{"id":107005,"date":"2026-09-21T22:30:38","date_gmt":"2026-09-21T15:30:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/bulan-ternyata-menjauh-dari-bumi-35-sentimeter-setiap-tahun-ini-dampaknya\/"},"modified":"2026-09-21T22:30:38","modified_gmt":"2026-09-21T15:30:38","slug":"bulan-ternyata-menjauh-dari-bumi-35-sentimeter-setiap-tahun-ini-dampaknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/bulan-ternyata-menjauh-dari-bumi-35-sentimeter-setiap-tahun-ini-dampaknya\/","title":{"rendered":"Bulan Ternyata Menjauh dari Bumi 3,5 Sentimeter Setiap Tahun, ini Dampaknya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/21\/1790003845_f4fdcdaf50d8ae53ca72.jpg\" alt=\"Bulan Ternyata Menjauh dari Bumi 3,5 Sentimeter Setiap Tahun, ini Dampaknya\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bulan\" title=\"Bulan\">BULAN<\/a> selama ini dikenal sebagai satelit alami <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bumi\" title=\"Bumi\">Bumi<\/a> yang terus mengelilingi planet kita. Namun, tahukah kamu bahwa Bulan perlahan bergerak menjauh dari Bumi? Fenomena astronomi ini ternyata berkaitan dengan perubahan durasi satu hari di Bumi.<\/p>\n<p>Badan Riset dan Inovasi Nasional (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/brin\" title=\"BRIN\">BRIN<\/a>) menjelaskan bahwa pergerakan Bulan menjauhi Bumi terjadi akibat interaksi antara Bumi, Bulan, dan Matahari. Fenomena tersebut membuat rotasi Bumi melambat, sementara Bulan semakin jauh dan periode revolusinya menjadi lebih panjang.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3><strong>Bulan Menjauh 3,5 Sentimeter Setiap Tahun<\/strong><\/h3>\n<p>Peneliti Astronomi dan Astrofisika BRIN Thomas Djamaluddin menjelaskan, Bulan saat ini bergerak menjauh dari Bumi sekitar 3,5 sentimeter setiap tahun.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/925624\/mikroba-bumi-berpotensi-bertahan-hidup-di-kutub-selatan-bulan\" title=\"Mikroba Bumi Berpotensi Bertahan Hidup di Kutub Selatan Bulan\" target=\"_blank\">Mikroba Bumi Berpotensi Bertahan Hidup di Kutub Selatan Bulan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pergerakan tersebut juga berdampak pada kecepatan rotasi Bumi. Menurut Thomas, rotasi Bumi melambat sekitar 0,002 detik setiap abad. Jika dihitung dalam jangka waktu 100.000 tahun, durasi satu hari di Bumi hanya bertambah sekitar dua detik.<\/p>\n<p>Angka tersebut mungkin terdengar sangat kecil. Karena itu, perubahan akibat pergerakan Bulan tidak akan terasa dalam kehidupan manusia saat ini.<\/p>\n<h3><strong>Kapan Satu Hari Jadi 25 Jam?<\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu hal yang menarik dari fenomena ini adalah kemungkinan bertambahnya durasi satu hari menjadi 25 jam. Namun, perubahan tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/922806\/bulan-terus-menjauh-dari-bumi-seberapa-besar-dampaknya\" title=\"Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Seberapa Besar Dampaknya?\u00a0\" target=\"_blank\">Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Seberapa Besar Dampaknya?\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Thomas memperkirakan satu hari di Bumi baru akan mencapai 25 jam sekitar 180 juta tahun mendatang. Artinya, manusia saat ini tidak perlu khawatir dengan perubahan panjang hari akibat Bulan yang perlahan menjauh.<\/p>\n<p>Menurut Thomas, dampak pergeseran Bulan baru akan terasa dalam jangka waktu yang sangat panjang, bahkan hingga miliaran tahun mendatang. Dalam kondisi tertentu pada masa yang sangat jauh, satu hari di Bumi bahkan dapat memiliki durasi yang setara dengan satu periode Bulan mengitari Bumi, yakni sekitar 48 hari berdasarkan hitungan waktu sekarang.<\/p>\n<h3><strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fenomena-langit\" title=\"fenomena langit\">Fenomena Langit<\/a> Lain yang Pernah Terlihat<\/strong><\/h3>\n<p>Selain membahas pergerakan Bulan, Thomas juga menjelaskan fenomena parade planet yang sempat terlihat di langit Indonesia. Dalam fenomena tersebut, beberapa planet tampak berada dalam posisi sejajar.<\/p>\n<p>Jupiter, Mars, dan Saturnus disebut sebagai planet terang yang dapat diamati pada pagi hari sekitar pukul 05.00. Sementara itu, Merkurius tampak sebagai planet yang lebih redup. Dari planet-planet tersebut, Mars, Jupiter, dan Saturnus dapat dilihat dengan mata telanjang.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>Magnific<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/935930\/bulan-ternyata-menjauh-dari-bumi-35-sentimeter-setiap-tahun-ini-dampaknya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnifik) BULAN selama ini dikenal sebagai satelit alami Bumi yang terus mengelilingi planet kita. Namun, tahukah kamu bahwa Bulan perlahan bergerak menjauh dari Bumi? Fenomena astronomi ini ternyata berkaitan dengan perubahan durasi satu hari di Bumi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa pergerakan Bulan menjauhi Bumi terjadi akibat interaksi antara Bumi, Bulan, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107006,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-107005","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107005"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107005\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107006"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}