{"id":108578,"date":"2026-09-24T18:25:37","date_gmt":"2026-09-24T11:25:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/24\/korban-dugaan-keracunan-makan-bergizi-di-batang-capai-411-orang\/"},"modified":"2026-09-24T18:25:37","modified_gmt":"2026-09-24T11:25:37","slug":"korban-dugaan-keracunan-makan-bergizi-di-batang-capai-411-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/24\/korban-dugaan-keracunan-makan-bergizi-di-batang-capai-411-orang\/","title":{"rendered":"Korban Dugaan Keracunan Makan Bergizi di Batang Capai 411 Orang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/24\/1790248696_0d491ce2e9095acbbf83.jpg\" alt=\"Korban Dugaan Keracunan Makan Bergizi di Batang Capai 411 Orang\"\/><figcaption>Dapur MBG (SPPG) di Desa\/Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang diduga menjadi tempat pengolahan menu MBG yang meracuni ratusan warga.(Dok Pemkab Batang)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>JUMLAH\u00a0korban keracunan massal yang diduga berasal dari menu Makan Bergizi Gratis (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mbg\" title=\"MBG\">MBG<\/a>) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus bertambah. Hingga Kamis (24\/9) sore, tercatat sebanyak 411 orang harus dilarikan ke sejumlah layanan kesehatan (yankes) untuk menjalani perawatan intensif.<\/p>\n<p>Tim investigasi yang dibentuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang bergerak cepat melakukan pemeriksaan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang. Hasil investigasi sementara mengungkap adanya sejumlah pelanggaran serius yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan makanan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Saya bersama tim investigasi langsung melakukan pengecekan di SPPG Bawang yang melayani 2.700 penerima manfaat. Hasilnya cukup mengejutkan,&#8221; ujar Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, saat meninjau lokasi bersama Kepala KPPG Semarang, Hadiriajaya, Kamis (24\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/937021\/pemkab-batang-pastikan-276-korban-dugaan-keracunan-mbg-pulih-bantah-ada-korban-meninggal\" target=\"_blank\" title=\"Pemkab Batang Pastikan 276 Korban Dugaan Keracunan MBG Pulih, Bantah Ada Korban Meninggal\">Pemkab Batang Pastikan 276 Korban Dugaan Keracunan MBG Pulih, Bantah Ada Korban Meninggal<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Temuan Pelanggaran Fasilitas dan Limbah<\/h2>\n<p>Berdasarkan hasil investigasi langsung maupun pemeriksaan rekaman CCTV, ditemukan ketidaksesuaian pada infrastruktur bangunan. Dinding SPPG yang seharusnya bersifat solid ditemukan tidak memenuhi ketentuan. Selain itu, sistem pengelolaan limbah di area dapur juga dinilai tidak sesuai dengan SOP yang berlaku.<\/p>\n<p>Bupati Faiz menegaskan bahwa temuan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan sanksi. &#8220;Temuan ini akan dicatat. Tidak menutup kemungkinan SPPG tersebut dapat ditutup permanen apabila dinilai tidak layak untuk memberikan pelayanan makanan bergizi kepada masyarakat,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<h2>Waktu Pengolahan Makanan Melanggar Aturan<\/h2>\n<p>Kepala KPPG Semarang Badan Gizi Nasional (BGN), Hadiriajaya, menambahkan bahwa investigasi awal melalui rekaman CCTV menunjukkan adanya pelanggaran fatal pada waktu pengolahan makanan. Petugas di dapur SPPG diketahui memulai proses memasak jauh lebih awal dari jadwal yang ditentukan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/936182\/dugaan-keracunan-mbg-di-karo-terjadi-lagi-kali-ini-di-kecamatan-payung\" target=\"_blank\" title=\"Dugaan Keracunan MBG di Karo Terjadi Lagi, Kali Ini di Kecamatan Payung\">Dugaan Keracunan MBG di Karo Terjadi Lagi, Kali Ini di Kecamatan Payung<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kami melihat adanya pengolahan makanan yang dimulai pukul 19.30 WIB. Padahal, sesuai SOP pengolahan makanan MBG, proses memasak seharusnya baru dimulai setelah pukul 02.00 dini hari,&#8221; jelas Hadiriajaya.<\/p>\n<p>Selain masalah waktu, BGN juga menyoroti kondisi fisik dan sanitasi dapur yang belum memenuhi standar kesehatan. Mengingat jumlah korban yang mencapai lebih dari 400 orang, kasus ini telah masuk dalam kategori suspek berat.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin: 20px 0;\"><strong>Status SPPG Bawang:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Ditutup sementara selama 30 hari untuk proses penyelidikan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Dilaporkan ke BGN Pusat untuk evaluasi menyeluruh.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Terancam penutupan permanen karena korban mencakup balita, anak-anak, hingga orang dewasa.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Hadiriajaya menyatakan bahwa seluruh temuan ini telah dilaporkan ke BGN Pusat. Pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal yang menimpa siswa sekolah hingga orang tua tersebut. (AS\/E-4)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/937205\/korban-dugaan-keracunan-makan-bergizi-di-batang-capai-411-orang\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dapur MBG (SPPG) di Desa\/Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang diduga menjadi tempat pengolahan menu MBG yang meracuni ratusan warga.(Dok Pemkab Batang) JUMLAH\u00a0korban keracunan massal yang diduga berasal dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus bertambah. Hingga Kamis (24\/9) sore, tercatat sebanyak 411 orang harus dilarikan ke sejumlah layanan kesehatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108579,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-108578","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108578"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108578\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108579"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}