{"id":107330,"date":"2026-09-22T12:40:41","date_gmt":"2026-09-22T05:40:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/peneliti-temukan-lebih-dari-1-000-mikroprotein-tersembunyi-di-otak-manusia\/"},"modified":"2026-09-22T12:40:41","modified_gmt":"2026-09-22T05:40:41","slug":"peneliti-temukan-lebih-dari-1-000-mikroprotein-tersembunyi-di-otak-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/peneliti-temukan-lebih-dari-1-000-mikroprotein-tersembunyi-di-otak-manusia\/","title":{"rendered":"Peneliti Temukan Lebih dari 1.000 Mikroprotein Tersembunyi di Otak Manusia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/22\/1790038511_8597fde50601a308797d.jpg\" alt=\"Peneliti Temukan Lebih dari 1.000 'Mikroprotein' Tersembunyi di Otak Manusia\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SELAMA puluhan tahun, para ahli biologi meyakini peta protein yang menyusun tubuh manusia telah terdata dengan rinci. Namun, studi terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan: lebih dari 1.000 protein berukuran sangat kecil, yang dikenal sebagai mikroprotein, selama ini terlewat dari katalog dan tersembunyi di dalam korteks frontal otak manusia.<\/p>\n<p>Penelitian yang dipimpin oleh tim ilmuwan dari Salk Institute ini menganalisis jaringan otak yang didonasikan oleh individu dengan dan tanpa penyakit <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/alzheimer\" title=\"alzheimer\">Alzheimer<\/a>. Temuan ini berpotensi mengubah pemahaman medis mengenai bagaimana sel-sel otak berproduksi dan berfungsi.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Mengapa Mikroprotein Terlewatkan?<\/h2>\n<p>Sebagian besar protein yang tercatat dalam buku teks biologi terdiri dari rantai ratusan asam amino. Sebaliknya, mikroprotein didefinisikan memiliki panjang rantai 150 asam amino atau kurang. Rata-rata mikroprotein yang ditemukan dalam studi ini bahkan hanya memiliki panjang sekitar 58 asam amino.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/934495\/ilmuwan-temukan-cara-prediksi-waktu-munculnya-gejala-alzheimer\" title=\"Ilmuwan Temukan Cara Prediksi Waktu Munculnya Gejala Alzheimer\" target=\"_blank\">Ilmuwan Temukan Cara Prediksi Waktu Munculnya Gejala Alzheimer<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ukurannya yang amat kecil membuat mikroprotein sangat sulit dideteksi dengan metode analitis standar. Selama ini, sinyal dari mikroprotein sering kali terabaikan dan dianggap sekadar gangguan teknis (noise) dalam pemrosesan data.<\/p>\n<p>Untuk menyingkap keberadaan mikroprotein ini, tim peneliti memanfaatkan alat berbasis kecerdasan buatan (machine learning) bernama ShortStop yang dikembangkan di laboratorium Alan Saghatelian, profesor di Salk Institute. Sistem ini menyaring kandidat mikroprotein potensial dari database data biologis lama, yang kemudian diprediksi dan dicocokkan dengan pengukuran aktual.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berhasil membuat database yang sama sekali baru yang dapat diunduh dan digunakan oleh para peneliti untuk menginterpretasikan fungsi gen secara lebih baik,&#8221; ujar Miller, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi ini.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/934212\/periksa-mata-bisa-deteksi-alzheimer-studi-ungkap-tanda-awal-penyakit-di-retina\" title=\"Periksa Mata Bisa Deteksi Alzheimer? Studi Ungkap Tanda Awal Penyakit di Retina\" target=\"_blank\">Periksa Mata Bisa Deteksi Alzheimer? Studi Ungkap Tanda Awal Penyakit di Retina<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kejutan pada Gen Terkait Alzheimer<\/h2>\n<p>Temuan yang paling mengejutkan muncul ketika tim meneliti salah satu gen yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer. Selama ini, gen tersebut dicatat menghasilkan protein berukuran penuh. Namun, analisis jaringan otak justru tidak menemukan fragmen dari protein panjang tersebut. Sebaliknya, sel-sel otak tercatat menghasilkan lebih dari 1.000 salinan dari mikroprotein berukuran 63 asam amino yang dikodekan oleh wilayah gen yang sama.<\/p>\n<p>Dalam pengujian terhadap mikroglia, sel imun otak yang bertugas membersihkan sisa metabolik, peneliti menemukan mikroprotein ini berkumpul di sekitar tepi luar mitokondria, yaitu organel penyuplai energi sel.<\/p>\n<p>Saat para peneliti menggunakan teknologi penyuntingan gen CRISPR untuk memotong kode mikroprotein tanpa mengganggu kode protein panjang, sel-sel mikroglia mengalami penurunan konsumsi oksigen secara signifikan, baik saat beristirahat maupun saat menghasilkan energi maksimal.<\/p>\n<p>Temuan ini membuktikan bahwa mikroprotein kecil tersebut memegang peranan aktif dalam meregulasi fungsi energi sel otak, sebuah fungsi yang sebelumnya tidak pernah diketahui. Penemuan atlas mikroprotein baru ini membuka jalan bagi riset kesehatan saraf dan penanganan penyakit degeneratif seperti Alzheimer di masa depan. (Earth\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/936025\/peneliti-temukan-lebih-dari-1000-mikroprotein-tersembunyi-di-otak-manusia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) SELAMA puluhan tahun, para ahli biologi meyakini peta protein yang menyusun tubuh manusia telah terdata dengan rinci. Namun, studi terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan: lebih dari 1.000 protein berukuran sangat kecil, yang dikenal sebagai mikroprotein, selama ini terlewat dari katalog dan tersembunyi di dalam korteks frontal otak manusia. Penelitian yang dipimpin oleh tim ilmuwan dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107331,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-107330","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107330"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107330\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}