{"id":109050,"date":"2026-09-25T14:09:39","date_gmt":"2026-09-25T07:09:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/pvmbg-jelaskan-fenomena-seperti-blue-fire-di-gunung-papandayan\/"},"modified":"2026-09-25T14:09:39","modified_gmt":"2026-09-25T07:09:39","slug":"pvmbg-jelaskan-fenomena-seperti-blue-fire-di-gunung-papandayan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/pvmbg-jelaskan-fenomena-seperti-blue-fire-di-gunung-papandayan\/","title":{"rendered":"PVMBG Jelaskan Fenomena Seperti Blue Fire di Gunung Papandayan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/25\/1790320036_d24957e52798242915a5.jpg\" alt=\"PVMBG Jelaskan Fenomena Seperti Blue Fire di Gunung Papandayan\"\/><figcaption>Kepala PVMBG Rita Susilawati(Dok. Pribadi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>FENOMENA api biru keunguan muncul di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gunung-papandayan\" title=\"Gunung Papandayan\">Gunung Papandayan<\/a>, Kabupaten Garut, pada 23 September 2026. Nyala api biru itu muncul di beberapa titik dengan sebaran cukup luas.<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n&#8220;Sehari kemudian, pada 24 September, nyala yang terlihat lebih sedikit dan lebih terkonsentrasi, dengan warna biru keputihan,&#8221; ungkap Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pvmbg\" title=\"PVMBG\">PVMBG<\/a>) Rita Susilawati, Jumat (25\/9).\u00a0<\/p>\n<p>Dia menambahkan, nyala api tersebut diinterpretasikan sebagai fenomena <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/blue-fire\" title=\"blue fire\">blue fire<\/a> yang berkaitan dengan pembakaran belerang di area solfatara. Fenomena serupa sebelumnya pernah dilaporkan di Kawah Baru Papandayan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Sejak 2025, lanjutnya, Badan Geologi mengamati bahwa bukaan Kawah Manuk cenderung menyempit, disertai berkurangnya asap yang tampak di permukaan. Menurutnya ada kemungkinan perubahan ini mempengaruhi jalur keluarnya gas panas sehingga gas keluar melalui rekahan atau bagian dinding kawah lainnya, termasuk di sekitar lokasi nyala yang kini teramati.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/937498\/badan-geologi-kerahkan-tim-selidiki-fenomena-api-biru-di-kawah-gunung-papandayan\" title=\"Badan Geologi Kerahkan Tim Selidiki Fenomena Api Biru di Kawah Gunung Papandayan\" target=\"_blank\">Badan Geologi Kerahkan Tim Selidiki Fenomena Api Biru di Kawah Gunung Papandayan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Gas panas yang keluar di area yang mengandung belerang dapat menghasilkan nyala biru. Namun, hubungan antara penyempitan bukaan Kawah Manuk dan kemunculan nyala biru masih perlu dikaji. Rekaman visual saja belum cukup untuk memastikannya,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Rita menambahkan Tim Badan Geologi saat ini sedang melakukan pemeriksaan lapangan untuk menganalisis fenomena api biru di Gunung Papandayan tersebut dan potensi bahayanya.\u00a0<\/p>\n<p>Pengamatan Badan Geologi menunjukan bahwa tingkat aktivitas Gunung Papandayan tetap Level I (Normal). Masyarakat dan pengunjung diminta tidak beraktivitas atau menginap dalam radius 500 meter dari bukaan kawah aktif.\u00a0 (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/937512\/pvmbg-jelaskan-fenomena-seperti-blue-fire-di-gunung-papandayan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepala PVMBG Rita Susilawati(Dok. Pribadi) FENOMENA api biru keunguan muncul di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, pada 23 September 2026. Nyala api biru itu muncul di beberapa titik dengan sebaran cukup luas.&#13; \u00a0&#13; &#8220;Sehari kemudian, pada 24 September, nyala yang terlihat lebih sedikit dan lebih terkonsentrasi, dengan warna biru keputihan,&#8221; ungkap Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109051,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-109050","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109050"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109050\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109051"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}