{"id":109246,"date":"2026-09-25T22:15:36","date_gmt":"2026-09-25T15:15:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/nasa-abadikan-sisa-lima-ledakan-bintang-dalam-satu-bingkai\/"},"modified":"2026-09-25T22:15:36","modified_gmt":"2026-09-25T15:15:36","slug":"nasa-abadikan-sisa-lima-ledakan-bintang-dalam-satu-bingkai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/nasa-abadikan-sisa-lima-ledakan-bintang-dalam-satu-bingkai\/","title":{"rendered":"NASA Abadikan Sisa Lima Ledakan Bintang dalam Satu Bingkai"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/25\/1790348824_649888074629f7144d54.jpg\" alt=\"NASA Abadikan Sisa Lima Ledakan Bintang dalam Satu Bingkai\"\/><figcaption>The Ghost of Five Supernovas(Doc Stephanie VETTER &amp; Yann SAINTY)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SEBUAH foto yang menjadi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/astronomy-picture-of-the-day\" title=\"Astronomy Picture of the Day\">Astronomy Picture of the Day<\/a> (APOD) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nasa\" title=\"NASA\">NASA<\/a> edisi 24 September 2026 menampilkan kumpulan awan kosmik lembut di luar angkasa. Bukan sembarang awan, foto tersebut ternyata menunjukkan jejak sisa dari lima ledakan bintang raksasa yang terjadi ribuan tahun silam.\u00a0<\/p>\n<p>Foto hasil karya Stephane Vetter dan Yann Sainty ini diberikan nama oleh NASA \u201cThe Ghosts of Five Supernovas\u201d atau hantu lima supernova.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dedikasi dan keringat jatuh ke dalam proses penangkapan fotonya. Dilakukan di Observatorium Oukaimeden, Maroko, proses pengamatan harus dilakukan selama sekitar 200 jam agar langit yang luas dapat tertangkap secara menyeluruh dalam gambar.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/936500\/astronaut-crew-12-bersiap-pulang-ke-bumi-di-tengah-kesibukan-riset-dan-pembongkaran-kargo-iss\" title=\"Astronaut Crew-12 Bersiap Pulang ke Bumi di Tengah Kesibukan Riset dan Pembongkaran Kargo ISS\" target=\"_blank\">Astronaut Crew-12 Bersiap Pulang ke Bumi di Tengah Kesibukan Riset dan Pembongkaran Kargo ISS<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kerja keras Vetter dan Sainty terbayarkan ketika melihat luas area setara dengan sekitar 1.000 bulan purnama disusun berdampingan berhasil direkam oleh mereka. Cakupan bidang langit tersebut merupakan skala yang jarang bisa ditangkap dalam satu bingkai foto astronomi.<\/p>\n<p>Tersebar di seluruh rasi bintang Auriga, foto ini mengungkap lima sisa ledakan supernova, yaitu G181.1+9.5, G182.4+4.3, G179.0+2.6, G180.0-1.7, dan G178.2-4.2.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0G180.0-1.7 mungkin lebih dikenal dengan sebutan Nebula Spaghetti karena bentuknya yang berupa jaringan filamen tipis seperti mie spaghetti.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/936499\/peneliti-nasa-temukan-amoeba-api-kehidupan-kompleks-bertahan-di-suhu-rekor\" title=\"Peneliti NASA Temukan Amoeba Api, Kehidupan Kompleks Bertahan di Suhu Rekor\" target=\"_blank\">Peneliti NASA Temukan Amoeba Api, Kehidupan Kompleks Bertahan di Suhu Rekor<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Struktur yang bersinar ini merupakan kulit gas yang terus mengembang, sisa peninggalan setelah bintang-bintang masif meledak di akhir hidupnya. Filamen halusnya memancarkan cahaya pada berbagai panjang gelombang, mulai dari emisi hidrogen berwarna merah hingga emisi oksigen berwarna biru, sehingga menghasilkan kombinasi warna yang terlihat pada gambar.<\/p>\n<p>Menariknya, kelima ledakan ini tidak berkaitan satu sama lain dan tidak terjadi di waktu bersamaan juga. Masing-masing terjadi secara independen, pada jarak yang berbeda-beda dari Bumi.<\/p>\n<p>Sebagian sisa ledakan ini bahkan berada ribuan tahun cahaya jauhnya, kebetulan saja tampak berdekatan jika dilihat dari sudut pandang Bumi. Nyatanya mereka adalah peristiwa kosmik yang terpisah jauh, baik dari segi jarak maupun waktu kejadiannya.<\/p>\n<p>Lima ledakan supernova ini memiliki kemungkinan pernah disaksikan secara langsung oleh manusia purba. Bagi mereka yang menengadah ke langit malam ribuan tahun lalu, ledakan-ledakan ini bisa jadi terlihat sebagai bintang baru yang tiba-tiba muncul terang benderang, sebelum perlahan meredup dan menghilang dalam hitungan minggu hingga bulan.<\/p>\n<p>Foto \u201c<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/the-ghost-of-five-supernovas\" title=\"The Ghost of Five Supernovas\">The Ghost of Five Supernovas<\/a>\u201d menjadi alat bagi manusia modern untuk melihat ke ledakan yang terjadi di masa lalu.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>NASA Science<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/937720\/nasa-abadikan-sisa-lima-ledakan-bintang-dalam-satu-bingkai\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The Ghost of Five Supernovas(Doc Stephanie VETTER &amp; Yann SAINTY) SEBUAH foto yang menjadi Astronomy Picture of the Day (APOD) NASA edisi 24 September 2026 menampilkan kumpulan awan kosmik lembut di luar angkasa. Bukan sembarang awan, foto tersebut ternyata menunjukkan jejak sisa dari lima ledakan bintang raksasa yang terjadi ribuan tahun silam.\u00a0 Foto hasil karya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109247,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109246","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109246","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109246"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109246\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109246"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109246"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109246"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}