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sebanyak 24% dari kelompok pemilik ponsel melaporkan setidaknya satu gejala gangguan makan pada usia 14 tahun.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Sebaliknya, angka tersebut jauh lebih rendah pada remaja yang tidak memiliki ponsel di usia 12 tahun, yakni di bawah 16%.<\/p>\n<p>Anak-anak bermponsel tercatat dua kali lebih rentan mengaitkan harga diri dengan berat badan, serta 1,5 kali lebih sering mencoba mengontrol berat badan secara ekstrem (seperti diet ketat atau olahraga berlebihan).<\/p>\n<h2>Peran Orangtua dalam Menerapkan Batasan Digital<\/h2>\n<p>Meskipun penelitian ini tidak menetapkan batas usia mutlak yang &#8220;sempurna&#8221; untuk memberikan ponsel, para ahli sepakat bahwa menunda akses perangkat atau membatasi penggunaannya secara bertahap dapat melindungi kesehatan mental anak.<\/p>\n<p>Pakar psikologi menyarankan beberapa langkah pengamanan bagi orangtua:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Tunda Akses Media Sosial: Mengikuti aturan platform (umumnya usia minimal 13 tahun) dan membatasi aplikasi yang dapat diunduh.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Batasi Ruang Penggunaan: Jauhkan ponsel dari kamar tidur terutama pada waktu istirahat malam hari untuk memudahkan pemantauan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Komunikasi Terbuka: Ajak anak berdiskusi secara rutin mengenai apa yang mereka lihat di dunia maya, termasuk perubahan pola makan atau cara mereka memandang tubuh mereka sendiri.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>(CNN\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/937756\/anak-usia-12-tahun-yang-pegang-smartphone-lebih-rentan-alami-gangguan-makan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) DI era digital saat ini, memberikan ponsel pintar kepada anak usia praremaja kerap dianggap sebagai hal yang lumrah demi alasan komunikasi. Namun, sebuah studi berskala besar yang diterbitkan dalam jurnal medis JAMA Network Open memperingatkan adanya sisi gelap dari tren ini terhadap kesehatan mental dan fisik remaja. Penelitian yang melibatkan hampir 9.000 remaja di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109297,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109296","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109296","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109296"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109296\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109297"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109296"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109296"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109296"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}