{"id":107448,"date":"2026-09-22T17:44:37","date_gmt":"2026-09-22T10:44:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/menlu-sugiono-tegaskan-indonesia-dorong-perdamaian-nyata-palestina\/"},"modified":"2026-09-22T17:44:37","modified_gmt":"2026-09-22T10:44:37","slug":"menlu-sugiono-tegaskan-indonesia-dorong-perdamaian-nyata-palestina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/menlu-sugiono-tegaskan-indonesia-dorong-perdamaian-nyata-palestina\/","title":{"rendered":"Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Dorong Perdamaian Nyata Palestina"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/22\/1790073653_c7a68653324a7e3c6971.png\" alt=\"Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Dorong Perdamaian Nyata Palestina\"\/><figcaption>Menlu Sugiono.(MGN)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MENTERI Luar Negeri RI Sugiono menegaskan komitmen <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/indonesia\" title=\"Indonesia\">Indonesia<\/a> untuk mendorong perdamaian <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/palestina\" title=\"Palestina\">Palestina<\/a> sekaligus mendesak langkah nyata untuk menghentikan kekerasan di Gaza. Indonesia menilai kebutuhan mendesak saat ini ialah memastikan bantuan kemanusiaan masuk, gencatan senjata terlaksana, dan pembunuhan di Gaza dihentikan.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikannya dalam Ministerial Coordination Meeting of the Group of Eight Arab and Islamic Countries di New York, Amerika Serikat, Senin (21\/9) waktu setempat. Pertemuan tersebut diikuti delapan negara Arab dan Islam, yakni Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, dan Pakistan. Forum itu digelar di sela-sela rangkaian High-Level Week <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sidang-majelis-umum-ke-81-pbb\" title=\"Sidang Majelis Umum ke-81 PBB\">Sidang Majelis Umum ke-81 PBB<\/a>.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cKita berkomitmen untuk tegaknya perdamaian, tetapi rakyat Palestina belum melihat perubahan nyata. Dalam jangka pendek, yang mereka butuhkan adalah mengalirnya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan berhentinya pembunuhan di Gaza,\u201d ucap Sugiono.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/369773\/presiden-palestina-telepon-jokowi-terkait-israel\" title=\"Presiden Palestina Telepon Jokowi Terkait Israel\" target=\"_blank\">Presiden Palestina Telepon Jokowi Terkait Israel<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Di New York, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/menlu-sugiono\" title=\"Menlu Sugiono\">Menlu Sugiono<\/a> memimpin delegasi Indonesia. Dia menekankan bahwa berbagai upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian harus memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Palestina.<\/p>\n<p>Menurut Sugiono, negara-negara anggota Group of Eight perlu mempertahankan koordinasi dan menyampaikan pesan yang kuat serta sejalan untuk menjaga tekanan diplomatik dalam mendorong perdamaian Palestina.<\/p>\n<p>\u201cKita harus menyampaikan pesan yang kuat. Kita ingin melihat bahwa upaya yang kita lakukan benar-benar menghasilkan kemajuan dan perubahan bagi rakyat Palestina,\u201d pungkas Sugiono.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/369021\/nu-jangan-hubungan-dengan-israel-bila-palestina-belum-berdaulat\" title=\"NU: Jangan Hubungan dengan Israel bila Palestina belum Berdaulat\" target=\"_blank\">NU: Jangan Hubungan dengan Israel bila Palestina belum Berdaulat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Indonesia, lanjut dia, akan terus melakukan pendekatan dengan berbagai mitra untuk mendukung kemajuan proses perdamaian. Keterlibatan masyarakat Palestina juga dinilai menjadi unsur penting untuk memastikan perdamaian yang dibangun dapat berlangsung secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Pertemuan tingkat menteri tersebut merupakan kelanjutan koordinasi delapan negara Arab dan Islam yang pertama kali diinisiasi pada High-Level Week Sidang PBB tahun lalu. Koordinasi itu diarahkan untuk mencari langkah konkret dalam menangani persoalan Palestina.<\/p>\n<p>Sejak dibentuk, koordinasi antara delapan negara tersebut terus diperkuat dengan melibatkan sejumlah mitra, termasuk Amerika Serikat. Langkah itu ditujukan untuk mempertahankan momentum diplomatik dan mendorong tindakan bersama bagi terciptanya perdamaian di Gaza.<\/p>\n<p>Di sela agenda High Level-Week PBB, Sugiono juga menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ke-30 MIKTA yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia. Dalam forum tersebut, Indonesia mendorong penguatan peran MIKTA sebagai kelompok negara kekuatan menengah atau middle powers dalam reformasi sistem multilateral.<\/p>\n<p>Sugiono mengapresiasi Australia yang menjalankan kepemimpinan MIKTA pada 2026 dan dinilai berhasil menjaga produktivitas kelompok tersebut. Menurut dia, momentum itu perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kontribusi MIKTA dalam membangun sistem multilateral yang lebih efektif dan responsif.<\/p>\n<p>Indonesia juga menegaskan perlunya reformasi PBB tidak hanya berkaitan dengan peningkatan efisiensi. Reformasi, menurut Sugiono, harus mencakup aspek legitimasi, efektivitas, dan akuntabilitas. Dia juga menilai MIKTA memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan berbagai inisiatif reformasi yang telah berjalan sekaligus membantu negara-negara anggota membangun konsensus mengenai arah reformasi PBB.<\/p>\n<p>\u201cDengan kekuatan kolektif yang kita miliki, MIKTA dapat berkontribusi nyata dalam membentuk masa depan sistem multilateral dan menghadirkan manfaat yang lebih terasa bagi masyarakat,\u201d ucap Sugiono.<\/p>\n<p>\u201cMIKTA dapat menjaga kesinambungan inisiatif reformasi yang telah berjalan dan membantu membangun konsensus mengenai peta jalan reformasi dengan arah yang jelas dan mencerminkan visi bersama,\u201d jelas Menlu Sugiono.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan tersebut, Sugiono turut mengapresiasi respons cepat MIKTA setelah serangan terhadap pasukan pemelihara perdamaian Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon pada April 2026.<\/p>\n<p>Menurut Sugiono, kemampuan MIKTA merespons perkembangan secara cepat diperlukan untuk menjaga relevansi kelompok tersebut dalam menghadapi berbagai persoalan internasional.<\/p>\n<p>Selain reformasi sistem multilateral, para menteri luar negeri MIKTA juga membahas sejumlah isu lain, termasuk agenda pembangunan dan perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence\/AI). (Dhk\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/936252\/menlu-sugiono-tegaskan-indonesia-dorong-perdamaian-nyata-palestina\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menlu Sugiono.(MGN) MENTERI Luar Negeri RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong perdamaian Palestina sekaligus mendesak langkah nyata untuk menghentikan kekerasan di Gaza. Indonesia menilai kebutuhan mendesak saat ini ialah memastikan bantuan kemanusiaan masuk, gencatan senjata terlaksana, dan pembunuhan di Gaza dihentikan. Hal itu disampaikannya dalam Ministerial Coordination Meeting of the Group of Eight Arab [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107449,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-107448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107448"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107448\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107449"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}