{"id":106915,"date":"2026-09-21T18:38:37","date_gmt":"2026-09-21T11:38:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/komisi-xi-fraksi-pks-tolak-batas-defisit-apbn-lebih-dari-3-persen\/"},"modified":"2026-09-21T18:38:37","modified_gmt":"2026-09-21T11:38:37","slug":"komisi-xi-fraksi-pks-tolak-batas-defisit-apbn-lebih-dari-3-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/komisi-xi-fraksi-pks-tolak-batas-defisit-apbn-lebih-dari-3-persen\/","title":{"rendered":"Komisi XI Fraksi PKS Tolak Batas Defisit APBN Lebih dari 3 Persen"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/21\/1789990628_c2a34f3f7ffa25142b59.jpg\" alt=\"Komisi XI Fraksi PKS Tolak Batas Defisit APBN Lebih dari 3 Persen\"\/><figcaption>ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Anggota Komisi XI <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dpr-ri\" title=\"DPR RI\">DPR RI<\/a> dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pks\" title=\"PKS\">PKS<\/a>) Muhammad Kholid menolak usulan pelonggaran batas <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/defisit-anggaran\" title=\"Defisit anggaran\">defisit anggaran<\/a> pendapatan dan belanja negara (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/apbn\" title=\"APBN\">APBN<\/a>) maksimal 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Usulan pelonggaran tersebut mengemuka dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Menurut Kholid, batas tersebut perlu dipertahankan demi menjaga kesinambungan dan kredibilitas fiskal.<\/p>\n<p>\u201cKami memahami dan menghargai semangat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Itu tujuan yang sama-sama kita bawa. Hanya saja, kami memandang batas defisit maksimal 3% dari PDB masih diperlukan untuk mengendalikan utang demi menjaga kesinambungan dan kredibilitas fiskal,\u201d tegas Kholid dalam keterangan yang dikutip, Senin (21\/9).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/defisit-apbn\" title=\"Defisit APBN\">Defisit APBN<\/a> dan utang yang terkendali, ucapnya, menjadi fondasi bagi pengelolaan fiskal yang baik. Kredibilitas fiskal Indonesia, katanya, dibangun dalam waktu panjang dan sangat dipengaruhi persepsi domestik maupun global.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/876554\/defisit-apbn-jadi-alarm-serius-bagi-stabilitas-ekonomi-nasional\" title=\"Defisit APBN Jadi Alarm Serius bagi Stabilitas Ekonomi Nasional\" target=\"_blank\">Defisit APBN Jadi Alarm Serius bagi Stabilitas Ekonomi Nasional<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Konsistensi menjaga batas defisit ini memberi sinyal yang baik tentang komitmen kita terhadap pengelolaan keuangan negara yang prudent atau hati-hati,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Kholid menegaskan bahwa sikap ini bukan penolakan terhadap ekspansi fiskal. Menurutnya, pelebaran defisit dimungkinkan, dengan syarat kondisi resesi atau krisis ekonomi yang memang membutuhkan ekspansi fiskal secara signifikan.<\/p>\n<p>&#8220;Di luar kondisi itu, kami berpandangan batas 3% sebaiknya tetap dijaga,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/692359\/memasuki-semester-ii-2024-apbn-defisit-rp934-triliun\" title=\"Memasuki Semester II 2024, APBN Defisit Rp93,4 Triliun\" target=\"_blank\">Memasuki Semester II 2024, APBN Defisit Rp93,4 Triliun<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut Sekretaris Jenderal PKS ini, pertanyaan yang lebih tepat bukan apakah fiskal boleh berekspansi, tetapi kapan waktu yang paling tepat.<\/p>\n<p>\u201cSaat krisis, ekspansi adalah keharusan. Saat kondisi normal, defisit serta utang yang terkendali justru menyiapkan ruang gerak kita untuk menghadapi global uncertainty atau ketidakpastian global,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Kholid berharap pembahasan di Komisi XI bersama pemerintah terus berlangsung terbuka dan saling menguatkan.<\/p>\n<p>\u201cKami mendukung pembaruan UU Keuangan Negara, dan berharap hasilnya semakin memperkuat kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal kita,\u201d pungkasnya. (E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/935812\/komisi-xi-fraksi-pks-tolak-batas-defisit-apbn-lebih-dari-3-persen\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Antara) Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menolak usulan pelonggaran batas defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maksimal 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Usulan pelonggaran tersebut mengemuka dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Menurut Kholid, batas tersebut perlu dipertahankan demi menjaga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106916,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-106915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106915"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106915\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}