{"id":107221,"date":"2026-09-22T07:48:37","date_gmt":"2026-09-22T00:48:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/kemenhut-cabut-izin-lima-perusahaan-di-kalimantan-terkait-karhutla\/"},"modified":"2026-09-22T07:48:37","modified_gmt":"2026-09-22T00:48:37","slug":"kemenhut-cabut-izin-lima-perusahaan-di-kalimantan-terkait-karhutla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/kemenhut-cabut-izin-lima-perusahaan-di-kalimantan-terkait-karhutla\/","title":{"rendered":"Kemenhut Cabut Izin Lima Perusahaan di Kalimantan Terkait Karhutla"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/22\/1790037605_37ad5d7f45082ffdecd5.jpg\" alt=\"Kemenhut Cabut Izin Lima Perusahaan di Kalimantan Terkait Karhutla\"\/><figcaption>Ilustrasi pemadaman karhutla. Kemenhut mencabut lima izin perusahaan terkait karhutla di Kalimantan(Antara Foto)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kementerian-kehutanan\" title=\"kementerian kehutanan\">KEMENTERIAN Kehutanan<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemenhut\" title=\"kemenhut\">Kemenhut<\/a>) mencabut izin usaha lima perusahaan yang terkait dengan kasus kebakaran hutan dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"Karhutla\">karhutla<\/a>) di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kalimantan-barat\" title=\"Kalimantan Barat\">Kalimantan Barat<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kalimantan-selatan\" title=\"Kalimantan Selatan\">Kalimantan Selatan<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kalimantan-tengah\" title=\"Kalimantan Tengah\">Kalimantan Tengah<\/a>. Total luas konsesi kelima perusahaan tersebut mencapai 92.464 hektare.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, pencabutan izin merupakan bagian dari penegakan hukum terhadap perusahaan yang dinilai melanggar kewajiban dalam pengelolaan kawasan konsesi.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cIni bagian dari perintah Bapak Presiden ya, penegakan hukum yang tidak pandang bulu, tidak hanya kepada yang kecil, tidak hanya tajam pada yang kecil, tapi juga tajam ke atas,\u201d kata Raja Juli di Kalimantan Tengah, Senin (21\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/935728\/1532-titik-panas-karhutla-terdeteksi-per-20-september-2026\" title=\"1.532 Titik Panas Karhutla Terdeteksi per 20 September 2026\" target=\"_blank\">1.532 Titik Panas Karhutla Terdeteksi per 20 September 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Adapun lima perusahaan yang dicabut izinnya yakni PT Wana Lestari Jaya yang beroperasi di Sanggau dan Sekadau, Kalimantan Barat, dengan luas konsesi sekitar 29.140 hektare. Selanjutnya PT Prima Multi Buana di Banjar, Kalimantan Selatan, dengan luas konsesi 11.882 hektare. Kemudian PT Pancaran Wana Nusa di Lamandau, Kalimantan Tengah, dengan konsesi 3.812 hektare; PT Grace Putri Perdana yang beroperasi di Lamandau dan Sukamara, Kalimantan Tengah, serta Ketapang, Kalimantan Barat, seluas 28.990 hektare; dan PT Babugus Wahana Lestari di Kapuas, Kalimantan Tengah, seluas 18.640 hektare.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kementerian Kehutanan mencatat total area yang terbakar di lima konsesi tersebut mencapai 1.169,13 hektare. Rinciannya, area terbakar di konsesi PT Wana Lestari Jaya mencapai 47,84 hektare, PT Prima Multi Buana 18,20 hektare, PT Pancaran Wana Nusa 497 hektare, PT Grace Putri Perdana 374,99 hektare, dan PT Babugus Wahana Lestari 231,10 hektare.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Raja Juli mengatakan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) memiliki kewajiban menjaga kawasan serta memenuhi berbagai kewajiban yang melekat pada izin yang diberikan pemerintah. Namun, menurut dia, kelima perusahaan tersebut mengabaikan kewajiban tersebut sehingga pemerintah mengambil langkah pencabutan izin.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/932715\/kemenhut-usut-dugaan-tindak-pidana-pada-kebakaran-berulang-di-bromo\" title=\"Kemenhut Usut Dugaan Tindak Pidana pada Kebakaran Berulang di Bromo\" target=\"_blank\">Kemenhut Usut Dugaan Tindak Pidana pada Kebakaran Berulang di Bromo<\/a><\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Karena mereka mengabaikan, tidak peduli dengan hal itu, maka hari ini lima tersebut saya cabut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Raja Juli berharap pencabutan izin menjadi efek jera bagi perusahaan lain yang berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan. Ia menegaskan perusahaan harus mencegah terjadinya pembakaran maupun pembiaran terhadap karhutla di wilayah konsesinya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cBerharap ini juga menjadi efek jera terhadap seluruh perusahaan yang lain yang berada di bawah Kementerian Kehutanan agar tidak melakukan pembakaran, pembiaran,\u201d pungkas dia. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/936018\/kemenhut-cabut-izin-lima-perusahaan-di-kalimantan-terkait-karhutla\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi pemadaman karhutla. Kemenhut mencabut lima izin perusahaan terkait karhutla di Kalimantan(Antara Foto) KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) mencabut izin usaha lima perusahaan yang terkait dengan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Total luas konsesi kelima perusahaan tersebut mencapai 92.464 hektare. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, pencabutan izin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107222,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-107221","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107221"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107221\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107222"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}