{"id":107571,"date":"2026-09-22T22:54:36","date_gmt":"2026-09-22T15:54:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/penelitian-ungkap-kaitan-h-pylori-dengan-risiko-kanker-kolorektal\/"},"modified":"2026-09-22T22:54:36","modified_gmt":"2026-09-22T15:54:36","slug":"penelitian-ungkap-kaitan-h-pylori-dengan-risiko-kanker-kolorektal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/penelitian-ungkap-kaitan-h-pylori-dengan-risiko-kanker-kolorektal\/","title":{"rendered":"Penelitian Ungkap Kaitan H. Pylori dengan Risiko Kanker Kolorektal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/22\/1790092076_300e69be5b70de96de46.jpg\" alt=\"Penelitian Ungkap Kaitan H. Pylori dengan Risiko Kanker Kolorektal\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bakteri-helicobacter-pylori\" title=\"bakteri Helicobacter pylori\">BAKTERI Helicobacter pylori<\/a> atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/h-pylori\" title=\"H. pylori\">H. pylori<\/a> dikenal sebagai penyebab infeksi lambung yang dapat berlangsung tanpa gejala selama bertahun-tahun.\u00a0<\/p>\n<p>Namun, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Gut menyoroti kaitan infeksi bakteri tersebut dengan peningkatan risiko <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kanker-kolorektal\" title=\"kanker kolorektal\">kanker kolorektal<\/a>, yakni kanker yang menyerang usus besar dan rektum.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Temuan ini menambah perhatian terhadap dampak jangka panjang <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/infeksi-h-pylori\" title=\"Infeksi H. pylori\">infeksi H. pylori<\/a>. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hubungan antara infeksi bakteri dan kanker kolorektal masih perlu dipahami lebih lanjut, termasuk peran pengobatan dalam menurunkan risiko penyakit tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/864565\/manfaat-urea-breath-test-untuk-deteksi-dini-kanker-lambung--bakteri-h-pylori\" title=\"Manfaat Urea Breath Test untuk Deteksi Dini Kanker Lambung &amp; Bakteri H. Pylori\" target=\"_blank\">Manfaat Urea Breath Test untuk Deteksi Dini Kanker Lambung &amp; Bakteri H. Pylori<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>Infeksi H. pylori dan Risiko Kanker Kolorektal<\/strong><\/h3>\n<p>Berdasarkan laporan dari GI and Hepatology News, penelitian tersebut menganalisis dua kelompok peserta di Linqu, Provinsi Shandong, Tiongkok. Studi Shandong Intervention Trial melibatkan 3.365 peserta dengan pemantauan selama 29,4 tahun, sedangkan Mass Intervention Trial in Linqu mencakup 180.284 peserta yang dipantau selama 13,8 tahun.<\/p>\n<p>Hasilnya, peserta yang terinfeksi H. pylori tanpa pengobatan memiliki risiko kanker kolorektal hampir tiga kali lipat pada kelompok pertama. Pada kelompok kedua, peningkatan risikonya mencapai 27 persen dibandingkan peserta yang tidak terinfeksi.<\/p>\n<p>Temuan ini menunjukkan adanya hubungan antara infeksi H. pylori dan kanker kolorektal, tetapi belum membuktikan bahwa bakteri tersebut secara langsung menyebabkan kanker.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/913818\/kanker-kolorektal-melonjak-pada-usia-muda-kenali-tanda-bahaya-ini\" title=\"Kanker Kolorektal Melonjak pada Usia Muda: Kenali Tanda Bahaya Ini\" target=\"_blank\">Kanker Kolorektal Melonjak pada Usia Muda: Kenali Tanda Bahaya Ini<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>Pengobatan Bakteri Belum Menunjukkan Hasil Seragam<\/strong><\/h3>\n<p>Dikutip dari jurnal Gut yang terbit pada 30 Juni 2026, pengobatan untuk mengeradikasi H. pylori dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal sebesar 53 persen pada kelompok SIT. Namun, manfaat serupa tidak ditemukan secara keseluruhan pada kelompok MITS setelah pemantauan 13,8 tahun.<\/p>\n<p>Peneliti menyebutkan, efek perlindungan pengobatan tampak lebih nyata pada peserta dengan risiko genetik tinggi atau penanda bakteri tertentu. Meski demikian, temuan tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan manfaatnya.<\/p>\n<h3><strong>Deteksi dan Penanganan Tetap Penting<\/strong><\/h3>\n<p>Infeksi H. pylori dapat berlangsung tanpa gejala dan diketahui melalui pemeriksaan medis. Jika terdiagnosis, dokter dapat memberikan terapi eradikasi berupa kombinasi obat, termasuk antibiotik.<\/p>\n<p>Penelitian ini belum menjadi dasar untuk menyatakan bahwa pengobatan H. pylori dapat mencegah kanker usus pada semua orang. Peneliti juga menegaskan bahwa pasien tetap perlu menjalani skrining kanker kolorektal sesuai usia dan faktor risiko masing-masing.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>Gut, \u00a0GI and Hepatology News<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/936434\/penelitian-ungkap-kaitan-h-pylori-dengan-risiko-kanker-kolorektal\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnifik) BAKTERI Helicobacter pylori atau H. pylori dikenal sebagai penyebab infeksi lambung yang dapat berlangsung tanpa gejala selama bertahun-tahun.\u00a0 Namun, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Gut menyoroti kaitan infeksi bakteri tersebut dengan peningkatan risiko kanker kolorektal, yakni kanker yang menyerang usus besar dan rektum. Temuan ini menambah perhatian terhadap dampak jangka panjang infeksi H. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107572,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-107571","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107571","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107571"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107571\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107572"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107571"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107571"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107571"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}