{"id":108179,"date":"2026-09-24T01:05:37","date_gmt":"2026-09-23T18:05:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/24\/daya-beli-tertekan-konsumen-indonesia-makin-selektif-berbelanja\/"},"modified":"2026-09-24T01:05:37","modified_gmt":"2026-09-23T18:05:37","slug":"daya-beli-tertekan-konsumen-indonesia-makin-selektif-berbelanja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/24\/daya-beli-tertekan-konsumen-indonesia-makin-selektif-berbelanja\/","title":{"rendered":"Daya Beli Tertekan, Konsumen Indonesia Makin Selektif Berbelanja"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/23\/1790178364_ac82bc6bfb67d2afc60a.jpg\" alt=\"Daya Beli Tertekan, Konsumen Indonesia Makin Selektif Berbelanja\"\/><figcaption>Forum dialog bertajuk The Real Equation of Growth: Brand Equity in Market Context.(Ipsos)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Perubahan sentimen <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/konsumen\" title=\"konsumen\">konsumen<\/a> membuat keputusan belanja masyarakat semakin dipengaruhi oleh kondisi keuangan, daya beli, dan situasi ekonomi. Kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya memperkuat citra merek, tetapi juga memastikan produk tetap mudah ditemukan dan dibeli konsumen. Temuan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Ipsos Growth Forum 2026 yang digelar Ipsos Indonesia dengan tema <em>The Real Equation of Growth: Brand Equity in Market Context<\/em>. Forum tersebut membahas perubahan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perilaku-konsumen\" title=\"perilaku konsumen\">perilaku konsumen<\/a> Indonesia serta kaitannya dengan strategi pertumbuhan brand di tengah kondisi pasar yang dinamis.<\/p>\n<p>Berdasarkan Ipsos Global Consumer Confidence Index, Consumer Confidence Index Indonesia pada Agustus 2026 berada di angka 53,9. Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kelima dari 30 negara yang diukur, naik dari peringkat ke-10 pada Juli 2026. Namun, kenaikan posisi tersebut juga dipengaruhi oleh melemahnya sentimen konsumen di sejumlah negara lain. Karena itu, peningkatan posisi Indonesia tidak serta-merta menunjukkan bahwa tekanan terhadap konsumen telah berkurang.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Konsumen Indonesia masih menghadapi kekhawatiran terkait kondisi keuangan, daya beli, dan situasi investasi. Kekhawatiran terhadap biaya hidup juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan belanja masyarakat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/838234\/transformasi-digital-penting-untuk-membaca-keputusan-konsumen\" title=\"Transformasi Digital Penting untuk Membaca Keputusan Konsumen\u00a0\" target=\"_blank\">Transformasi Digital Penting untuk Membaca Keputusan Konsumen\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pada Agustus 2026, sebanyak 81% masyarakat Indonesia menyatakan khawatir terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. Sementara itu, tingkat kekhawatiran terhadap pengangguran meningkat menjadi 45%, dari 35% pada April 2026.<\/p>\n<p>Hansal Savla, Managing Director, Ipsos Indonesia, mengatakan perubahan sentimen tersebut perlu menjadi perhatian brand dalam memahami perilaku konsumen.<\/p>\n<p>\u201cKita melihat konsumen Indonesia yang tetap berhati-hati dan selektif dalam membelanjakan uangnya. Dalam kondisi seperti ini, brand perlu memahami bahwa pertumbuhan tidak hanya berbicara mengenai seberapa kuat sebuah brand di benak konsumen, tetapi juga bagaimana brand dapat hadir dan tetap relevan ketika konsumen membuat keputusan pembelian.\u201d<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/759957\/perilaku-konsumen-memahami-kebiasaan-belanja\" title=\"Perilaku Konsumen: Memahami Kebiasaan Belanja\" target=\"_blank\">Perilaku Konsumen: Memahami Kebiasaan Belanja<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ipsos memperkirakan konsumen akan tetap berhati-hati dan selektif dalam melakukan pengeluaran hingga akhir tahun. Kondisi tersebut disebut sebagai bagian dari \u201cThe New Consumer Reality\u201d.<\/p>\n<p>Perubahan perilaku konsumen tidak berarti upaya membangun keinginan terhadap suatu brand menjadi tidak relevan. Tantangannya adalah bagaimana preferensi yang sudah terbentuk dapat diterjemahkan menjadi keputusan pembelian di tengah berbagai faktor yang memengaruhi konsumen.<\/p>\n<p>Lioni Halim, Country Service Line Group Director, Brand Health Tracking &amp; Creative Assessment, Ipsos in Indonesia, mengatakan terdapat kesenjangan antara tingkat kesukaan konsumen terhadap sebuah brand dan performa aktualnya di pasar.<\/p>\n<p>\u201cSering kali terdapat kesenjangan antara preferensi terhadap sebuah brand dengan pangsa pasar yang sebenarnya. Pertumbuhan terjadi ketika brand mampu membangun keinginan konsumen terhadap brand tersebut, sekaligus membuat konsumen lebih mudah untuk membeli melalui faktor-faktor pasar yang tepat,\u201d ujar Lioni.<\/p>\n<p>Menurut Lioni, konteks pasar berperan dalam mengubah preferensi konsumen menjadi pembelian aktual. Di Indonesia, dampak faktor pasar disebut mencapai tiga kali lipat dibandingkan rata-rata global.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya faktor yang membuat konsumen dapat menemukan dan membeli produk dengan mudah. Lioni menyebut distribusi dan assortment memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan promosi dan harga dalam mendorong pertumbuhan.<\/p>\n<p>\u201cBrand yang kuat mampu menciptakan keinginan di benak konsumen. Namun, untuk memenangkan pertumbuhan, brand juga perlu memastikan bahwa konsumen dapat dengan mudah menemukan dan membeli produk tersebut. Di sinilah brand equity perlu bertemu dengan konteks pasar,\u201d tambah Lioni.<\/p>\n<p>Pembahasan dalam Ipsos Growth Forum 2026 menempatkan pertumbuhan brand tidak hanya pada kekuatan preferensi konsumen, tetapi juga pada kondisi pasar yang memengaruhi keputusan pembelian. Dalam situasi ketika konsumen semakin berhati-hati dalam mengeluarkan uang, kekuatan brand dan kemudahan akses terhadap produk menjadi dua faktor yang dinilai perlu berjalan beriringan. (E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/936870\/daya-beli-tertekan-konsumen-indonesia-makin-selektif-berbelanja\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Forum dialog bertajuk The Real Equation of Growth: Brand Equity in Market Context.(Ipsos) Perubahan sentimen konsumen membuat keputusan belanja masyarakat semakin dipengaruhi oleh kondisi keuangan, daya beli, dan situasi ekonomi. Kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya memperkuat citra merek, tetapi juga memastikan produk tetap mudah ditemukan dan dibeli konsumen. Temuan tersebut menjadi salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108180,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-108179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108179"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108179\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108180"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}