{"id":107535,"date":"2026-09-22T21:21:37","date_gmt":"2026-09-22T14:21:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/nasa-temukan-kawah-raksasa-baru-di-bulan-seukuran-dua-lapangan-sepak-bola\/"},"modified":"2026-09-22T21:21:37","modified_gmt":"2026-09-22T14:21:37","slug":"nasa-temukan-kawah-raksasa-baru-di-bulan-seukuran-dua-lapangan-sepak-bola","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/nasa-temukan-kawah-raksasa-baru-di-bulan-seukuran-dua-lapangan-sepak-bola\/","title":{"rendered":"NASA Temukan Kawah Raksasa Baru di Bulan, Seukuran Dua Lapangan Sepak Bola"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/22\/1790086612_377273b24610d286291b.png\" alt=\"NASA Temukan Kawah Raksasa Baru di Bulan, Seukuran Dua Lapangan Sepak Bola\"\/><figcaption>Kawah raksasa di Bulan.(Nasa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PERMUKAAN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bulan\" title=\"bulan\">Bulan<\/a> dipenuhi kawah yang terbentuk akibat hantaman benda luar angkasa seperti meteor, asteroid, dan komet selama miliaran tahun. Namun, sebuah kawah baru yang ditemukan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nasa\" title=\"NASA\">NASA<\/a> memiliki ukuran yang membentang sepanjang dua lapangan sepak bola.\u00a0<\/p>\n<p><strong>Kawah Baru Berdiameter 222 Meter<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nKawah yang diberi nama McGetchin itu ditemukan melalui pengamatan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA. Kawah tersebut berada di bagian timur Bulan dan terbentuk antara 11 April hingga 22 Mei 2024.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Kawah McGetchin memiliki diameter sekitar 222 meter atau 728 kaki. Ukurannya setara dengan panjang dua lapangan sepak bola. Kedalamannya 141 kaki, sehingga cukup untuk menampung tiga bus sekolah yang ditumpuk secara vertikal.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/934659\/nasa-temukan-kawah-mcgetchin-di-bulan-hasil-tumbukan-langka-terbesar\" title=\"NASA Temukan Kawah McGetchin di Bulan, Hasil Tumbukan Langka Terbesar\" target=\"_blank\">NASA Temukan Kawah McGetchin di Bulan, Hasil Tumbukan Langka Terbesar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kawah ini terbentuk setelah sebuah fragmen komet atau asteroid berukuran sekitar tiga hingga enam lantai menghantam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/permukaan-bulan\" title=\"permukaan bulan\">permukaan Bulan<\/a>. Ilmuwan memperkirakan tumbukan sebesar ini terjadi sekitar sekali dalam satu abad atau bahkan lebih lama.<\/p>\n<p>Kawah McGetchin ditemukan Robert Wagner, ilmuwan pengolah gambar yang bekerja dengan data dari Lunar Reconnaissance Orbiter Camera (LROC). Pada 24 Oktober 2025, Wagner sedang melakukan pemeriksaan data ketika melihat titik terang besar yang dikelilingi lingkaran gelap pada peta Bulan.<\/p>\n<p>Ia kemudian membandingkan gambar permukaan Bulan yang diambil sebelum dan sesudah tumbukan. Perubahan tersebut menunjukkan adanya material yang terlontar akibat hantaman dan menjadi tanda keberadaan kawah baru.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/876594\/wajah-asli-bulan-terungkap-ternyata-penuh-warna-tersembunyi\" title=\"Wajah Asli Bulan Terungkap, Ternyata Penuh Warna Tersembunyi\" target=\"_blank\">Wajah Asli Bulan Terungkap, Ternyata Penuh Warna Tersembunyi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Untuk memastikan temuan tersebut, para ilmuwan kemudian menggunakan Narrow-Angle Camera (NAC) pada LRO yang mampu menghasilkan gambar dengan detail lebih tinggi, sekitar 3 kaki per piksel. Gambar jarak dekat yang diambil saat LRO kembali melintas di atas lokasi tumbukan memperlihatkan ukuran dan bentuk kawah McGetchin dengan lebih jelas.<\/p>\n<p>Pengamatan tersebut juga menunjukkan bagaimana permukaan Bulan di sekitar kawah berubah akibat hantaman. Dari gambar yang lebih detail itu, para peneliti dapat memperkirakan ukuran serta kekuatan benda luar angkasa yang membentuk kawah tersebut.<\/p>\n<p><strong>NASA Temukan Banyak Kawah Baru<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nLRO telah mengorbit Bulan selama lebih dari 17 tahun untuk memetakan permukaan, suhu, komposisi, dan lingkungan radiasi Bulan. Selama misi tersebut, tim LRO telah menemukan sedikitnya 1.000 kawah baru serta mencatat sekitar 100.000 perubahan permukaan akibat benda yang menghantam Bulan atau material yang terlontar setelah tumbukan.<\/p>\n<p>NASA juga menemukan bahwa area sekitar empat mil dari kawah McGetchin menjadi lebih dingin pada malam hari dibandingkan wilayah di sekitarnya. Temuan ini menunjukkan bahwa hantaman benda luar angkasa dapat mengubah permukaan Bulan hingga jauh di luar area kawah.<\/p>\n<p>(Sumber: NASA, \u00a0Science Advances\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/936402\/nasa-temukan-kawah-raksasa-baru-di-bulan-seukuran-dua-lapangan-sepak-bola\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kawah raksasa di Bulan.(Nasa) PERMUKAAN Bulan dipenuhi kawah yang terbentuk akibat hantaman benda luar angkasa seperti meteor, asteroid, dan komet selama miliaran tahun. Namun, sebuah kawah baru yang ditemukan NASA memiliki ukuran yang membentang sepanjang dua lapangan sepak bola.\u00a0 Kawah Baru Berdiameter 222 Meter&#13; Kawah yang diberi nama McGetchin itu ditemukan melalui pengamatan Lunar Reconnaissance [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107536,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-107535","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107535","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107535"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107535\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107536"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}