{"id":108556,"date":"2026-09-24T17:28:56","date_gmt":"2026-09-24T10:28:56","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/24\/netanyahu-hadapi-tekanan-politik-jelang-pemilu-pidato-pbb-jadi-sorotan\/"},"modified":"2026-09-24T17:28:56","modified_gmt":"2026-09-24T10:28:56","slug":"netanyahu-hadapi-tekanan-politik-jelang-pemilu-pidato-pbb-jadi-sorotan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/24\/netanyahu-hadapi-tekanan-politik-jelang-pemilu-pidato-pbb-jadi-sorotan\/","title":{"rendered":"Netanyahu Hadapi Tekanan Politik Jelang Pemilu, Pidato PBB Jadi Sorotan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/24\/1790245432_920f17ee3897fa2fab73.png\" alt=\"Netanyahu Hadapi Tekanan Politik Jelang Pemilu, Pidato PBB Jadi Sorotan\"\/><figcaption>ilustrasi PM Israel Benjamin Netanyahu.(MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PERDANA Menteri Israel <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/benjamin-netanyahu\" title=\"Benjamin Netanyahu\">Benjamin Netanyahu<\/a> diperkirakan akan memanfaatkan pidatonya dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperkuat dukungan politik menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Namun, menurut analisis The Times of Israel yang ditulis wartawan diplomatik Lazar Berman pada Rabu (23\/9), Netanyahu tampaknya belum berhasil mendapatkan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump selama kunjungannya ke New York. <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pidato-netanyahu\" title=\"Pidato Netanyahu\">Pidato Netanyahu<\/a> di PBB dijadwalkan berlangsung Kamis, hanya sekitar satu bulan sebelum pemilu Israel digelar.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut jajak pendapat Zman Yisrael yang dikutip dalam analisis tersebut, blok yang dipimpin Netanyahu masih belum mencapai 61 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/794887\/perempuan-70-tahun-di-israel-diduga-rencanakan-pembunuhan-pm-netanyahu\" title=\"Perempuan 70 Tahun di Israel Diduga Rencanakan Pembunuhan PM Netanyahu\" target=\"_blank\">Perempuan 70 Tahun di Israel Diduga Rencanakan Pembunuhan PM Netanyahu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berman menyebut kantor Netanyahu telah berupaya mengatur pertemuan dengan Trump. Namun, menurutnya, presiden AS tersebut tampaknya tidak bersedia mewujudkannya.<\/p>\n<p>Trump sebelumnya bertemu dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani. Sementara itu, Trump belum secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Netanyahu untuk kembali menjabat sebagai perdana menteri.<\/p>\n<p>Setelah analisis tersebut diterbitkan, Trump membagikan laporan mengenai jajak pendapat yang dilakukan sepekan sebelumnya. Survei tersebut menunjukkan blok Netanyahu sedikit unggul dari lawan politiknya, meskipun belum memperoleh mayoritas kursi. Berman mencatat Trump tidak secara eksplisit memberikan dukungan kepada Netanyahu.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/936632\/macron-sebut-hamas-tak-pernah-serang-tepi-barat-israel-mengecam\" title=\"Macron Sebut Hamas tak Pernah Serang Tepi Barat, Israel Mengecam\" target=\"_blank\">Macron Sebut Hamas tak Pernah Serang Tepi Barat, Israel Mengecam<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Pertemuan dengan Trump Dinilai Penting<\/strong><\/p>\n<p>Menurut Berman, pertemuan dengan Trump akan memberi Netanyahu kesempatan untuk kembali menggunakan narasi kampanye sebelumnya bahwa relasinya dengan para pemimpin dunia merupakan pembeda dari para pesaingnya, termasuk Gadi Eisenkot. Pertemuan tersebut juga dapat dimanfaatkan Netanyahu untuk menyampaikan langsung kepentingan Israel terkait Iran, Libanon, dan Gaza kepada Trump.<\/p>\n<p>Berman menilai kesempatan itu akan membantu Netanyahu mengulang argumen politiknya bahwa ia berada di liga yang berbeda dibandingkan para pesaingnya. Di dalam negeri, Netanyahu juga menghadapi sejumlah persoalan yang berpotensi memengaruhi dukungan pemilih.<\/p>\n<p>Berman menyoroti kemarahan sebagian pemilih terkait kegagalan pemerintah mencegah serangan 7 Oktober 2023, penolakan Netanyahu membentuk komisi penyelidikan negara terkait tragedi tersebut, penolakan koalisi pemerintah yang segera berakhir untuk melibatkan kaum Haredim, serta meningkatnya ketegangan kelompok ekstremis di masyarakat.<\/p>\n<p>Meski pidatonya ditujukan kepada para pemimpin dunia, Berman menilai audiens utamanya Netanyahu justru merupakan pemilih Israel yang menyaksikan pidato tersebut dari dalam negeri.<\/p>\n<p>Netanyahu diperkirakan akan berusaha meyakinkan para pemilih bahwa dirinya masih merupakan pilihan utama dalam isu keamanan, setelah apa yang disebut Berman sebagai tiga kampanye yang jelas-jelas tidak meyakinkan di Gaza, Libanon, dan Iran.<\/p>\n<p><strong>Soroti Gaza, Libanon, dan Iran<\/strong><\/p>\n<p>Dalam isu Gaza, Netanyahu diperkirakan menekankan kendali militer Israel atas lebih dari 60% wilayah tersebut serta kembali menyampaikan komitmennya untuk melucuti Hamas.<\/p>\n<p>Namun, Berman mempertanyakan bagaimana Netanyahu akan mewujudkan tujuan tersebut. Netanyahu juga diperkirakan menyoroti kepulangan seluruh sandera dari Gaza. Analisis tersebut menyebut ia kemungkinan tidak akan menyinggung fakta bahwa lebih dari 40 orang yang sebelumnya ditangkap dalam keadaan hidup kemudian tewas atau meninggal selama berada dalam tahanan.<\/p>\n<p>Sementara mengenai Libanon, Netanyahu diperkirakan akan menyoroti kerusakan yang dialami Hizbullah serta keberadaan militer Israel yang masih berlangsung di wilayah selatan Libanon.<\/p>\n<p>Berman menilai rencana pasukan Libanon untuk mengambil alih sejumlah wilayah setelah pasukan Israel ditarik belum cukup untuk memastikan pelucutan senjata Hizbullah.<\/p>\n<p>Persoalan lain muncul dari hasil kampanye Israel terhadap Iran. Berman menyebut Iran memang mengalami pelemahan secara militer dan ekonomi, tetapi belum terdapat indikasi bahwa pemerintah Iran akan memberikan konsesi terkait Selat Hormuz maupun program nuklirnya.<\/p>\n<p>Karena itu, menurut Berman, Netanyahu perlu menggambarkan operasi terhadap Iran sebagai sebuah kemenangan, meski belum terdapat konsesi terkait sejumlah isu yang dianggap penting bagi Israel. Berman juga menilai pidato Netanyahu di PBB dapat menjadi bagian dari upaya memengaruhi pendekatan Trump terhadap Teheran.<\/p>\n<p>Dilansir Channel 12 Israel, Kamis (24\/9) analisis tersebut menyebut Netanyahu diperkirakan akan memaparkan informasi mengenai program nuklir Iran serta upaya Teheran membangun kembali kemampuannya. Ia juga diperkirakan menggunakan alat bantu visual sebagaimana yang pernah digunakannya dalam pidato-pidato sebelumnya di PBB.<\/p>\n<p><strong>Ketegangan dengan Iran<\/strong><\/p>\n<p>Laporan tersebut juga menyebut utusan Trump telah melakukan pembicaraan dengan pejabat Iran pada Selasa (22\/9). Pada saat yang sama, Trump berbicara mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan setelah pemilihan paruh waktu AS. Berman memperkirakan Trump kemungkinan tidak akan kembali melakukan serangan intensif terhadap Iran sebelum pemilu paruh waktu AS.<\/p>\n<p>Namun, menurutnya, jadwal pemilu AS belum tentu mengubah posisi Teheran. Ia merujuk pada tuntutan Iran agar mendapatkan pengakuan formal atas kendalinya terhadap Selat Hormuz serta sikap Iran yang menolak bernegosiasi mengenai program nuklirnya.<\/p>\n<p><strong>Jadwal Netanyahu di New York<\/strong><\/p>\n<p>Jadwal kunjungan Netanyahu ke New York juga menunjukkan lebih sedikit agenda pertemuan dengan para pemimpin dunia dibandingkan kunjungan-kunjungan sebelumnya.<\/p>\n<p>Saat analisis tersebut diterbitkan, Netanyahu disebut belum memiliki agenda pertemuan tingkat tinggi sebelum kembali ke Israel untuk menjalani tahap akhir kampanye pemilu.<\/p>\n<p>Pada kunjungan sebelumnya, Netanyahu biasanya menghabiskan beberapa hari di New York untuk bertemu dengan sejumlah pemimpin dunia sebelum dan sesudah pidatonya di PBB. Kali ini, jadwalnya menunjukkan ia tiba sesaat sebelum pidato pada Kamis dan dijadwalkan meninggalkan New York tidak lama setelahnya.<\/p>\n<p>Berman mengaitkan minimnya agenda pertemuan tersebut, antara lain, dengan dampak yang menurutnya ditimbulkan oleh sejumlah mitra koalisi sayap kanan Netanyahu terhadap reputasi internasional Israel.<\/p>\n<p>Kunjungan Netanyahu berlangsung di tengah rencana aksi protes di New York terkait operasi militer Israel di Jalur Gaza dan situasi di Tepi Barat yang diduduki. Sehari sebelum kedatangan Netanyahu, Wali Kota New York Zohran Mamdani menyebutnya sebagai penjahat perang dan arsitek genosida mengerikan terhadap Palestina.<\/p>\n<p>Mamdani sebelumnya juga mendesak pemerintah federal AS menegakkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Netanyahu. Namun, ia mengakui bahwa pemerintah kota New York tidak memiliki kewenangan hukum untuk melaksanakan surat perintah tersebut.<\/p>\n<p>ICC pada November 2024 mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. (Fer\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/937167\/netanyahu-hadapi-tekanan-politik-jelang-pemilu-pidato-pbb-jadi-sorotan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi PM Israel Benjamin Netanyahu.(MI) PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan memanfaatkan pidatonya dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperkuat dukungan politik menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober 2026. Namun, menurut analisis The Times of Israel yang ditulis wartawan diplomatik Lazar Berman pada Rabu (23\/9), Netanyahu tampaknya belum berhasil mendapatkan pertemuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108557,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-108556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108556"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108556\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108557"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}