{"id":108297,"date":"2026-09-24T06:19:38","date_gmt":"2026-09-23T23:19:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/24\/ratusan-warga-batang-keracunan-diduga-akibat-makan-mbg\/"},"modified":"2026-09-24T06:19:38","modified_gmt":"2026-09-23T23:19:38","slug":"ratusan-warga-batang-keracunan-diduga-akibat-makan-mbg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/24\/ratusan-warga-batang-keracunan-diduga-akibat-makan-mbg\/","title":{"rendered":"Ratusan Warga Batang Keracunan Diduga Akibat Makan MBG"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/24\/1790205336_a6e9760d6d1268202d90.jpg\" alt=\"Ratusan Warga Batang Keracunan Diduga Akibat Makan MBG\"\/><figcaption>Ratusan warga Bawang, Kabupaten Batang didiga beracun makanan dari MBG dirawat di RSUD Kalisari Batang Rabu (23\/9).(MI\/Akhmad Safuan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SEBANYAK 276 warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/batang\" title=\"Batang\">Batang<\/a>, Jawa Tengah, terpaksa dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengalami gejala <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/keracunan\" title=\"Keracunan\">keracunan<\/a> massal pada Rabu (23\/9) malam. Para korban diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu dari program <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/makan-bergizi-gratis\" title=\"Makan Bergizi Gratis\">Makan Bergizi Gratis<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mbg\" title=\"MBG\">MBG<\/a>).<\/p>\n<p>Berdasarkan pantauan di lapangan, iring-iringan mobil ambulans terus berdatangan menuju halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisari Batang untuk mengevakuasi warga yang mengeluhkan mual, muntah, pusing, hingga diare hebat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Keracunan makanan, dari sore tadi hingga malam ini sudah ada ratusan orang yang dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Batang,&#8221; ujar Suratmin, salah seorang warga Bawang yang berada di lokasi kejadian.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/773026\/temuan-soal-keracunan-mbg-di-jawa-barat-kpai-sppg-belum-berpengalaman\" title=\"Temuan Soal Keracunan MBG di Jawa Barat, KPAI: SPPG belum Berpengalaman\" target=\"_blank\">Temuan Soal Keracunan MBG di Jawa Barat, KPAI: SPPG belum Berpengalaman<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kronologi Kejadian<\/h2>\n<p>Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satgas MBG Batang, Suyono, mengonfirmasi bahwa hingga Rabu malam, jumlah korban yang terdata mencapai 276 orang. Ia memprediksi jumlah tersebut masih bisa bertambah mengingat proses penanganan dan penyisiran masih terus dilakukan.<\/p>\n<p>Peristiwa ini bermula ketika ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Bawang menerima dan mengonsumsi menu MBG pada siang hari, sekitar pukul 11.00 WIB. Gejala keracunan mulai muncul pada sore hari bagi para siswa. Namun, dampak keracunan meluas hingga ke orang tua siswa yang dilaporkan ikut mencicipi menu tersebut dan mulai merasakan gejala serupa pada malam hari.<\/p>\n<h2>Daftar Sekolah Terdampak<\/h2>\n<p>Suyono menjelaskan bahwa sumber makanan diduga berasal dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sppg\" title=\"SPPG\">SPPG<\/a>) di Bawang yang melayani sekitar 2.700 penerima manfaat. Berikut adalah daftar sekolah dan lembaga pendidikan yang terdampak:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/934698\/bgn-kepala-sppg-wajib-pantau-dapur-mbg-saat-jam-masak\" title=\"BGN: Kepala SPPG Wajib Pantau Dapur MBG saat Jam Masak\" target=\"_blank\">BGN: Kepala SPPG Wajib Pantau Dapur MBG saat Jam Masak<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>TK Al Ikhlas<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>SDN 3 Bawang<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>TK Pertiwi<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>MA Sunan Kalijaga<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>MTs Sunan Kalijaga<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>TK Kuncup Mekar<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>TP Ananda<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pos PAUD Anggrek Mas<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>TK Korotayun<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>RA Al Hidayah<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>MI Salafiyah Pasusukan<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Pemerintah Kabupaten Batang telah mengambil langkah cepat dengan meminta Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengumpulkan sampel makanan dari SPPG terkait. Sampel tersebut kini telah dibawa ke laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan.<\/p>\n<p><strong>Tindakan Tegas:<\/strong> Pemkab Batang secara resmi menghentikan sementara operasional dapur MBG di SPPG Bawang guna kepentingan pengusutan lebih lanjut.<\/p>\n<p>Meskipun hasil laboratorium belum keluar, dugaan awal mengarah pada bahan pangan tertentu. &#8220;Dugaan awal penyebab keracunan adalah telur, namun untuk memastikannya masih menunggu hasil laboratorium keluar,&#8221; pungkas Suyono.<\/p>\n<p>Selain melakukan investigasi medis, Pemkab Batang juga menjadwalkan pemanggilan pihak pengelola SPPG untuk dimintai klarifikasi serta menurunkan tim investigasi ke dapur produksi dan sekolah-sekolah terdampak. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/936922\/ratusan-warga-batang-keracunan-diduga-akibat-makan-mbg\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ratusan warga Bawang, Kabupaten Batang didiga beracun makanan dari MBG dirawat di RSUD Kalisari Batang Rabu (23\/9).(MI\/Akhmad Safuan) SEBANYAK 276 warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terpaksa dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan massal pada Rabu (23\/9) malam. Para korban diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108298,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-108297","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108297","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108297"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108297\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108298"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108297"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108297"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108297"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}