{"id":107676,"date":"2026-09-23T03:24:36","date_gmt":"2026-09-22T20:24:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/23\/belajar-dari-pandemi-di-indonesia-komunitas-jalanan-perlu-didengar-dunia\/"},"modified":"2026-09-23T03:24:36","modified_gmt":"2026-09-22T20:24:36","slug":"belajar-dari-pandemi-di-indonesia-komunitas-jalanan-perlu-didengar-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/23\/belajar-dari-pandemi-di-indonesia-komunitas-jalanan-perlu-didengar-dunia\/","title":{"rendered":"Belajar dari Pandemi di Indonesia, Komunitas Jalanan Perlu Didengar Dunia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/22\/1790083612_8901772cdfaf94d74d7c.jpg\" alt=\"Belajar dari Pandemi di Indonesia, Komunitas Jalanan Perlu Didengar Dunia\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok FKKMK UGM)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DEKAN Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ugm\" title=\"ugm\">UGM<\/a>), Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D, FRSPH, menyoroti fakta bahwa pendekatan tradisional dalam penanganan pandemi selama ini sering kali abai dan gagal melindungi kelompok masyarakat paling rentan.<\/p>\n<p>&#8220;Kesiapsiagaan pandemi tidak bisa lagi sekadar berfokus pada persiapan teknis di atas kertas atau merespons secara pasif. Kita harus beralih menuju kesiapan 360 derajat yang benar-benar menempatkan pemerataan dan perlindungan komunitas sebagai inti dari setiap kebijakan,&#8221; tegas Prof. Yodi Mahendradhata saat menjadi salah satu pembicara utama dalam peluncuran resmi laporan internasional The NUS-Lancet Pandemic Readiness through Institutions, Mobilising Communities, and Equity (PRIME) Commission di Instituto Cervantes, New York, Amerika Serikat, pada Senin (21\/9).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu Yodi membawa suara komunitas jalanan ke New York. Ia menegaskan pentingnya kesetaraan dalam kesiapsiagaan pandemi global<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/935751\/kasus-influenza-a-meningkat-pakar-ugm-bagikan-6-cara-mencegah-penularan\" title=\"Kasus Influenza A Meningkat, Pakar UGM Bagikan 6 Cara Mencegah Penularan\" target=\"_blank\">Kasus Influenza A Meningkat, Pakar UGM Bagikan 6 Cara Mencegah Penularan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Acara bertajuk &#8220;Transforming Pandemic Readiness for Equity&#8221; yang menjadi bagian dari rangkaian United Nations General Assembly High-level Week 2026 ini menandai kontribusi nyata akademisi Indonesia dalam merumuskan arah kebijakan kesehatan dunia.<\/p>\n<p>Yodi bersanding dengan deretan tokoh global berpengaruh, mulai dari Mantan Perdana Menteri Selandia Baru sekaligus Wakil Ketua Panel Independen untuk Kesiapsiagaan Pandemi, Helen Clark, hingga Penasihat Senior WHO Kantor Regional Eropa, Prof. Michel Kazatchkine, serta para menteri dan pimpinan organisasi internasional.<\/p>\n<p>Dalam pemaparannya, Yodi menyampaikan, laporan NUS-Lancet PRIME Commission sendiri disusun berdasarkan penelitian mendalam di 20 negara. Khusus untuk Indonesia, studi kasus secara spesifik mengangkat realitas dan pelajaran berharga dari kelompok masyarakat yang hidup di jalanan. Hal ini dilakukan agar sistem kesehatan masa depan tak lagi melupakan mereka yang paling rentan terpinggirkan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/934525\/pakar-umy-rentetan-bencana-alam-harus-jadi-momentum-evaluasi-pengelolaan-lingkungan\" title=\"Pakar UMY: Rentetan Bencana Alam Harus jadi Momentum Evaluasi Pengelolaan Lingkungan\" target=\"_blank\">Pakar UMY: Rentetan Bencana Alam Harus jadi Momentum Evaluasi Pengelolaan Lingkungan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Studi kasus dari komunitas jalanan di Indonesia mengajarkan kita bahwa sistem kesehatan global yang tangguh adalah sistem yang tidak meninggalkan siapa pun. Suara dan realitas dari lapangan inilah yang harus menjadi pijakan bagi tindakan politik, institusional, dan pembenahan sistem kesehatan di tingkat regional maupun internasional,&#8221; tambah Yodi dikutip dari siaran pers dari Humas <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fkkmk-ugm\" title=\"FKKMK UGM\">FKKMK UGM<\/a>.<\/p>\n<p>Melalui keterlibatannya di forum PBB ini, FK-KMK UGM menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terwujudnya sistem kesehatan global yang lebih berkeadilan\u2014di mana perlindungan nyawa manusia, terutama kelompok marjinal, menjadi prioritas utama seluruh negara di dunia.<\/p>\n<p>Laporan lengkap dari NUS-Lancet PRIME Commission tersebut dipublikasikan secara resmi di jurnal medis bereputasi internasional, The Lancet. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/936370\/belajar-dari-pandemi-di-indonesia-komunitas-jalanan-perlu-didengar-dunia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok FKKMK UGM) DEKAN Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D, FRSPH, menyoroti fakta bahwa pendekatan tradisional dalam penanganan pandemi selama ini sering kali abai dan gagal melindungi kelompok masyarakat paling rentan. &#8220;Kesiapsiagaan pandemi tidak bisa lagi sekadar berfokus pada persiapan teknis di atas kertas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107677,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-107676","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107676","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107676"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107676\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107677"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107676"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107676"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}