{"id":107035,"date":"2026-09-21T23:46:36","date_gmt":"2026-09-21T16:46:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/jangan-sepelekan-sakit-perut-ini-gejala-usus-buntu-pada-anak-yang-perlu-diwaspadai-orangtua\/"},"modified":"2026-09-21T23:46:36","modified_gmt":"2026-09-21T16:46:36","slug":"jangan-sepelekan-sakit-perut-ini-gejala-usus-buntu-pada-anak-yang-perlu-diwaspadai-orangtua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/jangan-sepelekan-sakit-perut-ini-gejala-usus-buntu-pada-anak-yang-perlu-diwaspadai-orangtua\/","title":{"rendered":"Jangan Sepelekan Sakit Perut, Ini Gejala Usus Buntu pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orangtua"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/21\/1790002124_927a3e2742543345d86a.jpeg\" alt=\"Jangan Sepelekan Sakit Perut, Ini Gejala Usus Buntu pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orangtua\"\/><figcaption>Ilustrasi seorang anak mengalami sakit perut.(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sakit-perut\" title=\"Sakit Perut\">SAKIT perut<\/a> pada anak sering kali dianggap sebagai keluhan biasa yang akan sembuh dengan sendirinya. Namun, orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan jika rasa sakit tersebut terasa semakin berat dan disertai dengan gejala pendukung lainnya. Kondisi ini bisa menjadi indikasi peradangan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/usus-buntu\" title=\"usus buntu\">usus buntu<\/a> atau apendisitis yang memerlukan penanganan medis segera.<\/p>\n<p>Usus buntu adalah organ kecil berbentuk kantong yang menempel pada usus besar, terletak di sisi kanan bawah rongga perut. Peradangan pada organ ini paling sering ditemukan pada anak-anak dalam rentang usia 5 hingga 16 tahun. Jika terlambat ditangani, usus buntu berisiko pecah dan memicu infeksi serius di dalam rongga perut.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Penyebab: Berawal dari Sumbatan<\/h3>\n<p>Secara umum, usus buntu pada anak dipicu oleh adanya sumbatan pada saluran organ tersebut. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan sumbatan antara lain:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/930775\/perbedaan-sakit-perut-biasa-dan-usus-buntu-pada-anak-menurut-dokter-idai\" title=\"Perbedaan Sakit Perut Biasa dan Usus Buntu pada Anak Menurut Dokter IDAI\" target=\"_blank\">Perbedaan Sakit Perut Biasa dan Usus Buntu pada Anak Menurut Dokter IDAI<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Tinja yang mengeras (fekalit).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penumpukan lendir atau cairan usus.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pembengkakan kelenjar getah bening di area usus.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Infeksi parasit di dalam saluran pencernaan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Saat saluran tersumbat, bakteri akan berkembang biak dengan cepat, menyebabkan peradangan, infeksi, hingga pembengkakan. Selain sumbatan fisik, gangguan aliran darah atau kondisi usus buntu yang terpuntir juga dapat menjadi penyebab lainnya.<\/p>\n<h3>Mengenali <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gejala-usus-buntu\" title=\"Gejala Usus Buntu\">Gejala Usus Buntu<\/a> pada Anak<\/h3>\n<p>Gejala apendisitis pada anak sering kali tidak khas dan bisa bervariasi pada setiap individu. Meski demikian, terdapat beberapa tanda umum yang patut diwaspadai:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Nyeri Perut Khas: Rasa sakit biasanya bermula di sekitar pusar, lalu berpindah ke sisi kanan bawah perut dalam hitungan jam.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Nyeri Saat Bergerak: Rasa sakit di perut kanan bawah akan terasa semakin hebat saat area tersebut disentuh, atau saat anak bergerak, batuk, dan bersin.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Demam: Munculnya demam ringan sebagai respons peradangan tubuh.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Masalah Pencernaan: Disertai mual, muntah, diare, sembelit, atau perut kembung.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Perubahan Perilaku: Anak kehilangan nafsu makan, terlihat sangat rewel, dan tampak kesakitan secara terus-menerus.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>Usus buntu yang meradang dapat pecah dalam waktu 48\u201372 jam sejak gejala pertama muncul. Jika pecah, kondisi ini dapat menyebabkan peritonitis (peradangan luas pada selaput rongga perut) yang mengancam nyawa.<\/p>\n<h3>Kapan Harus ke Dokter?<\/h3>\n<p>Orangtua disarankan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala-gejala di atas, terutama jika intensitas nyeri meningkat tajam. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang seperti tes darah, tes urine, USG perut, Rontgen, hingga CT scan untuk memastikan diagnosis.<\/p>\n<p>Langkah penanganan utama untuk usus buntu adalah melalui prosedur operasi pengangkatan usus buntu (apendektomi). Namun, jika usus buntu sudah pecah dan membentuk abses (kumpulan nanah), dokter mungkin akan melakukan prosedur drainase atau pengeluaran nanah terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan operasi. (Alodok\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/935919\/jangan-sepelekan-sakit-perut-ini-gejala-usus-buntu-pada-anak-yang-perlu-diwaspadai-orangtua\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi seorang anak mengalami sakit perut.(Dok. Magnific) SAKIT perut pada anak sering kali dianggap sebagai keluhan biasa yang akan sembuh dengan sendirinya. Namun, orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan jika rasa sakit tersebut terasa semakin berat dan disertai dengan gejala pendukung lainnya. Kondisi ini bisa menjadi indikasi peradangan usus buntu atau apendisitis yang memerlukan penanganan medis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107036,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-107035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107035"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107035\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107036"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}