{"id":108031,"date":"2026-09-23T18:40:41","date_gmt":"2026-09-23T11:40:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/23\/swiss-peringatkan-konflik-dan-geopolitik-guncang-tatanan-dunia\/"},"modified":"2026-09-23T18:40:41","modified_gmt":"2026-09-23T11:40:41","slug":"swiss-peringatkan-konflik-dan-geopolitik-guncang-tatanan-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/23\/swiss-peringatkan-konflik-dan-geopolitik-guncang-tatanan-dunia\/","title":{"rendered":"Swiss Peringatkan Konflik dan Geopolitik Guncang Tatanan Dunia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/23\/1790163465_0c2a8a11830306596b3a.png\" alt=\"Swiss Peringatkan Konflik dan Geopolitik Guncang Tatanan Dunia\"\/><figcaption>ilustrasi Konflik.(Anadolu)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PRESIDEN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/swiss\" title=\"Swiss\">Swiss<\/a> Guy Parmelin memperingatkan bahwa tatanan internasional yang terbentuk setelah Perang Dunia II kini menghadapi tekanan berat. Ia menyoroti meningkatnya konflik, ketegangan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/geopolitik\" title=\"Geopolitik\">geopolitik<\/a>, serta menurunnya kepercayaan terhadap lembaga-lembaga multilateral.<\/p>\n<p>Parmelin menyampaikan peringatan tersebut dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa (22\/9).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Konflik semakin banyak dan menjadi buntu. Prinsip-prinsip paling mendasar dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, larangan penggunaan kekerasan, dan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah dilanggar secara terang-terangan,&#8221; kata Parmelin.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/784846\/geopolitik-iran-israel-akan-pengaruhi-pergerakan-saham-pekan-ini\" title=\"Geopolitik Iran-Israel \u00a0akan Pengaruhi Pergerakan Saham Pekan Ini\" target=\"_blank\">Geopolitik Iran-Israel \u00a0akan Pengaruhi Pergerakan Saham Pekan Ini<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan tantangan yang semakin besar terhadap sistem internasional yang selama ini menjadi dasar hubungan antarnegara.<\/p>\n<p><strong>Peluang dan Risiko AI<\/strong><\/p>\n<p>Dalam pidatonya, Parmelin juga membahas perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ia mengakui teknologi tersebut membuka peluang besar dalam berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan, ekonomi, kedokteran, dan pendidikan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/936337\/peringati-75-tahun-hubungan-diplomatik-indonesia--swiss-terus-perkuat-kemitraan-\" title=\"Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia -Swiss Terus Perkuat Kemitraan \" target=\"_blank\">Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia -Swiss Terus Perkuat Kemitraan <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Namun, perkembangan AI juga dinilai berpotensi menciptakan kesenjangan baru antara negara maupun kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan dan infrastruktur untuk memanfaatkan teknologi tersebut dengan mereka yang hanya menerima dampaknya. &#8220;Kita harus memastikan bahwa kemajuan teknologi memperluas peluang tanpa memperlebar kesenjangan,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p>Parmelin menilai setiap negara seharusnya memiliki kesempatan untuk memperoleh manfaat dari perkembangan AI sekaligus berpartisipasi dalam penyusunan aturan yang mengatur pengembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut. Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa regulasi yang terlalu ketat hingga menghambat seluruh bentuk inovasi juga dapat menimbulkan persoalan.<\/p>\n<p>Menurut Parmelin, masyarakat berisiko kehilangan potensi yang sangat besar jika inovasi dibatasi secara berlebihan. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara mendorong kemajuan teknologi dan memastikan pengembangannya berlangsung secara andal serta bertanggung jawab.<\/p>\n<p><strong>Kepercayaan Global dan Ekonomi<\/strong><\/p>\n<p>Parmelin juga menghubungkan penurunan kepercayaan terhadap sistem internasional dengan kondisi ekonomi global. Ia menyoroti meningkatnya proteksionisme, perubahan dan fragmentasi rantai pasokan akibat ketegangan geopolitik, serta melemahnya sistem perdagangan multilateral. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik tidak hanya berdampak pada hubungan antarnegara, tetapi juga terhadap stabilitas dan kerja sama ekonomi dunia.<\/p>\n<p><strong>Netralitas Swiss<\/strong><\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Parmelin kembali menegaskan kebijakan netralitas Swiss. Ia mengatakan prinsip tersebut tetap berjalan seiring dengan komitmen negaranya terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.<\/p>\n<p>Netralitas, menurut Parmelin, tidak menghilangkan peran Swiss dalam mendorong penyelesaian konflik melalui diplomasi. &#8220;Dialog adalah alat untuk de-eskalasi ketika krisis meletus,&#8221; ucap Parmelin.<\/p>\n<p>Ia menegaskan Swiss akan terus menawarkan jasa baik serta menyediakan ruang bagi pihak-pihak yang berselisih untuk berdialog dan mencari jalan keluar dari krisis. Parmelin juga menyatakan dukungan terhadap reformasi PBB melalui inisiatif UN80. Menurutnya, organisasi internasional tersebut perlu menjadi lebih koheren, efektif, dan berorientasi pada hasil agar mampu menghadapi berbagai tantangan global. (Anadolu\/Fer\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/936731\/swiss-peringatkan-konflik-dan-geopolitik-guncang-tatanan-dunia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi Konflik.(Anadolu) PRESIDEN Swiss Guy Parmelin memperingatkan bahwa tatanan internasional yang terbentuk setelah Perang Dunia II kini menghadapi tekanan berat. Ia menyoroti meningkatnya konflik, ketegangan geopolitik, serta menurunnya kepercayaan terhadap lembaga-lembaga multilateral. Parmelin menyampaikan peringatan tersebut dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa (22\/9). &#8220;Konflik semakin banyak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108032,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-108031","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108031"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108031\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}