{"id":109202,"date":"2026-09-25T20:22:43","date_gmt":"2026-09-25T13:22:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/ipw-soroti-sidak-ombudsman-di-lapas-cibinong\/"},"modified":"2026-09-25T20:22:43","modified_gmt":"2026-09-25T13:22:43","slug":"ipw-soroti-sidak-ombudsman-di-lapas-cibinong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/ipw-soroti-sidak-ombudsman-di-lapas-cibinong\/","title":{"rendered":"IPW Soroti Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/25\/1790341936_1c322bb17ba09305cf19.jpg\" alt=\"IPW Soroti Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong\"\/><figcaption>Petugas menunjukkan ruangan yang sebelumnya diperiksa secara mendadak oleh Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (24\/9\/2026).(ANTARA\/Yulius Satria Wijaya)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>INSPEKSI mendadak (sidak) yang dilakukan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ombudsman\" title=\"ombudsman\">Ombudsman<\/a> Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (23\/9\/2026), memicu reaksi keras dari Indonesia Police Watch (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ipw\" title=\"IPW\">IPW<\/a>). Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, menyoroti prosedur pemeriksaan yang dinilai melampaui batas kewenangan lembaga pengawas pelayanan publik tersebut.<\/p>\n<p>Kritik ini muncul setelah tim Ombudsman melaporkan adanya temuan dugaan hunian dengan fasilitas menyerupai apartemen atau &#8220;kluster mewah&#8221; di dalam Lapas. Dalam prosesnya, situasi sempat memanas karena tim Ombudsman sempat tertahan dan ditolak masuk ke area blok hunian tertentu oleh petugas Lapas.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Kritik Prosedur Pemeriksaan<\/h3>\n<p>Sugeng Teguh Santoso menegaskan bahwa meskipun Ombudsman memiliki mandat pengawasan, pelaksanaan di lapangan tidak boleh menabrak aturan. Ia menilai tindakan memaksa masuk ke area terbatas bukan merupakan wewenang Ombudsman, melainkan ranah aparat penegak hukum.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/937576\/komisi-xiii-akan-panggil-ombudsman-dan-imipas-bahas-fasilitas-mewah-di-lp-cibinong\" title=\"Komisi XIII Akan Panggil Ombudsman dan Imipas Bahas Fasilitas Mewah di LP Cibinong\" target=\"_blank\">Komisi XIII Akan Panggil Ombudsman dan Imipas Bahas Fasilitas Mewah di LP Cibinong<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cMemaksa masuk ini bukan kewenangan Ombudsman. Ada cara lain. Ombudsman bisa menggunakan sumber informasi dari dalam Lapas untuk memperoleh dokumentasi. Setelah itu, baru mengirim tim investigator untuk melakukan tindak lanjut,\u201d ujar Sugeng kepada media, Jumat (25\/9\/2026).<\/p>\n<p>Menurut IPW, Ombudsman seharusnya mengedepankan mekanisme investigasi yang terukur, seperti:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Meminta penjelasan resmi kepada pihak terlapor (aparatur Lapas).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Mengumpulkan informasi dan memeriksa dokumen pendukung.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Melakukan klarifikasi atas laporan masyarakat sebelum terjun ke lapangan secara agresif.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; margin: 20px 0; background-color: #f9f9f9;\"><strong>Ringkasan Polemik Sidak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lapas-cibinong\" title=\"Lapas Cibinong\">Lapas Cibinong<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Aspek<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Keterangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Waktu Sidak<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Rabu, 23 September 2026<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Lokasi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Temuan Ombudsman<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Dugaan fasilitas &#8220;kluster mewah&#8221; menyerupai apartemen<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Sorotan IPW<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Cara pemeriksaan yang dianggap melampaui kewenangan (bukan APH)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Dasar Hukum Ombudsman<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">UU Nomor 37 Tahun 2008<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Hak Warga Binaan dan Aspek Keadilan<\/h3>\n<p>Selain menyoroti prosedur, Sugeng juga mengajak publik melihat persoalan fasilitas Lapas dari sudut pandang pembinaan. Ia berpendapat bahwa Lapas pada dasarnya adalah tempat pembinaan yang harus menjamin hak-hak dasar warga binaan, termasuk kelayakan hunian.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/937213\/lapas-mewah-cibinong-dpr-kalapas-harus-dipecat\" title=\"Lapas Mewah Cibinong, DPR: Kalapas harus Dipecat\" target=\"_blank\">Lapas Mewah Cibinong, DPR: Kalapas harus Dipecat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menilai keberadaan fasilitas yang nyaman tidak menjadi masalah selama sumber dananya sah dan tidak menimbulkan diskriminasi.<\/p>\n<p>&#8220;Jika ada Lapas yang tempatnya nyaman yang merupakan bantuan dari warga binaan yang punya uang, tidak masalah. Uang dari warga binaan yang dikelola untuk kenyamanan semua warga binaan agar nyaman, kenapa dipersoalkan? Harus ada rasa keadilan,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<h3>Potensi Ketimpangan Perlakuan<\/h3>\n<p>Persoalan utama yang harus dibedah, menurut IPW, bukanlah sekadar kemewahan fisik, melainkan potensi ketimpangan perlakuan antara warga binaan yang mampu secara ekonomi dengan yang tidak mampu.<\/p>\n<p>Sugeng mendesak agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terkait:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Siapa pengguna fasilitas khusus tersebut.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Bagaimana proses pembangunan dan sumber pendanaannya.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Siapa pihak yang mengelola fasilitas tersebut.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Apakah keberadaan fasilitas tersebut menciptakan perlakuan istimewa yang mencederai rasa keadilan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>\u201cJangan sampai karena memiliki kewenangan pengawasan, kemudian cara bertindaknya seperti aparat penegak hukum. Ada mekanisme investigasi yang bisa dilakukan,\u201d pungkas Sugeng. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/937655\/ipw-soroti-sidak-ombudsman-di-lapas-cibinong\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas menunjukkan ruangan yang sebelumnya diperiksa secara mendadak oleh Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (24\/9\/2026).(ANTARA\/Yulius Satria Wijaya) INSPEKSI mendadak (sidak) yang dilakukan Ombudsman Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (23\/9\/2026), memicu reaksi keras dari Indonesia Police Watch (IPW). Ketua IPW, Sugeng Teguh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109203,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109202","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109202","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109202"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109202\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109202"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109202"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109202"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}