{"id":108707,"date":"2026-09-24T23:49:44","date_gmt":"2026-09-24T16:49:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/24\/jejak-kaki-t-rex-dewasa-berusia-665-juta-tahun-ditemukan-di-north-dakota\/"},"modified":"2026-09-24T23:49:44","modified_gmt":"2026-09-24T16:49:44","slug":"jejak-kaki-t-rex-dewasa-berusia-665-juta-tahun-ditemukan-di-north-dakota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/24\/jejak-kaki-t-rex-dewasa-berusia-665-juta-tahun-ditemukan-di-north-dakota\/","title":{"rendered":"Jejak Kaki T. rex Dewasa Berusia 66,5 Juta Tahun Ditemukan di North Dakota"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/24\/1790263295_fb2f28a7eecdc58b6488.jpg\" alt=\"Jejak Kaki T. rex Dewasa Berusia 66,5 Juta Tahun Ditemukan di North Dakota\"\/><figcaption>Ilmuwan menemukan jejak kaki T.rex.(Dok. Journal of Vertebrate Paleontology\/Sciencenews.org)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>JEJAK\u00a0kehidupan <i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tyrannosaurus-rex\" title=\"Tyrannosaurus rex\">Tyrannosaurus rex<\/a><\/i> (T. rex) kembali terungkap melalui penemuan yang disebut sebagai yang pertama dalam ilmu paleontologi. Para ilmuwan menemukan rangkaian jejak kaki atau <i>trackway<\/i> yang kemungkinan besar ditinggalkan oleh T. rex dewasa sekitar 66,5 juta tahun lalu di wilayah North Dakota, Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Penemuan tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari Denver Museum of Nature &amp; Science dan Liverpool John Moores University. Hasil penelitian mereka telah diterbitkan dalam <i>Journal of Vertebrate Paleontology<\/i> pada September 2026. Para peneliti menyebut temuan tersebut sebagai laporan pertama mengenai rangkaian jejak yang kemungkinan dibuat oleh T. rex dewasa.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Temuan di Hell Creek Formation<\/h2>\n<p>Jejak tersebut ditemukan di kawasan Hell Creek Formation, wilayah yang dikenal memiliki banyak temuan fosil <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dinosaurus\" title=\"Dinosaurus\">dinosaurus<\/a>. Rangkaian itu memiliki panjang sekitar 7 meter dan terdiri dari empat jejak kaki berjari tiga. Masing-masing jejak memiliki dimensi yang masif, dengan panjang sekitar 0,9 hingga 1 meter dan lebar sekitar 60 hingga 80 sentimeter.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/855876\/untuk-apa-lubang-pendingin-udara-yang-ada-di-kepala-dinosaurus-t-rex\" target=\"_blank\" title=\"Untuk Apa Lubang 'Pendingin Udara' yang Ada di Kepala Dinosaurus T. rex?\">Untuk Apa Lubang &#8216;Pendingin Udara&#8217; yang Ada di Kepala Dinosaurus T. rex?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ukuran yang sangat besar, bentuk tiga jari, serta struktur jari yang relatif sempit menjadi sejumlah petunjuk utama bagi peneliti untuk mengidentifikasi kemungkinan pembuat jejak. Keberadaan berbagai fosil tulang T. rex di kawasan sekitar juga memperkuat dugaan tersebut. Namun, para peneliti tetap menggunakan istilah \u201ckemungkinan besar\u201d karena jejak fosil tidak selalu dapat mengidentifikasi spesies secara mutlak tanpa adanya kerangka yang menempel langsung.<\/p>\n<h2>Merekam Perilaku Melalui Jejak<\/h2>\n<p>Penemuan ini memberikan dimensi informasi yang berbeda dibandingkan fosil tulang. Jika tulang membantu ilmuwan memahami anatomi dan struktur tubuh, jejak kaki memberikan gambaran nyata mengenai perilaku dan pergerakan hewan saat masih hidup.<\/p>\n<p>\u201cTulang memberi tahu kita banyak hal tentang hewan-hewan ini, tetapi jejak kaki menangkap momen perilaku,\u201d ujar Tyler Lyson, kurator senior paleontologi vertebrata di Denver Museum of Nature &amp; Science. Ia menjelaskan bahwa rangkaian jejak memungkinkan ilmuwan mengikuti pergerakan seekor hewan ketika melintasi suatu wilayah, sebuah data yang sangat jarang ditemukan pada predator sebesar T. rex.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/897715\/alasan-evolusi-lengan-pendek-t-rex-terungkap-bukan-untuk-berburu\" target=\"_blank\" title=\"Alasan Evolusi Lengan Pendek T-Rex Terungkap, bukan untuk Berburu\">Alasan Evolusi Lengan Pendek T-Rex Terungkap, bukan untuk Berburu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berdasarkan analisis jarak antarjejak, peneliti memperkirakan panjang langkah T. rex tersebut mencapai sekitar 4 meter. Kecepatan berjalannya diperkirakan berada di kisaran 1,5 hingga 2 meter per detik atau sekitar 5,6 hingga 7,2 kilometer per jam. Angka ini setara dengan kecepatan berjalan cepat manusia dewasa.<\/p>\n<h2>Teknologi Pemindaian 3D<\/h2>\n<p>Jejak ini pertama kali ditemukan pada 2025 oleh Kent Hups, seorang guru sekolah menengah dari Colorado yang tergabung dalam tim penelitian saat melakukan kegiatan lapangan. Untuk mendokumentasikannya, tim menggunakan pemindaian permukaan tiga dimensi beresolusi tinggi.<\/p>\n<p>Teknologi tersebut memungkinkan pembuatan model digital yang sangat rinci. Peneliti bahkan dapat menganalisis model tersebut melalui teknologi <i>virtual reality<\/i> (VR) untuk mempelajari bentuk dan posisi setiap jejak tanpa harus berada di lokasi fisik yang rentan terhadap cuaca.<\/p>\n<p>Meskipun permukaannya telah mengalami retakan dan pelapukan akibat faktor alam, ukuran dan jumlah jari yang tersisa tetap memberikan informasi krusial bagi ilmu pengetahuan.<\/p>\n<p>Sebagai langkah penyelamatan, tiga dari empat jejak tersebut direncanakan untuk diangkat menggunakan helikopter dan dibawa ke Denver Museum of Nature &amp; Science. Pihak museum berencana memamerkan temuan ini sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai proses penyelamatan fosil di lapangan.<\/p>\n<p>Temuan ini menjadi bukti penting mengenai cara predator raksasa akhir zaman Kapur tersebut berinteraksi dengan lingkungannya, sekaligus menjadi rekaman perjalanan singkat yang tersimpan selama puluhan juta tahun.<\/p>\n<p>(Denver Museum of Nature &amp; Science\/H-3)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/937348\/jejak-kaki-t-rex-dewasa-berusia-665-juta-tahun-ditemukan-di-north-dakota\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilmuwan menemukan jejak kaki T.rex.(Dok. Journal of Vertebrate Paleontology\/Sciencenews.org) JEJAK\u00a0kehidupan Tyrannosaurus rex (T. rex) kembali terungkap melalui penemuan yang disebut sebagai yang pertama dalam ilmu paleontologi. Para ilmuwan menemukan rangkaian jejak kaki atau trackway yang kemungkinan besar ditinggalkan oleh T. rex dewasa sekitar 66,5 juta tahun lalu di wilayah North Dakota, Amerika Serikat. Penemuan tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108708,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-108707","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108707","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108707"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108707\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108708"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108707"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108707"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108707"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}