{"id":108754,"date":"2026-09-25T01:52:37","date_gmt":"2026-09-24T18:52:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/siswa-smp-di-jaktim-diduga-dianiaya-usai-edit-foto-teman-jadi-vulgar-pakai-ai\/"},"modified":"2026-09-25T01:52:37","modified_gmt":"2026-09-24T18:52:37","slug":"siswa-smp-di-jaktim-diduga-dianiaya-usai-edit-foto-teman-jadi-vulgar-pakai-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/siswa-smp-di-jaktim-diduga-dianiaya-usai-edit-foto-teman-jadi-vulgar-pakai-ai\/","title":{"rendered":"Siswa SMP di Jaktim Diduga Dianiaya usai Edit Foto Teman Jadi Vulgar Pakai AI"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/24\/1790262388_dda99ccbee07e9615fc2.jpg\" alt=\"Siswa SMP di Jaktim Diduga Dianiaya usai Edit Foto Teman Jadi Vulgar Pakai AI\"\/><figcaption>ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Jakarta Timur (Jaktim) diduga menjadi korban penganiayaan oleh teman-temannya. Aksi kekerasan tersebut dipicu setelah rekan-rekan korban mengetahui bahwa ia mengedit foto sejumlah siswi menjadi foto vulgar menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).<\/p>\n<p>Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made Budi, mengonfirmasi bahwa pihak korban telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke kepolisian.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Terduga pelaku yang membuat atau mengedit foto rekan-rekannya, membuat laporan penganiayaan,&#8221; kata AKP I Made Budi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (24\/9\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/936703\/polisi-selidiki-dugaan-pelecehan-seksual-siswa-smp-jaktim-lewat-foto-ai\" title=\"Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Siswa SMP Jaktim lewat Foto AI\" target=\"_blank\">Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Siswa SMP Jaktim lewat Foto AI<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kronologi Penganiayaan di Dua Lokasi<\/h2>\n<p>Berdasarkan keterangan orang tua korban, dugaan penganiayaan tersebut terjadi selama dua hari berturut-turut, yakni pada Selasa (15\/9\/2026) dan Rabu (16\/9\/2026), sekitar pukul 11.00 WIB setelah korban pulang sekolah.<\/p>\n<p>Pada hari pertama, Selasa (15\/9), korban diminta datang ke sebuah warung di samping SD 01 Kayu Putih, Jakarta Timur. Setibanya di lokasi, korban dipaksa naik ke sepeda motor dan dibawa menuju sebuah rumah kosong di Jalan Tiner, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah di rumah kosong, korban dipukul di bagian hidung, telinga, kepala, dan dada korban ditendang oleh beberapa pelaku (dalam penyelidikan\/lidik). Dan salah satu pelaku mengancam menggunakan senjata tajam katana atau samurai,&#8221; jelas Made.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/931192\/polresta-banyumas-ungkap-kasus-kekerasan-pelajar-hingga-meninggal-dunia\" title=\"Polresta Banyumas Ungkap Kasus Kekerasan Pelajar hingga Meninggal Dunia\" target=\"_blank\">Polresta Banyumas Ungkap Kasus Kekerasan Pelajar hingga Meninggal Dunia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Aksi kekerasan kembali berlanjut pada Rabu (16\/9). Dengan modus yang sama, korban kembali dipaksa datang ke warung di sekitar SD 01 Kayu Putih sebelum dibawa menggunakan sepeda motor menuju kawasan Waduk Ria Rio, Kayu Putih, Jakarta Timur.<\/p>\n<p>Di kawasan waduk tersebut, korban kembali mengalami kekerasan fisik secara bertubi-tubi pada bagian kepala hingga perut.<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian setiba di waduk, korban dipukul bagian kepala, digampar di bagian telinga kanan dan kiri, kemudian bagian perut korban beberapa kali ditendang oleh beberapa pelaku (lidik),&#8221; ucapnya.<\/p>\n<h2>Dipicu Kekesalan Akibat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/foto-ai\" title=\"foto AI\">Foto AI<\/a> Vulgar<\/h2>\n<p>Made mengungkapkan, motif dugaan penganiayaan ini berkaitan erat dengan tindakan korban yang sebelumnya memanipulasi foto sejumlah siswi menggunakan teknologi AI hingga menjadi konten vulgar. Teman-teman dari para siswi yang tidak terima dengan perbuatan tersebut kemudian meluapkan kekesalan mereka dengan melakukan kekerasan fisik.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi yang melakukan penganiayaan teman-teman para korban karena kesal sudah mengedit foto para korban,&#8221; ujar Made.<\/p>\n<p>Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami keseluruhan rangkaian kejadian, termasuk mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam penganiayaan. Selain itu, polisi juga tengah memastikan apakah para siswi yang menjadi korban pengeditan foto vulgar tersebut telah melayangkan laporan resmi terkait pelanggaran digital atau pelecehan seksual.<\/p>\n<p>&#8220;Iya betul, namun saya saat ini masih menanyakan apakah para korban (pengeditan foto) sudah membuat laporan atau belum,&#8221; pungkasnya. (Ant\/E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/937338\/siswa-smp-di-jaktim-diduga-dianiaya-usai-edit-foto-teman-jadi-vulgar-pakai-ai\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Antara) Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Jakarta Timur (Jaktim) diduga menjadi korban penganiayaan oleh teman-temannya. Aksi kekerasan tersebut dipicu setelah rekan-rekan korban mengetahui bahwa ia mengedit foto sejumlah siswi menjadi foto vulgar menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made Budi, mengonfirmasi bahwa pihak korban [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108755,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-108754","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108754"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108754\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}