{"id":106949,"date":"2026-09-21T20:06:38","date_gmt":"2026-09-21T13:06:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/13-dampak-terlalu-sering-makan-pedas-2\/"},"modified":"2026-09-21T20:06:38","modified_gmt":"2026-09-21T13:06:38","slug":"13-dampak-terlalu-sering-makan-pedas-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/13-dampak-terlalu-sering-makan-pedas-2\/","title":{"rendered":"13 Dampak Terlalu Sering Makan Pedas"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/21\/1789995600_9d22d857c4fb1c09961b.jpg\" alt=\"13 Dampak Terlalu Sering Makan Pedas\"\/><figcaption>Berikut Dampak Terlalu Sering Makan Pedas(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/makan-pedas\" title=\"makan pedas\">MAKAN pedas<\/a> adalah kegiatan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung bahan pemberi rasa pedas, terutama cabai yang memiliki senyawa bernama capsaicin.<\/p>\n<p>Senyawa tersebut berinteraksi dengan reseptor tertentu di tubuh sehingga menimbulkan sensasi panas atau terbakar pada mulut.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3><strong>1. Perut terasa panas<\/strong><\/h3>\n<p>Capsaicin dapat menimbulkan sensasi terbakar atau panas pada perut pada orang yang sensitif.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/896280\/13-dampak-terlalu-sering-makan-pedas\" title=\"13 Dampak Terlalu Sering Makan Pedas\" target=\"_blank\">13 Dampak Terlalu Sering Makan Pedas<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>2. Sakit perut<\/strong><\/h3>\n<p>Konsumsi makanan pedas berlebihan dapat memicu rasa tidak nyaman atau nyeri pada sebagian orang.<\/p>\n<h3><strong>3. Mulas<\/strong><\/h3>\n<p>Makanan pedas dapat memperburuk keluhan mulas, terutama pada orang yang memang mudah mengalami gangguan pencernaan.<\/p>\n<h3><strong>4. Asam lambung naik<\/strong><\/h3>\n<p>Pada sebagian orang, makanan pedas dapat memperburuk gejala refluks asam, seperti rasa panas di dada atau tenggorokan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/857218\/8-bahaya-sering-makan-pedas-untuk-kesehatan\" title=\"8 Bahaya Sering Makan Pedas untuk Kesehatan\" target=\"_blank\">8 Bahaya Sering Makan Pedas untuk Kesehatan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>5. Diare<\/strong><\/h3>\n<p>Capsaicin dapat mempercepat atau merangsang aktivitas saluran pencernaan sehingga sebagian orang mengalami BAB lebih encer.<\/p>\n<h3><strong>6. BAB terasa panas<\/strong><\/h3>\n<p>Capsaicin tidak selalu terurai sepenuhnya selama proses pencernaan sehingga dapat menimbulkan sensasi panas ketika BAB.<\/p>\n<h3><strong>7. Mual<\/strong><\/h3>\n<p>Makanan yang terlalu pedas dapat menyebabkan mual, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.<\/p>\n<h3><strong>8. Perut kembung<\/strong><\/h3>\n<p>Pada orang tertentu, makanan pedas dapat memicu rasa begah dan peningkatan ketidaknyamanan di perut.<\/p>\n<h3><strong>9. Iritasi pada mulut<\/strong><\/h3>\n<p>Capsaicin mengaktifkan reseptor yang mendeteksi rasa panas sehingga mulut dan lidah dapat terasa terbakar sementara.<\/p>\n<h3><strong>10. Memperburuk gejala sindrom iritasi usus<\/strong><\/h3>\n<p>Orang dengan IBS dapat lebih sensitif terhadap makanan pedas dan mengalami peningkatan keluhan seperti nyeri perut atau perubahan pola BAB.<\/p>\n<h3><strong>11. Memperparah keluhan wasir pada sebagian orang<\/strong><\/h3>\n<p>Makanan pedas tidak secara langsung menyebabkan wasir, tetapi pada sebagian orang dapat membuat rasa tidak nyaman atau sensasi terbakar di area anus terasa lebih mengganggu.<\/p>\n<h3><strong>12. Mengganggu tidur jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur<\/strong><\/h3>\n<p>Jika makanan pedas memicu mulas atau refluks, keluhan tersebut dapat membuat tidur menjadi kurang nyaman.<\/p>\n<h3><strong>13. Nafsu makan dan pola makan dapat terganggu<\/strong><\/h3>\n<p>Jika makanan pedas terus-menerus menimbulkan nyeri, mual, atau gangguan pencernaan, seseorang dapat menjadi kurang nyaman saat makan.<\/p>\n<p>Tidak semua orang memiliki respons yang sama terhadap makanan pedas. Batasi tingkat kepedasan sesuai toleransi tubuh, makan dengan porsi wajar, dan hindari makanan yang sangat pedas jika setiap kali mengonsumsinya muncul keluhan. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>alodokter, haloldoc<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/935872\/13-dampak-terlalu-sering-makan-pedas\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Dampak Terlalu Sering Makan Pedas(magnifik) MAKAN pedas adalah kegiatan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung bahan pemberi rasa pedas, terutama cabai yang memiliki senyawa bernama capsaicin. Senyawa tersebut berinteraksi dengan reseptor tertentu di tubuh sehingga menimbulkan sensasi panas atau terbakar pada mulut. 1. Perut terasa panas Capsaicin dapat menimbulkan sensasi terbakar atau panas pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106950,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-106949","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106949"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106949\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}