{"id":108984,"date":"2026-09-25T11:25:40","date_gmt":"2026-09-25T04:25:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/kenaikan-yield-global-ujian-bagi-kemenkeu-dan-bank-indonesia\/"},"modified":"2026-09-25T11:25:40","modified_gmt":"2026-09-25T04:25:40","slug":"kenaikan-yield-global-ujian-bagi-kemenkeu-dan-bank-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/kenaikan-yield-global-ujian-bagi-kemenkeu-dan-bank-indonesia\/","title":{"rendered":"Kenaikan Yield Global Ujian bagi Kemenkeu dan Bank Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/25\/1790310064_5fc043b56284e8a0fcfe.jpg\" alt=\"Kenaikan Yield Global Ujian bagi Kemenkeu dan Bank Indonesia\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Antara Foto)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEPALA Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai kenaikan<em> yield<\/em> (keuntungan yang diperoleh investor dari saham) global dan meningkatnya harga modal internasional, menjadi ujian bagi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kementerian-keuangan\" title=\"Kementerian Keuangan\">Kementerian Keuangan<\/a> dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bank-indonesia\" title=\"Bank Indonesia\">Bank Indonesia<\/a>.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKerangka koordinasinya sekarang jauh lebih jelas. Ada lima pilar, yaitu pertumbuhan, ketahanan eksternal, pengelolaan likuiditas, pengendalian inflasi, dan pendalaman pasar keuangan. Tetapi justru karena kerangkanya sudah jelas, pasar sekarang akan segera menguji bagaimana koordinasi itu bekerja dalam kondisi yang sulit,\u201d ujar Fakhrul dalam keterangan yang diterima, Jumat (25\/9).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurutnya, ujian pertama akan terlihat di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Dalam kondisi global seperti sekarang, katanya, bukan lagi menjaga <em>yield <\/em>SBN serendah mungkin, tetapi <em>market-clearing yield <\/em>Indonesia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/937263\/bi-dan-kemenkeu-tegaskan-sinergi-fiskal-moneter-tetap-di-koridor-masing-masing\" title=\"BI dan Kemenkeu Tegaskan Sinergi Fiskal-Moneter Tetap di Koridor Masing-Masing\" target=\"_blank\">BI dan Kemenkeu Tegaskan Sinergi Fiskal-Moneter Tetap di Koridor Masing-Masing<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Pada level berapa investor bersedia menyerap obligasi pemerintah secara natural, tanpa harus terlalu bergantung pada dukungan kebijakan atau likuiditas tambahan,&#8221; ujarnya.\u00a0<\/p>\n<p>Fakhrul menilai kenaikan <em>yield <\/em>obligasi domestik tidak selalu berarti penurunan kredibilitas Indonesia. Sebagian kenaikan dapat merupakan konsekuensi dari kenaikan global <em>risk-free rate <\/em>dan term premium.<\/p>\n<p>\u201cKita harus membedakan antara kenaikan <em>yield<\/em> karena <em>repricing <\/em>global dengan kenaikan <em>Indonesia-specific risk premium.<\/em> Yang kedua harus dicegah. Tetapi yang pertama tidak selalu bisa ditahan.\u201d<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/910617\/bi-rating-bbb-dari-sp-bukti-stabilitas-makroekonomi-terjaga\" title=\"BI: Rating BBB dari S&amp;P Bukti Stabilitas Makroekonomi Terjaga\" target=\"_blank\">BI: Rating BBB dari S&amp;P Bukti Stabilitas Makroekonomi Terjaga<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menambahkan, apabila<em> yield<\/em> domestik dipertahankan terlalu rendah dibandingkan tingkat yang dibutuhkan oleh investor marjinal, tekanan penyesuaian tidak hilang, tetapi dapat berpindah ke kanal lain.<\/p>\n<p>\u201cKalau harga obligasi tidak cukup menyesuaikan, adjustment bisa berpindah ke foreign demand, ke auction absorption, ke Rupiah, bahkan ke aset berisiko lain seperti pasar saham. Jadi, menahan <em>yield t<\/em>erlalu rendah bukan berarti menghilangkan risiko. Bisa saja hanya memindahkan risikonya.\u201d<\/p>\n<p>Karena itu, kata Fakhrul, proses<em> price discovery<\/em> di pasar obligasi justru menjadi bagian penting dari stabilitas eksternal. Kalau <em>yield<\/em> tidak mencerminkan harga modal global, investor asing tidak mendapat kompensasi yang cukup. Pada akhirnya tekanan bisa muncul di Rupiah dan pasar saham yang berujung pada penurunan sentimen dan optimisme dalam perekonomian.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam konteks itu, membiarkan pasar obligasi menemukan <em>market-clearing yield <\/em>bisa menjadi bagian dari kebijakan stabilisasi rupiah,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menilai lima pilar koordinasi yang baru diperjelas sebenarnya menyediakan instrumen yang cukup lengkap untuk mengelola proses tersebut. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/937472\/kenaikan-yield-global-ujian-bagi-kemenkeu-dan-bank-indonesia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Antara Foto) KEPALA Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai kenaikan yield (keuntungan yang diperoleh investor dari saham) global dan meningkatnya harga modal internasional, menjadi ujian bagi Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.\u00a0 \u201cKerangka koordinasinya sekarang jauh lebih jelas. Ada lima pilar, yaitu pertumbuhan, ketahanan eksternal, pengelolaan likuiditas, pengendalian inflasi, dan pendalaman pasar keuangan. Tetapi justru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108985,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-108984","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108984","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108984"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108984\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108985"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108984"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108984"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108984"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}