{"id":107009,"date":"2026-09-21T22:40:36","date_gmt":"2026-09-21T15:40:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/pemda-diy-sidak-empat-sppg-pastikan-higienitas-makanan-mbg\/"},"modified":"2026-09-21T22:40:36","modified_gmt":"2026-09-21T15:40:36","slug":"pemda-diy-sidak-empat-sppg-pastikan-higienitas-makanan-mbg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/pemda-diy-sidak-empat-sppg-pastikan-higienitas-makanan-mbg\/","title":{"rendered":"Pemda DIY Sidak Empat SPPG, Pastikan Higienitas Makanan MBG"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/21\/1790005047_3ea71f8c0900ed21e1fc.jpg\" alt=\"Pemda DIY Sidak Empat SPPG, Pastikan Higienitas Makanan MBG\"\/><figcaption>Pemda DIY memeriksa SPPG secara mendadak.(Dok.Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\nPEMERINTAH Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) DIY melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Yogyakarta, Senin (21\/9) dini hari. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan proses pengolahan dan distribusi makanan memenuhi standar kebersihan, higienitas, sanitasi, dan keamanan pangan.<\/p>\n<p>Dua tim gabungan diterjunkan dalam sidak tersebut. Mereka memeriksa kondisi dapur, alur pengolahan makanan, kebersihan peralatan dan lingkungan kerja, hingga proses pemorsian sebelum makanan didistribusikan kepada siswa.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Sekretaris Daerah DIY sekaligus Ketua Satgas MBG DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan seluruh petugas SPPG harus menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Tidak boleh ada tahapan yang dilewati dalam proses penyiapan makanan.<\/p>\n<p>\u201cSOP-nya tetap dijalani. Ini amanah yang diberikan, kita harus dapat membantu dengan bekerja maksimal. Kan sudah ada juga SOP dari BGN yang mengatur semua. Kalau prosedurnya harus begini, mempersiapkan apa, jangan ada yang dilewati atau kemudian diabaikan,\u201d ujar Ni Made.<\/p>\n<p>Menurut dia, kebersihan dapur menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan. Risiko kontaminasi tidak hanya muncul dari bahan baku atau proses memasak, tetapi juga dapat terjadi pada tahapan setelah makanan matang, termasuk saat pemorsian dan pengemasan.<\/p>\n<p>Karena itu, seluruh petugas SPPG diminta menjaga kebersihan peralatan, lingkungan kerja, serta memastikan makanan tidak terpapar sumber kontaminasi sebelum sampai kepada penerima manfaat.<\/p>\n<p>\u201cKontaminasi itu bisa dari mana saja. Bahan bakunya sudah benar, cara masaknya sudah benar, tetapi kelalaian kecil itu bisa membuat makanan terkontaminasi. Kita harus berupaya supaya program ini bisa dipercaya dengan memastikan SOP dan seluruh prosedur dijalankan, serta syarat-syarat yang harus dipenuhi SPPG benar-benar dipenuhi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dalam sidak tersebut, sejumlah pejabat Pemda DIY turut turun langsung, antara lain Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY Aria Nugrahadi, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Anna Rina Herbranti, Kepala Dinas Kesehatan DIY Gregorius Anung Trihadi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY Lilik Andi Aryanto, serta sejumlah Koordinator Regional BGN DIY.<\/p>\n<p><strong>KONSISTEN JAGA KUALITAS<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nNi Made juga meminta petugas SPPG tetap konsisten menjaga kualitas pelayanan meskipun program MBG mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat. Menurut dia, kepercayaan publik akan terbentuk dari pelaksanaan program yang sesuai prosedur dan konsisten.<\/p>\n<p>\u201cImage itu yang membentuk kita sendiri, jangan menyalahkan masyarakat. Penilaian masyarakat itu adalah hasil dari kerja kita sendiri. Kalau kemudian prosedurnya kita lakukan dengan benar dan baik, insyaallah program ini akan berjalan dengan baik. Itu semua tergantung dari kita,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sidak tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemantauan dan mitigasi Pemda DIY untuk mencegah terjadinya persoalan keamanan pangan yang dapat mengganggu pelaksanaan program MBG. Pemeriksaan lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapan operasional SPPG.<\/p>\n<p>Pemda DIY bersama Satgas MBG dan Korwil BGN DIY akan merekap hasil pemeriksaan untuk mengidentifikasi sejumlah hal yang masih perlu diperbaiki. Kekurangan yang ditemukan di lapangan akan diteruskan kepada penanggung jawab SPPG untuk ditindaklanjuti. \u201cSetelah selesai semua, kita akan ada rapat untuk merekap dan kemudian ada hal-hal yang perlu kita dalami,\u201d kata Ni Made.<\/p>\n<p>Evaluasi tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh SPPG di DIY menjalankan pengolahan makanan sesuai SOP, terutama dalam aspek sanitasi dapur, kebersihan peralatan, pengemasan, dan pemorsian. Pengawasan dilakukan untuk menjaga kualitas makanan sekaligus memastikan program MBG berjalan dengan standar keamanan pangan yang ditetapkan. (E-2)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/935939\/pemda-diy-sidak-empat-sppg-pastikan-higienitas-makanan-mbg\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemda DIY memeriksa SPPG secara mendadak.(Dok.Istimewa) &#13; PEMERINTAH Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) DIY melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Yogyakarta, Senin (21\/9) dini hari. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan proses pengolahan dan distribusi makanan memenuhi standar kebersihan, higienitas, sanitasi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107010,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-107009","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107009"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107009\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107010"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}