{"id":108402,"date":"2026-09-24T11:04:48","date_gmt":"2026-09-24T04:04:48","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/24\/teleskop-james-webb-temukan-air-dekat-lubang-hitam-supermasif\/"},"modified":"2026-09-24T11:04:48","modified_gmt":"2026-09-24T04:04:48","slug":"teleskop-james-webb-temukan-air-dekat-lubang-hitam-supermasif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/24\/teleskop-james-webb-temukan-air-dekat-lubang-hitam-supermasif\/","title":{"rendered":"Teleskop James Webb Temukan Air dekat Lubang Hitam Supermasif"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/24\/1790200186_542545e2ae06af33b246.jpg\" alt=\"Teleskop James Webb Temukan Air dekat Lubang Hitam Supermasif\"\/><figcaption>Teleskop James Webb menemukan molekul air dan debu di dekat Sagittarius A*, lubang hitam supermasif pusat Galaksi Bimasakti. Simak temuan langka ini!(ESA\/Webb, NASA &amp; CSA, F. Pei\u00dfker, J. Lu, F. Yusef-Zadeh, N. B. Sabha, C. Chan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TELESKOP Luar Angkasa James Webb (James Webb Space Telescope\/JWST) milik NASA, ESA, dan CSA kembali mengukir sejarah baru dalam dunia astronomi. Dalam pengamatan terbarunya, teleskop canggih ini berhasil mendeteksi keberadaan air dan debu yang bertahan hidup di lingkungan ekstrem, sangat dekat dengan Sagittarius A*, lubang hitam supermasif yang berada di pusat galaksi Bimasakti.<\/p>\n<p>Penemuan ini tergolong mengejutkan karena pusat galaksi merupakan salah satu tempat paling tidak ramah di alam semesta. Wilayah di sekitar Sagittarius A* terus-menerus dihantam radiasi kuat, gravitasi yang sangat dominan, serta hembusan angin antarbintang yang ekstrem. Secara teori, kondisi brutal tersebut seharusnya dapat menghancurkan molekul-molekul halus seperti air.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Namun, instrumen Mid-Infrared Instrument (MIRI) milik Webb merekam hal sebaliknya saat mengamati bintang tua raksasa bernama IRS 3. Bintang ini terletak hanya berjarak sekitar 0,55 tahun cahaya dari Sagittarius A*.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/922122\/teleskop-james-webb-temukan-air-di-dekat-lubang-hitam-pusat-bima-sakti\" title=\"Teleskop James Webb Temukan Air di Dekat Lubang Hitam Pusat Bima Sakti\" target=\"_blank\">Teleskop James Webb Temukan Air di Dekat Lubang Hitam Pusat Bima Sakti<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Pusat galaksi merupakan salah satu lingkungan yang paling ekstrem, sehingga memahami apakah bintang-bintang di sana dapat terus memperkaya lingkungan sekitarnya adalah pertanyaan penting,&#8221; kata Florian Pei\u00dfker, astrofisikawan dari Universitas Cologne di Jerman sekaligus penulis utama studi tersebut. &#8220;Dengan Webb, kita dapat mengamati secara langsung bagaimana perilaku bintang dalam kondisi ini dan melihat bahwa produksi debu ternyata sangat tangguh.&#8221;<\/p>\n<h2>Selubung Debu Penyelamat Molekul Air<\/h2>\n<p>Bintang IRS 3 diketahui berada pada fase asymptotic giant branch, yaitu tahap akhir dari siklus hidup bintang raksasa. Pada fase ini, bintang melepaskan lapisan gas dan debu kaya oksigen ke luar angkasa melalui angin bintang.<\/p>\n<p>Analisis data inframerah Webb mengungkapkan bahwa materi yang dihembuskan IRS 3 membentuk selubung debu tebal berlapis-lapis yang membentang hingga 10.000 unit astronomi (AU) dari bintang. Di dalam selubung debu silikat dan oksigen inilah para ilmuwan menemukan jejak molekul air. Selubung debu tersebut diperkirakan bertindak sebagai perisai alami yang melindungi molekul air dari radiasi tajam Sagittarius A*.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/936469\/teleskop-james-webb-bantu-astronom-jadi-prakirawan-cuaca-planet-asing\" title=\"Teleskop James Webb Bantu Astronom Jadi 'Prakirawan Cuaca' Planet Asing\" target=\"_blank\">Teleskop James Webb Bantu Astronom Jadi &#8216;Prakirawan Cuaca&#8217; Planet Asing<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pengamatan ini membuktikan pembentukan materi molekuler dan daur ulang elemen penting untuk calon bintang baru tetap dapat berlangsung, bahkan di ambang kehancuran di sekitar lubang hitam supermasif.<\/p>\n<p>&#8220;Ini adalah pertama kalinya spektrum inframerah-tengah yang kontinu dikumpulkan untuk bintang ini, memungkinkan kita mendeteksi fitur dari debu silikat dan menguak identitas kimiawi asli sang bintang,&#8221; ujar Macarena Garcia Marin, ilmuwan European Space Agency (ESA) untuk instrumen MIRI Webb.<\/p>\n<p>Ia menambahkan mengenai pentingnya penemuan molekul air tersebut di tengah radiasi yang mematikan.<\/p>\n<p>&#8220;Deteksi air ini sangat mengejutkan karena menunjukkan materi molekuler dapat bertahan hidup di lingkungan yang didominasi oleh radiasi intens,&#8221; jelas Garcia Marin. &#8220;Ini memberi tahu kita bahwa bahkan di dekat lubang hitam supermasif sekalipun, bintang-bintang dapat terus menyumbangkan materi kembali ke lingkungan sekitarnya.&#8221;<\/p>\n<p>Melalui ketajaman pengamatan inframerah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/teleskop-james-webb\" title=\"Teleskop James Webb\">Teleskop James Webb<\/a>, para astronom kini mendapat wawasan baru bahwa pusat galaksi bukanlah wilayah hampa yang mati, melainkan wilayah dinamis yang terus mendaur ulang materi kosmik untuk generasi bintang masa depan. (Space\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/936911\/teleskop-james-webb-temukan-air-dekat-lubang-hitam-supermasif\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teleskop James Webb menemukan molekul air dan debu di dekat Sagittarius A*, lubang hitam supermasif pusat Galaksi Bimasakti. Simak temuan langka ini!(ESA\/Webb, NASA &amp; CSA, F. Pei\u00dfker, J. Lu, F. Yusef-Zadeh, N. B. Sabha, C. Chan) TELESKOP Luar Angkasa James Webb (James Webb Space Telescope\/JWST) milik NASA, ESA, dan CSA kembali mengukir sejarah baru dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108403,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-108402","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108402","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108402"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108402\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108403"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}