{"id":107053,"date":"2026-09-22T00:31:36","date_gmt":"2026-09-21T17:31:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/strategi-basarnas-hadapi-arus-bawah-laut-dalam-evakuasi-kapal-virgo-transport-8\/"},"modified":"2026-09-22T00:31:36","modified_gmt":"2026-09-21T17:31:36","slug":"strategi-basarnas-hadapi-arus-bawah-laut-dalam-evakuasi-kapal-virgo-transport-8","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/22\/strategi-basarnas-hadapi-arus-bawah-laut-dalam-evakuasi-kapal-virgo-transport-8\/","title":{"rendered":"Strategi Basarnas Hadapi Arus Bawah Laut dalam Evakuasi Kapal Virgo Transport 8"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/21\/1790006494_1de6939a56ef0cad8fb5.jpg\" alt=\"Strategi Basarnas Hadapi Arus Bawah Laut dalam Evakuasi Kapal Virgo Transport 8\"\/><figcaption>ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/basarnas\" title=\"Basarnas\">Basarnas<\/a> mempertimbangkan kondisi arus bawah laut yang fluktuatif di lokasi kecelakaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kapal-virgo-transport-8\" title=\"Kapal Virgo Transport 8\">Kapal Virgo Transport 8<\/a> dengan memanfaatkan jendela waktu laut teduh. Langkah ini dilakukan agar tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) dapat masuk ke dalam badan kapal yang tenggelam guna melakukan pencarian korban.<\/p>\n<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, selaku SAR Mission Coordinator, menjelaskan bahwa tim penyelam harus bergerak cepat saat arus mulai tenang dan gelombang mengecil. Kondisi kondusif tersebut biasanya tidak berlangsung lama, sehingga efektivitas waktu menjadi kunci utama.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cSaat arus bawah laut teduh, gelombang mulai kecil, waktu itulah yang dimanfaatkan oleh tim penyelam untuk segera melaksanakan penyelaman, dan itu waktunya tidak berlangsung lama,\u201d ujar Putu dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (21\/9) malam.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/935932\/basarnas-temukan-5-jasad-korban-kapal-virgo-transport-8-di-perairan-seruyan\" title=\"Basarnas Temukan 5 Jasad Korban Kapal Virgo Transport 8 di Perairan Seruyan\" target=\"_blank\">Basarnas Temukan 5 Jasad Korban Kapal Virgo Transport 8 di Perairan Seruyan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Tantangan Arus dan Risiko Kompartemen Bawah<\/h2>\n<p>Putu memaparkan bahwa tim memaksimalkan setiap kesempatan ketika kecepatan arus berada di bawah 2,5 knot. Dengan strategi berkejaran dengan waktu ini, tim penyelam berhasil menemukan dan mengevakuasi lima jasad dari dalam badan kapal pada operasi SAR hari kesembilan.<\/p>\n<p>Meski demikian, operasi ini memiliki risiko tinggi, terutama saat menjangkau bagian bawah kapal. Area tersebut dinilai paling berbahaya karena ketidakpastian stabilitas posisi kapal saat penyelam memasuki kompartemen.<\/p>\n<p>\u201cPaling sulit dan paling berbahaya dijangkau adalah kompartemen yang bagian bawah. Di sanalah yang paling sulit dan berisiko karena begitu kita masuk ke bagian bawah kapal, kita tidak tahu kestabilan kapal saat ini,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain masalah stabilitas, teknik memecahkan kaca badan kapal juga menjadi perhatian serius. Penyelam harus waspada terhadap potensi dorongan air yang luar biasa saat kaca pecah, yang dapat membahayakan keselamatan personel jika berada tepat di depan bukaan tersebut.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f8f9fa; border-left: 5px solid #007bff; padding: 15px; margin: 20px 0;\"><strong>Data Terkini Operasi SAR KM Virgo Transport 8 (Hingga Senin, 21\/9 pukul 22.00 Wita):<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Total Manifes: 243 orang<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Korban Ditemukan: 123 orang<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Selamat: 108 orang<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Meninggal Dunia: 15 orang<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Dalam Pencarian: 120 orang<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Putu menegaskan bahwa keselamatan tim tetap menjadi prioritas utama di tengah upaya maksimal memanfaatkan setiap celah waktu penyelaman. Hingga saat ini, koordinasi terus dilakukan, termasuk pengerahan puluhan penyelam gabungan untuk memperluas area pencarian pada hari-hari berikutnya. (Ant\/E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/935946\/strategi-basarnas-hadapi-arus-bawah-laut-dalam-evakuasi-kapal-virgo-transport-8\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Antara) Basarnas mempertimbangkan kondisi arus bawah laut yang fluktuatif di lokasi kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dengan memanfaatkan jendela waktu laut teduh. Langkah ini dilakukan agar tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) dapat masuk ke dalam badan kapal yang tenggelam guna melakukan pencarian korban. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107054,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-107053","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107053","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107053"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107053\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}