{"id":108095,"date":"2026-09-23T21:31:41","date_gmt":"2026-09-23T14:31:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/23\/sinyal-radio-eksoplanet-beta-pictoris-b-terdeteksi-astronom\/"},"modified":"2026-09-23T21:31:41","modified_gmt":"2026-09-23T14:31:41","slug":"sinyal-radio-eksoplanet-beta-pictoris-b-terdeteksi-astronom","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/23\/sinyal-radio-eksoplanet-beta-pictoris-b-terdeteksi-astronom\/","title":{"rendered":"Sinyal Radio Eksoplanet Beta Pictoris b Terdeteksi Astronom"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/23\/1790173628_2b26cc1262b460e56e03.jpeg\" alt=\"Sinyal Radio Eksoplanet Beta Pictoris b Terdeteksi Astronom\"\/><figcaption>Astronom berhasil mendeteksi sinyal radio dari eksoplanet Beta Pictoris b menggunakan teleskop MeerKAT.(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>ATRONOM berhasil mendeteksi sinyal radio yang berasal langsung dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/beta-pictoris-b\" title=\"Beta Pictoris b\">Beta Pictoris b<\/a>, sebuah planet gas raksasa yang terletak di luar Tata Surya. Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam mempelajari medan magnet eksoplanet yang selama ini sulit diamati secara langsung oleh para ilmuwan.<\/p>\n<p>Dilansir dari <i>BBC Sky at Night Magazine<\/i>, pengamatan ini dilakukan menggunakan teleskop radio MeerKAT yang berlokasi di Afrika Selatan. Hasil penelitian yang dipimpin oleh Kevin N. Ortiz Ceballos beserta timnya tersebut telah dipublikasikan melalui platform pracetak <i>arXiv<\/i> pada 15 September 2026.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Sinyal Radio Berulang dan Aktivitas Aurora<\/h2>\n<p>Berdasarkan data penelitian, sinyal yang terdeteksi berupa semburan radio cepat yang berulang dengan polarisasi melingkar yang kuat. Selain semburan tersebut, tim peneliti mencatat adanya emisi radio kontinu pada rentang frekuensi 0,85 hingga 3,5 gigahertz.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/936505\/ilmuwan-temukan-eksoplanet-yang-mengorbit-arah-berlawanan\" title=\"Ilmuwan Temukan Eksoplanet yang Mengorbit Arah Berlawanan\" target=\"_blank\">Ilmuwan Temukan Eksoplanet yang Mengorbit Arah Berlawanan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pola emisi ini diidentifikasi sebagai radiasi dari mekanisme <i>Electron Cyclotron Maser Instability<\/i> (ECMI). Fenomena ini berkaitan erat dengan pergerakan partikel bermuatan dalam medan magnet, serupa dengan proses yang menghasilkan emisi radio aurora pada planet Jupiter di Tata Surya kita.<\/p>\n<p>Tim astronom mampu membedakan sinyal dari Beta Pictoris b dengan emisi bintang induknya karena bintang tersebut cenderung tenang secara magnetik. Hal ini memudahkan identifikasi sumber radio secara lebih spesifik pada planet gas tersebut.<\/p>\n<h2>Kekuatan Medan Magnet Eksoplanet<\/h2>\n<p>Temuan ini memungkinkan para astronom memperkirakan kekuatan medan magnet Beta Pictoris b mencapai setidaknya 1.250 gauss. Angka ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan medan magnet Bumi, memberikan petunjuk krusial mengenai bagaimana planet berinteraksi dengan angin bintang dan mempertahankan atmosfernya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/936467\/rekonstruksi-27-tahun-semburan-plasma-lubang-hitam-monster-ke-bumi\" title=\"Rekonstruksi 27 Tahun Semburan Plasma Lubang Hitam Monster ke Bumi\" target=\"_blank\">Rekonstruksi 27 Tahun Semburan Plasma Lubang Hitam Monster ke Bumi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Beta Pictoris b sendiri merupakan eksoplanet raksasa dengan massa sekitar 10 hingga 12 kali massa Jupiter. Keberadaan medan magnet yang kuat menjadi kunci untuk memahami evolusi dan karakteristik fisik planet gas di sistem bintang lain.<\/p>\n<p>Penemuan sinyal radio ini merupakan hasil dari proses alamiah dan bukan merupakan indikasi komunikasi dari makhluk asing atau bukti kehidupan di luar Bumi.<\/p>\n<p>Meskipun memberikan data yang menjanjikan, penelitian ini masih berstatus pracetak di <i>arXiv<\/i> dan belum melalui tahap penelaahan sejawat (<i>peer-review<\/i>). Pengamatan lanjutan diharapkan dapat memvalidasi hasil ini sekaligus membuka jalan bagi pencarian emisi radio pada eksoplanet lainnya di masa depan. (<em>BBC Sky at Night Magazine\/arXiv\/<\/em>Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/936825\/sinyal-radio-eksoplanet-beta-pictoris-b-terdeteksi-astronom\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Astronom berhasil mendeteksi sinyal radio dari eksoplanet Beta Pictoris b menggunakan teleskop MeerKAT.(Dok. Magnific) ATRONOM berhasil mendeteksi sinyal radio yang berasal langsung dari Beta Pictoris b, sebuah planet gas raksasa yang terletak di luar Tata Surya. Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam mempelajari medan magnet eksoplanet yang selama ini sulit diamati secara langsung oleh para [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108096,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-108095","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108095"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108095\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108096"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}