{"id":108746,"date":"2026-09-25T01:32:54","date_gmt":"2026-09-24T18:32:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/rahasia-ketenangan-zaki-ubaidillah-di-final-asian-games-2026-doa-orangtua\/"},"modified":"2026-09-25T01:32:54","modified_gmt":"2026-09-24T18:32:54","slug":"rahasia-ketenangan-zaki-ubaidillah-di-final-asian-games-2026-doa-orangtua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/25\/rahasia-ketenangan-zaki-ubaidillah-di-final-asian-games-2026-doa-orangtua\/","title":{"rendered":"Rahasia Ketenangan Zaki Ubaidillah di Final Asian Games 2026 Doa Orangtua"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/24\/1790262988_e94b65de5fbd62b95272.jpg\" alt=\"Rahasia Ketenangan Zaki Ubaidillah di Final Asian Games 2026: Doa Orangtua\"\/><figcaption>Moh Zaki Ubaidillah(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Penantian panjang bulu tangkis beregu putra Indonesia untuk kembali merengkuh takhta tertinggi di panggung <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/asian-games\" title=\"Asian Games\">Asian Games<\/a> akhirnya tuntas. Bertanding pada partai final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Kamis (24\/9), tim Merah Putih sukses menyumbang medali emas usai menumbangkan Tiongkok lewat pertarungan sengit yang berakhir dengan skor tipis 3-2.<\/p>\n<p>Di balik keberhasilan besar yang mengakhiri dahaga emas beregu putra selama 28 tahun sejak Asian Games Bangkok 1998 tersebut, terselip cerita ketenangan jiwa dari sang pahlawan penentu, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/moh-zaki-ubaidillah\" title=\"Moh Zaki Ubaidillah\">Moh Zaki Ubaidillah<\/a>.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Pemain tunggal putra muda yang akrab disapa Ubed itu mengakui bahwa komunikasi dan doa restu orang tua menjadi benteng utama penenang dirinya sebelum menuntaskan tugas berat di partai pamungkas.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/937330\/menpora-apresiasi-tim-bulu-tangkis-indonesia-yang-raih-emas-asian-games\" title=\"Menpora Apresiasi Tim Bulu Tangkis Indonesia yang Raih Emas Asian Games\" target=\"_blank\">Menpora Apresiasi Tim Bulu Tangkis Indonesia yang Raih Emas Asian Games<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kekuatan Doa Orang Tua dan Dukungan Tim<\/h2>\n<p>Ubed menceritakan bahwa tekanan mental luar biasa sempat menyelimutinya sebelum naik ke lapangan untuk menentukan nasib tim Indonesia. Di saat rasa tegang melanda, ia memilih untuk menghubungi orang tuanya demi memohon kekuatan doa.<\/p>\n<p>&#8220;Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga, sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,&#8221; ungkap Ubed pasca pertandingan.<\/p>\n<p>Suntikan doa dari orang tua yang dipadukan dengan atmosfer positif dari rekan-rekan setim di pinggir lapangan terbukti efektif meluruhkan beban berat di pundaknya. Ubed tampil dingin dan berhasil mengandaskan perlawanan wakil Tiongkok, Weng Hong Yang, dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-13.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/937303\/indonesia-kembali-jadi-raja-bulu-tangkis-asia-penantian-28-tahun-berakhir\" title=\"Indonesia Kembali Jadi Raja Bulu Tangkis Asia, Penantian 28 Tahun Berakhir\" target=\"_blank\">Indonesia Kembali Jadi Raja Bulu Tangkis Asia, Penantian 28 Tahun Berakhir<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan. Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<h2>Momen Krusial di Lapangan<\/h2>\n<p>Ketenangan batin itu terlihat jelas saat jalannya laga gim pertama. Meski sempat mengawali pertandingan dengan kurang meyakinkan akibat tertinggal 0-4 dan harus mengakui keunggulan lawan 8-11 hingga interval, Ubed tidak panik saat lawan meraih game point lebih dulu.<\/p>\n<p>&#8220;Di gim pertama setelah lawan game point duluan, pikiran saya berusaha lebih tenang. Alhamdulillah bisa membalikkan keadaan,&#8221; puji Ubed atas momen krusial saat ia berhasil berbalik unggul 23-21.<\/p>\n<p>Memasuki gim kedua, performa agresif Ubed semakin tak terbendung. Keunggulan 11-5 pada interval berhasil dimanfaatkan untuk terus memperlebar jarak poin hingga mengunci kemenangan 21-13. Skor tersebut memicu selebrasi sekaligus memastikan medali emas beregu putra jatuh ke tangan Indonesia.<\/p>\n<h2>Perjuangan Dramatis Mengejar Ketertinggalan<\/h2>\n<p>Sebelum kemenangan manis di partai penentu, perjalanan Indonesia sempat diuji. Pada dua partai awal, Indonesia sempat tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie menyerah dari Shi Yu Qi 13-21, 18-21, diikuti kekalahan Fajar Alfian\/Muhammad Shohibul Fikri dari pasangan Liang Wei Keng\/Wang Chang 20-22, 21-19, 14-21.<\/p>\n<p>Indonesia kemudian membangkitkan asa melalui kemenangan Alwi Farhan atas Li Shi Feng 23-21, 15-21, 21-16, disusul keperkasaan Leo Rolly Carnando\/Daniel Marthin yang membekuk He Ji Ting\/Liu Yi 23-21, 21-10 untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2, sebelum akhirnya dipastikan oleh kemenangan Ubed di partai kelima. (E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/937345\/rahasia-ketenangan-zaki-ubaidillah-di-final-asian-games-2026-doa-orangtua\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Moh Zaki Ubaidillah(Antara) Penantian panjang bulu tangkis beregu putra Indonesia untuk kembali merengkuh takhta tertinggi di panggung Asian Games akhirnya tuntas. Bertanding pada partai final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Kamis (24\/9), tim Merah Putih sukses menyumbang medali emas usai menumbangkan Tiongkok lewat pertarungan sengit yang berakhir dengan skor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108747,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-108746","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108746","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108746"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108746\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108747"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}