{"id":109082,"date":"2026-09-25T15:10:52","date_gmt":"2026-09-25T08:10:52","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/gunung-semeru-erupsi-dua-kali-jumat-pagi-kolom-letusan-capai-700-meter\/"},"modified":"2026-09-25T15:10:52","modified_gmt":"2026-09-25T08:10:52","slug":"gunung-semeru-erupsi-dua-kali-jumat-pagi-kolom-letusan-capai-700-meter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/gunung-semeru-erupsi-dua-kali-jumat-pagi-kolom-letusan-capai-700-meter\/","title":{"rendered":"Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Jumat Pagi, Kolom Letusan Capai 700 Meter"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/25\/1790323165_cfc1165b4bf50371aa76.jpg\" alt=\"Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Jumat Pagi, Kolom Letusan Capai 700 Meter\"\/><figcaption>Gunung Semeru(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>AKTIVITAS\u00a0vulkanik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gunung-semeru\" title=\"Gunung Semeru\">Gunung Semeru<\/a> yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meningkat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami dua kali letusan beruntun pada Jumat pagi, (25\/9), dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi pertama terjadi pukul 06.14 WIB.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Terjadi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/erupsi-gunung-semeru\" title=\"erupsi Gunung Semeru\">erupsi Gunung Semeru<\/a> pukul 06.14 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl),&#8221; kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/935679\/gunung-semeru-erupsi-warga-dilarang-beraktivitas-dalam-radius-13-kilometer\" title=\"Gunung Semeru Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas dalam Radius 13 Kilometer\" target=\"_blank\">Gunung Semeru Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas dalam Radius 13 Kilometer<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Letusan pembuka ini menghasilkan kolom abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah timur laut. Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 22 mm berdurasi 138 detik.<\/p>\n<p>Tak berselang lama, aktivitas eksplosif kembali terulang pada pagi yang sama.<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian Semeru erupsi kembali pada pukul 06.56 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak (4.376 mdpl),&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/923336\/3-gunung-api-di-indonesia-erupsi-beruntun-pada-selasa-malam\" title=\"3 Gunung Api di Indonesia Erupsi Beruntun pada Selasa Malam\" target=\"_blank\">3 Gunung Api di Indonesia Erupsi Beruntun pada Selasa Malam<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Erupsi kedua ini juga memuntahkan abu berwarna putih hingga kelabu dengan karakteristik tebal mengarah ke timur laut. Aktivitas ini terekam di alat pencatat gempa dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik.<\/p>\n<h2>Data Seismisitas dan Visual<\/h2>\n<p>Selama periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, instrumen pemantau mencatat aktivitas kegempaan yang cukup dinamis. Berikut adalah rincian kegempaan yang terekam:<\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%; margin-bottom: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; text-align: left; padding: 8px;\">Jenis Gempa<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; text-align: left; padding: 8px;\">Jumlah Kejadian<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; text-align: left; padding: 8px;\">Spesifikasi Teknik<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Gempa Letusan\/Erupsi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">27 kali<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Amplitudo 15-22 mm, durasi 82-138 detik<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Gempa Guguran<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">3 kali<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Amplitudo 2-6 mm, durasi 42-79 detik<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Gempa Hembusan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">1 kali<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Amplitudo 5 mm, durasi 72 detik<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Secara visual, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan dengan tiupan angin lemah mengarah ke selatan.<\/p>\n<h2>Status Siaga (Level III) dan Rekomendasi Keselamatan<\/h2>\n<p>Saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan di <strong>Level III (Siaga)<\/strong>. Mengingat tingkat aktivitas yang tetap tinggi, otoritas terkait mengeluarkan instruksi keselamatan ketat bagi warga maupun pendaki yang berada di sekitar kawasan rawan.<\/p>\n<p>Masyarakat dilarang keras beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru guna menghindari ancaman langsung dari lontaran batu pijar.<\/p>\n<p>Selain itu, terdapat pembatasan aktivitas di sekitar jalur aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.<\/p>\n<p>&#8220;Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,&#8221; kata Mukdas.<\/p>\n<p>Masyarakat diimbau agar senantiasa waspada terhadap ancaman lanjutan berupa awan panas guguran (APG), guguran lava, serta banjir lahar hujan. Potensi bahaya ini mengintai jalur-jalur air, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.(Ant\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/937533\/gunung-semeru-erupsi-dua-kali-jumat-pagi-kolom-letusan-capai-700-meter\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gunung Semeru(Antara) AKTIVITAS\u00a0vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meningkat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami dua kali letusan beruntun pada Jumat pagi, (25\/9), dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak. Berdasarkan laporan resmi dari Pos [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109083,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109082","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109082"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109082\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}