{"id":108067,"date":"2026-09-23T20:16:37","date_gmt":"2026-09-23T13:16:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/23\/penyebab-microphone-bunyi-dan-cara-mengatasinya-menurut-ahli-sennheiser\/"},"modified":"2026-09-23T20:16:37","modified_gmt":"2026-09-23T13:16:37","slug":"penyebab-microphone-bunyi-dan-cara-mengatasinya-menurut-ahli-sennheiser","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/23\/penyebab-microphone-bunyi-dan-cara-mengatasinya-menurut-ahli-sennheiser\/","title":{"rendered":"Penyebab Microphone Bunyi dan Cara Mengatasinya Menurut Ahli Sennheiser"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/23\/1790169351_1bc6431f8698d293c3e6.jpg\" alt=\"Penyebab Microphone Bunyi dan Cara Mengatasinya Menurut Ahli Sennheiser\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/RIFALDI PUTRA)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PERNAHKAH Anda sedang mengikuti sebuah acara, lalu tiba-tiba terdengar suara melengking atau bunyi \u201cnging\u201d yang memekakkan telinga dari <i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/microphone\" title=\"microphone\">microphone<\/a><\/i>? Suara tersebut dikenal dalam dunia audio sebagai <i>feedback<\/i>, dan menjadi salah satu masalah yang paling sering muncul dalam produksi acara.<\/p>\n<p>Manager Technical Application Engineering <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sennheiser\" title=\"sennheiser\">Sennheiser<\/a>, Volker Schmitt, menjelaskan lebih dalam mengenai fenomena ini. Menurutnya, <i>feedback<\/i> bukanlah sekadar gangguan teknis biasa, melainkan berkaitan erat dengan prinsip dasar fisika.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Penyebab Utama Feedback<\/h2>\n<p>Volker mengungkapkan bahwa <i>feedback<\/i> terjadi ketika suara yang keluar dari <i>speaker<\/i> kembali masuk ke dalam <i>microphone<\/i>, yang kemudian diperkuat lagi oleh sistem audio secara terus-menerus.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/798491\/inovasi-audio-mewarnai-gaya-hidup-modern\" title=\"Inovasi Audio Mewarnai Gaya Hidup Modern\" target=\"_blank\">Inovasi Audio Mewarnai Gaya Hidup Modern<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cFeedback berkaitan dengan prinsip fisika. Ini terjadi ketika suara dari speaker kembali masuk ke microphone, kemudian diperkuat lagi oleh sistem audio,\u201d ujar Volker pada Rabu (23\/9\/2026).<\/p>\n<p>Jika proses perputaran suara ini terus berulang, frekuensi tertentu akan menjadi semakin kuat hingga menghasilkan bunyi melengking yang mengganggu pendengaran audiens.<\/p>\n<h2>Dua Pendekatan Mengatasi Bunyi Melengking<\/h2>\n<p>Terkait solusi, Volker menegaskan bahwa masalah ini dapat diatasi melalui dua pendekatan utama, yaitu penggunaan perangkat yang mumpuni atau melalui pendekatan <i>signal processing<\/i>.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/787829\/mikrofon-hand-built-asal-yogyakarta-ini-mendunia-dikagumi-di-amerika-serikat-dan-jepang\" title=\"Mikrofon Hand-Built Asal Yogyakarta Ini Mendunia, Dikagumi di Amerika Serikat dan Jepang\" target=\"_blank\">Mikrofon Hand-Built Asal Yogyakarta Ini Mendunia, Dikagumi di Amerika Serikat dan Jepang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Namun, Volker secara pribadi lebih menyarankan pendekatan konvensional atau <i>old school<\/i> untuk menjaga kualitas suara tetap optimal. Beberapa langkah yang ia rekomendasikan meliputi:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Pemilihan <i>microphone transducer<\/i> yang tepat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penggunaan kapsul mikrofon yang sesuai dengan kebutuhan ruang.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pengaturan <i>mixing desk<\/i> yang presisi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penempatan posisi <i>speaker<\/i> yang benar agar suaranya tidak tertangkap kembali oleh mikrofon.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Kelemahan Digital Signal Processing<\/h2>\n<p>Meskipun pendekatan <i>digital signal processing<\/i> (DSP) secara teknis dapat mempermudah pekerjaan karena teknisi tidak perlu repot mencari perangkat kelas atas, Volker menilai ada harga yang harus dibayar.<\/p>\n<p>\u201cPendekatan itu mengorbankan suara yang dihasilkan menjadi kurang maksimal,\u201d jelasnya. Penggunaan pemrosesan digital yang berlebihan seringkali membuat karakter suara asli menjadi berubah atau tidak alami.<\/p>\n<p>Sebagai penutup, Volker menekankan pentingnya edukasi bagi para teknisi audio. Ia menilai pemahaman terhadap konsep dasar fisika suara adalah kunci utama dalam menangani masalah <i>feedback<\/i> secara efektif tanpa mengorbankan kualitas audio.<\/p>\n<p>\u201dKetika kita sudah memahami konsepnya, kita dapat menemukan cara yang tepat untuk mengatasinya,\u201d pungkas Volker.(H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/936784\/penyebab-microphone-bunyi-dan-cara-mengatasinya-menurut-ahli-sennheiser\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/RIFALDI PUTRA) PERNAHKAH Anda sedang mengikuti sebuah acara, lalu tiba-tiba terdengar suara melengking atau bunyi \u201cnging\u201d yang memekakkan telinga dari microphone? Suara tersebut dikenal dalam dunia audio sebagai feedback, dan menjadi salah satu masalah yang paling sering muncul dalam produksi acara. Manager Technical Application Engineering Sennheiser, Volker Schmitt, menjelaskan lebih dalam mengenai fenomena ini. Menurutnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108068,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-108067","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108067"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108067\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}