{"id":107505,"date":"2026-09-22T20:04:40","date_gmt":"2026-09-22T13:04:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/12-bahaya-terlalu-lama-duduk\/"},"modified":"2026-09-22T20:04:40","modified_gmt":"2026-09-22T13:04:40","slug":"12-bahaya-terlalu-lama-duduk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/12-bahaya-terlalu-lama-duduk\/","title":{"rendered":"12 Bahaya Terlalu Lama Duduk"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/22\/1790081891_93f8e3ee8323d6cf0804.jpg\" alt=\"12 Bahaya Terlalu Lama Duduk\"\/><figcaption>Berikut Bahaya Terlalu Lama Duduk(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/duduk\" title=\"Duduk\">DUDUK<\/a> adalah posisi tubuh ketika seseorang menempatkan sebagian besar berat badannya pada bokong, biasanya dengan paha dan kaki berada dalam posisi menopang tubuh.<\/p>\n<p>Duduk merupakan aktivitas sehari-hari yang dilakukan saat bekerja, belajar, makan, beristirahat, menonton, atau menggunakan perangkat elektronik.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3><strong>1. Meningkatkan risiko nyeri punggung<\/strong><\/h3>\n<p>Duduk dalam posisi yang sama terlalu lama dapat memberikan tekanan pada otot dan tulang belakang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/776944\/12-bahaya-terlalu-lama-duduk-untuk-kesehatan\" title=\"12 Bahaya Terlalu Lama Duduk untuk Kesehatan\" target=\"_blank\">12 Bahaya Terlalu Lama Duduk untuk Kesehatan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>2. Menyebabkan leher dan bahu kaku<\/strong><\/h3>\n<p>Posisi duduk yang kurang baik dapat membuat otot leher dan bahu mengalami ketegangan.<\/p>\n<h3><strong>3. Menurunkan aktivitas otot<\/strong><\/h3>\n<p>Ketika duduk, penggunaan otot tubuh menjadi lebih rendah dibandingkan saat berdiri atau bergerak.<\/p>\n<h3><strong>4. Mengganggu sirkulasi darah<\/strong><\/h3>\n<p>Duduk terlalu lama, terutama tanpa jeda bergerak, dapat mengurangi kelancaran aliran darah pada tungkai.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/930168\/tiga-latihan-pinggul-untuk-atasi-kaku-akibat-duduk-terlalu-lama\" title=\"Tiga Latihan Pinggul untuk Atasi Kaku akibat Duduk Terlalu Lama\" target=\"_blank\">Tiga Latihan Pinggul untuk Atasi Kaku akibat Duduk Terlalu Lama<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>5. Meningkatkan risiko pembekuan darah<\/strong><\/h3>\n<p>Kurangnya pergerakan dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah pada kondisi tertentu.<\/p>\n<h3><strong>6. Meningkatkan risiko kenaikan berat badan<\/strong><\/h3>\n<p>Aktivitas duduk membakar lebih sedikit energi dibandingkan aktivitas fisik sehingga dapat berkontribusi terhadap kelebihan berat badan jika asupan energi tidak seimbang.<\/p>\n<h3><strong>7. Meningkatkan risiko penyakit jantung<\/strong><\/h3>\n<p>Kebiasaan sedentari dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.<\/p>\n<h3><strong>8. Meningkatkan risiko diabetes tipe 2<\/strong><\/h3>\n<p>Kurangnya aktivitas fisik dapat berhubungan dengan gangguan pengaturan gula darah dan sensitivitas insulin.<\/p>\n<h3><strong>9. Dapat memengaruhi kesehatan metabolisme<\/strong><\/h3>\n<p>Terlalu banyak duduk dan kurang bergerak dapat berkaitan dengan profil metabolisme yang kurang sehat.<\/p>\n<h3><strong>10. Menurunkan kebugaran fisik<\/strong><\/h3>\n<p>Kurangnya aktivitas dapat membuat kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas fisik menurun.<\/p>\n<h3><strong>11. Dapat memengaruhi kesehatan mental<\/strong><\/h3>\n<p>Pola hidup yang minim aktivitas fisik dapat berkaitan dengan kesehatan mental yang kurang baik pada sebagian orang.<\/p>\n<h3><strong>12. Meningkatkan risiko kematian dini<\/strong><\/h3>\n<p>Aktivitas sedentari dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan dan kematian dini, terutama ketika aktivitas fisik secara keseluruhan rendah.<\/p>\n<p>Cobalah berdiri dan bergerak secara berkala, berjalan sebentar, melakukan peregangan ringan, serta menyelingi waktu duduk dengan aktivitas fisik. Aktivitas fisik rutin juga penting untuk mengurangi waktu sedentari secara keseluruhan. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>alodokter, siloamhospitals<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/936355\/12-bahaya-terlalu-lama-duduk\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Bahaya Terlalu Lama Duduk(magnifik) DUDUK adalah posisi tubuh ketika seseorang menempatkan sebagian besar berat badannya pada bokong, biasanya dengan paha dan kaki berada dalam posisi menopang tubuh. Duduk merupakan aktivitas sehari-hari yang dilakukan saat bekerja, belajar, makan, beristirahat, menonton, atau menggunakan perangkat elektronik. 1. Meningkatkan risiko nyeri punggung Duduk dalam posisi yang sama terlalu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107506,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-107505","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107505"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107505\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}