{"id":108776,"date":"2026-09-25T02:47:44","date_gmt":"2026-09-24T19:47:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/kasus-malaria-di-aceh-jaya-melonjak-akibat-aktivitas-di-area-tambang-emas-rakyat\/"},"modified":"2026-09-25T02:47:44","modified_gmt":"2026-09-24T19:47:44","slug":"kasus-malaria-di-aceh-jaya-melonjak-akibat-aktivitas-di-area-tambang-emas-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/kasus-malaria-di-aceh-jaya-melonjak-akibat-aktivitas-di-area-tambang-emas-rakyat\/","title":{"rendered":"Kasus Malaria di Aceh Jaya Melonjak akibat Aktivitas di Area Tambang Emas Rakyat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/24\/1790259191_5bf9c6aa5cb07714bd25.jpg\" alt=\"Kasus Malaria di Aceh Jaya Melonjak akibat Aktivitas di Area Tambang Emas Rakyat\"\/><figcaption>Ilustrasi nyamuk penyebab malaria.(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/aceh-jaya\" title=\"Aceh Jaya\">Aceh Jaya<\/a> melaporkan lonjakan kasus penyakit <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/malaria\" title=\"malaria\">malaria<\/a> di wilayah tersebut. Merebaknya penyakit ini diduga kuat berkaitan erat dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di lokasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tambang-emas-rakyat\" title=\"tambang emas rakyat\">tambang emas rakyat<\/a> dalam beberapa bulan terakhir.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya, Ferdian, mengungkapkan bahwa hingga 22 September 2026, tercatat sebanyak 76 kasus malaria. Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Jumlah kasus terus bertambah. Kalau kita bandingkan, pada bulan Mei hanya 30 kasus dan Juli 56 kasus,&#8221; ujar Ferdian di Aceh Jaya, Kamis (24\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/679227\/imunitas-masih-rendah-bahaya-malaria-masih-intai-anak\" target=\"_blank\" title=\"Imunitas masih Rendah, Bahaya Malaria masih Intai Anak\">Imunitas masih Rendah, Bahaya Malaria masih Intai Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Ancaman Malaria Knowlesi di Kawasan Hutan<\/h3>\n<p>Ferdian menjelaskan bahwa mayoritas kasus <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/malaria-di-aceh\" title=\"malaria di aceh\">malaria di Aceh<\/a> yang ditemukan saat ini adalah jenis <i>malaria knowlesi<\/i>. Ini merupakan jenis <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyakit-malaria\" title=\"penyakit malaria\">penyakit malaria<\/a> zoonosis, yakni penularan yang terjadi dari hewan ke manusia melalui perantara parasit.<\/p>\n<p>&#8220;Jenis malaria ini menular dari hewan yang menyebar ke manusia, dan lokusnya kebanyakan berasal dari area pertambangan yang berada di dalam hutan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<h3>Langkah Penanganan dan Skrining Massal<\/h3>\n<p>Merespons lonjakan tersebut, Dinkes Aceh Jaya telah mengambil sejumlah langkah strategis, mulai dari memperkuat sosialisasi hingga membagikan kelambu kepada para penambang. Koordinasi dan advokasi pemeliharaan eliminasi malaria juga terus dilakukan bersama pemangku kepentingan terkait.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil pertemuan koordinasi, pemerintah daerah menyepakati beberapa poin tindakan cepat, di antaranya:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Skrining Massal: Dinas Kesehatan bersama unsur TNI\/Polri akan segera melakukan pemeriksaan darah secara massal di pintu masuk kawasan tambang.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pengawasan Ketat: Perangkat daerah diminta memperketat pengawasan kesehatan di area pertambangan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pos Kesehatan Darurat: Penempatan pos kesehatan lapangan atau pos satelit darurat untuk mempercepat deteksi dini dan pengobatan pasien positif.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Edukasi Masyarakat: Melibatkan tokoh masyarakat dan pemuka adat untuk mengedukasi pekerja tambang mengenai pentingnya penggunaan kelambu dan menjaga kebersihan lingkungan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Ferdian menekankan bahwa penanganan malaria di Aceh Jaya membutuhkan keterlibatan lintas sektor, mengingat aktivitas di kawasan tambang telah menjadi klaster penyebaran kasus. Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang beraktivitas di area hutan dan pertambangan. (Ant\/H-3)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/937311\/kasus-malaria-di-aceh-jaya-melonjak-akibat-aktivitas-di-area-tambang-emas-rakyat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi nyamuk penyebab malaria.(Dok. Magnific) DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Jaya melaporkan lonjakan kasus penyakit malaria di wilayah tersebut. Merebaknya penyakit ini diduga kuat berkaitan erat dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di lokasi tambang emas rakyat dalam beberapa bulan terakhir. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya, Ferdian, mengungkapkan bahwa hingga 22 September 2026, tercatat sebanyak 76 kasus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108777,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-108776","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108776","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108776"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108776\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108777"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108776"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108776"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108776"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}