{"id":107416,"date":"2026-09-22T16:22:52","date_gmt":"2026-09-22T09:22:52","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/tantangan-pariwisata-bali-predikat-destinasi-terbaik-dan-isu-jual-beli-hotel\/"},"modified":"2026-09-22T16:22:52","modified_gmt":"2026-09-22T09:22:52","slug":"tantangan-pariwisata-bali-predikat-destinasi-terbaik-dan-isu-jual-beli-hotel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/tantangan-pariwisata-bali-predikat-destinasi-terbaik-dan-isu-jual-beli-hotel\/","title":{"rendered":"Tantangan Pariwisata Bali Predikat Destinasi Terbaik dan Isu Jual Beli Hotel"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/22\/1790068626_4b32e31405e9f7a8030f.jpg\" alt=\"Tantangan Pariwisata Bali: Predikat Destinasi Terbaik dan Isu Jual Beli Hotel\"\/><figcaption>.(MI\/Arnoldus Dhae)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>ISU\u00a0mengenai jual beli properti hotel berbintang di Bali dengan nilai fantastis mencapai ratusan miliar Rupiah tengah menjadi sorotan. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa fenomena ini bukan disebabkan oleh lesunya industri pariwisata di Pulau Dewata, melainkan murni karena kondisi internal masing-masing perusahaan.<\/p>\n<p>Koster memaparkan data bahwa tingkat kunjungan wisatawan mancanegara saat ini telah melampaui 20 ribu orang per hari, sementara wisatawan nusantara berada di atas 12 ribu orang per hari. Dengan tingkat hunian hotel rata-rata di atas 80%, ia menilai kondisi pariwisata Bali sebenarnya dalam keadaan normal.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Predikat Destinasi Terbaik: Manfaat Semu?<\/h3>\n<p>Meski angka kunjungan menunjukkan tren positif, Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Provinsi Bali, Yoga Iswara, memberikan peringatan serius. Dalam sebuah diskusi di Denpasar, ia menyatakan bahwa predikat sebagai salah satu destinasi terbaik dunia (<em>the best destination<\/em>) bisa menjadi &#8220;manfaat semu&#8221; jika persoalan mendasar di lapangan diabaikan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/travelista\/850361\/tren-perjalanan-dorong-bali-jadi-simpul-utama-wisata-kawasan-timur\" title=\"Tren Perjalanan Dorong Bali Jadi Simpul Utama Wisata Kawasan Timur\" target=\"_blank\">Tren Perjalanan Dorong Bali Jadi Simpul Utama Wisata Kawasan Timur<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cHati-hati, pemberian predikat <em>the best destination<\/em> bisa menjadi manfaat yang semu untuk Bali. Bukan menjadi destinasi terbaik sebagai tujuan akhir, tetapi bagaimana kita memastikan air kita aman, infrastruktur kita bagus, dan budaya kita naik,\u201d tegas Yoga.<\/p>\n<h3>Enam Tantangan Utama Pariwisata Bali<\/h3>\n<p>Yoga Iswara mengidentifikasi sedikitnya enam tantangan serius yang harus segera dijawab oleh pemangku kepentingan di Bali:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kedaulatan Regulasi:<\/strong> Sistem perizinan seperti OSS dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik Bali. Yoga menyebut Bali seolah tidak memegang &#8220;remote&#8221; atas wilayahnya sendiri.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kesenjangan Infrastruktur:<\/strong> Pertumbuhan pariwisata yang cepat tidak dibarengi dengan penguatan infrastruktur, sehingga memicu konsentrasi aktivitas di titik-titik tertentu yang menyebabkan kemacetan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Persoalan Lingkungan:<\/strong> Masalah sampah dan ketersediaan air bersih menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan pulau.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Karakter Wilayah:<\/strong> Bali adalah pulau kecil yang tidak bisa disandingkan secara langsung dengan negara seperti Thailand atau Vietnam dalam hal kapasitas pembangunan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Degradasi Budaya:<\/strong> Menjamurnya usaha pariwisata seperti <em>beach club<\/em> dikhawatirkan menggerus karakter pariwisata budaya Bali jika tidak diatur dengan ketat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kesesuaian Kebijakan:<\/strong> Regulasi nasional, termasuk terkait Penanaman Modal Asing (PMA), dinilai perlu perlakuan khusus (<em>fit for destination<\/em>) agar sesuai dengan kebutuhan lokal Bali.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<h3>Menuju Pariwisata Regeneratif<\/h3>\n<p>Yoga mendorong Bali untuk beranjak dari sekadar pariwisata berkelanjutan (<em>sustainable tourism<\/em>) menuju pariwisata regeneratif (<em>regenerative tourism<\/em>). Jika keberlanjutan hanya fokus mengurangi dampak negatif, konsep regeneratif bertujuan menciptakan dampak positif untuk memulihkan &#8220;luka&#8221; lingkungan dan sosial yang sudah ada.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/722254\/menteri-pariwisata-harus-respons-pernyataan-fodor-soal-bali\" title=\"Menteri Pariwisata Harus Respons Pernyataan Fodor Soal Bali\" target=\"_blank\">Menteri Pariwisata Harus Respons Pernyataan Fodor Soal Bali<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia juga menekankan konsep <em>post-profit<\/em> dengan analogi &#8220;angsa petelur emas&#8221;. &#8220;Mari pelihara angsanya agar telur-telur emas itu tetap ada. Jangan hanya memikirkan telur emas, lupa merawat angsanya,&#8221; ujarnya, merujuk pada pentingnya menjaga alam dan budaya Bali sebagai sumber utama ekonomi.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin: 20px 0;\"><strong>Langkah Nyata Bali:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Peningkatan akomodasi resmi dari 12.000 menjadi 17.000 unit untuk standardisasi usaha.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pembangunan jalan dan <em>shortcut<\/em> untuk mengurai kemacetan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pembatasan OSS untuk sejumlah kode KBLI tertentu oleh Pemerintah Provinsi.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<h3>Kualitas SDM dan Peluang Global<\/h3>\n<p>Senada dengan tantangan tersebut, pengamat ekonomi Trisno Nugroho menyoroti kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Bali. Meskipun pendapatan pekerja hotel di Bali bisa di atas UMK berkat <em>service charge<\/em>, daya tarik bekerja di luar negeri tetap tinggi karena reputasi hebat tenaga kerja Bali di bidang <em>hospitality<\/em>.<\/p>\n<p>Trisno mendorong peningkatan kompetensi SDM agar mampu mengambil peran strategis, terutama dengan adanya pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan potensi Bali sebagai pusat keuangan di masa depan. Arah baru pariwisata Bali kini dituntut tidak lagi hanya mengejar kuantitas kunjungan, tetapi kualitas manfaat ekonomi dan tanggung jawab terhadap lingkungan serta budaya. (OL\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/936196\/tantangan-pariwisata-bali-predikat-destinasi-terbaik-dan-isu-jual-beli-hotel\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>.(MI\/Arnoldus Dhae) ISU\u00a0mengenai jual beli properti hotel berbintang di Bali dengan nilai fantastis mencapai ratusan miliar Rupiah tengah menjadi sorotan. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa fenomena ini bukan disebabkan oleh lesunya industri pariwisata di Pulau Dewata, melainkan murni karena kondisi internal masing-masing perusahaan. Koster memaparkan data bahwa tingkat kunjungan wisatawan mancanegara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107417,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-107416","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107416","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107416"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107416\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107417"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107416"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107416"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107416"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}